Para WNI yang bergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 telah berada di Turki. Mereka akan segera dipulangkan ke Tanah Air.
21 Mei 2026 20:56 WIB · Internasional
KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Catatan redaksi: Artikel ini mengalami perubahan dengan penambahan sub-judul ”Dukungan Turki”.
JAKARTA, KOMPAS — Sembilan warga negara Indonesia yang ditahan oleh militer Israel telah dibebaskan. Para WNI ini merupakan relawan dalam Global Sumud Flotilla 2.0 yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di Jalur Gaza.
Menteri Luar Negeri RI Sugiono, Kamis (21/5/2026) malam, mengatakan, Pemerintah Indonesia dengan penuh rasa syukur menyampaikan bahwa sembilan WNI tersebut sedang berada dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki. Setiba di Turki, mereka akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air.
”Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini,” ujar Sugiono melalui pesan video di Jakarta.
Menurut Sugiono, perkembangan positif ini merupakan buah kerja keras dan koordinasi pemerintah sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0. Kemenlu RI mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia, termasuk melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/05/21/f420dd0a-8b85-4f42-a8b7-0c3b6c1817b7.jpg)
Pemerintah juga menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait. Hal ini untuk memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia.
”Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga semua WNI tiba kembali ke Tanah Air dengan selamat. Kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh warga negara Indonesia, Presiden RI Prabowo Subianto, Komisi I DPR, serta semua pihak,” tutur Sugiono.
Secara terpisah, dalam konferensi pers Kamis, sore, Juru Bicara Kemenlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan, sejak awal Indonesia melakukan komunikasi langsung dengan Turki, Jordania, dan keluarga dari relawan GSF 2.0 di negara-negara sahabat. ”Langkah ini adalah upaya diplomatik bersama untuk pembebasan tahanan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Sugiono kembali menyatakan sikap pemerintah Indonesia yang mengecam Israel. Para relawan menerima perlakuan tidak manusiawi selama masa penahanan di Israel.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/21/a9af517a9084065384909049186231e9-20260521BAH25.jpg)
”Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” ujar Sugiono.
Yvonne menegaskan, Pemerintah RI tidak berkomunikasi langsung dengan Israel selama negosiasi. ”Namun, tidak semua detail negosiasi yang dapat kami sampaikan karena ada prinsip-prinsip diplomasi yang harus kami jaga,” katanya.
Dalam pernyataan resmi, Kedutaan Besar Turki di Jakarta mengkonfirmasi peran Ankara dalam proses pembebasan dan pemulangan aktivis asal Indonesia. Mereka telah tiba di Istanbul pada Jumat (21/5/2026). Sebelumnya mereka ditangkap oleh tentara Israel pada Senin.
”Menyikapi penahanan warga negara Indonesia tersebut, Pemerintah Republik Turki dan Pemerintah Republik Indonesia bekerja sama dan berkoordinasi untuk pembebasan para tahanan,” ungkap Kedutaan Besar Turki dalam pernyataan resmi.
”Turki sepenuhnya mendukung proses repatriasi warga negara Indonesia dan menyediakan semua fasilitas yang diperlukan. Turki telah mengirimkan tiga pesawat yang disediakan oleh Turkish Airlines untuk pemulangan yang aman bagi seluruh anggota Organisasi Non-Pemerintah dari 41 negara yang berpartisipasi dalam Global Sumud Flotilla.”
Duta Besar Indonesi untuk Turki, Achmad Rizal Purnama membenarkan kesembilan aktivis asal Indonesia itu telah berada di Turki. ”Akan ada proses testimoni, visum, dan test kesehatan oleh pihak Turki dan secepatnya akan kita pulangkan ke Tanah Air jika proses di Turki sudah selesai,” kata Rizal melalui pesan via WhatsApp KBRI Ankara.
Penulis:
Elsa Emiria Leba, Bonifasius Josie Susilo HEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto