RSUD Parapat terdampak banjir bandang. Layanan kesehatan lumpuh karena sejumlah ruangan, seperti unit gawat darurat dan farmasi, tertimbun material lumpur.
17 Mar 2025 10:51 WIB · Nusantara
SIMALUNGUN, KOMPAS — Banjir bandang dan longsor melanda kawasan pariwisata Parapat di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Minggu (16/3/2025) malam. Jalan Lintas Sumatera itu sempat lumpuh karena tertimbun batu dan lumpur. Layanan Rumah Sakit Umum Daerah Parapat juga lumpuh karena banjir. Pada Senin pagi, jalan sudah bisa dilalui secara darurat.
”Akses Jalan Lintas Sumatera yang sebelumnya lumpuh sudah bisa dilalui kendaraan roda empat, tetapi masih dengan sistem buka tutup. Saat ini kami berfokus melakukan tindakan tanggap darurat. Tidak ada korban jiwa akibat banjir dan longsor itu,” kata Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih.
Daerah perbukitan di sisi timur Danau Toba itu dilanda bencana hidrometeorologi setelah hujan deras turun pada Minggu sore hingga malam. Arus banjir bandang yang sangat besar muncul dari Sungai Batu Gaga membawa material lumpur, batu, dan batang pohon.
Banjir bandang menghantam Jalan Lintas Sumatera di sekitar Pantai Bebas Parapat, rumah makan, toko, permukiman warga, hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Parapat. Setelah banjir reda, lumpur setinggi setengah meter menumpuk di jalan dan rumah-rumah warga.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/17/255b54cc-2395-49ce-963f-a8761b78da8d_png.jpg)
Layanan kesehatan di RSUD Parapat juga lumpuh akibat banjir bandang itu. Seluruh ruangan di lantai 1 rumah sakit tertimbun lumpur material banjir bandang. Ruangan yang terdampak meliputi unit gawat darurat, unit perawatan intensif, ruang operasi, poliklinik, serta tempat penyimpanan obat atau farmasi.
Sejumlah alat medis juga terendam banjir. ”Untuk ruang rawat inap tidak ada terkena banjir karena berada di lantai dua,” kata Direktur RSUD Parapat Henry Jimmy Gultom.
Selain banjir bandang, longsor juga terjadi di Jalan Lintas Sumatera di Nagori (Desa) Sibaganding, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, sekitar 1 kilometer dari Pantai Bebas Parapat. Jalan di punggung bukit itu juga sempat lumpuh. Jalan tertutup lumpur dan batu.
Anton menyebut, tim gabungan dari Pemkab Simalungun, Polres Simalungun, Kodim 0207/Simalungun, dan Kementerian Pekerjaan Umum berfokus melakukan penanganan tanggap darurat agar jalan nasional itu bisa segera dilalui. Mereka juga membantu warga yang terdampak.
”Sejumlah alat berat diturunkan untuk membersihkan jalan. Sebagian material longsor sudah bisa dipindahkan sehingga kendaraan sudah bisa melintasi jalan yang terdampak longsor,” kata Anton.
Kepala Kepolisian Sektor Parapat Ajun Komisaris Manguni Wiria Sinulingga mengatakan, untuk menghindari kemacetan lalu lintas dan bahaya longsor, jalan di daerah longsor dan banjir bandang itu hanya dilalui kendaraan dari arah Toba ke Medan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/17/eeba2b7c-cd17-4c96-8756-36f42b5e2a0c_jpeg.jpg)
Sementara kendaraan yang datang dari arah Medan menuju Toba dialihkan ke jalan alternatif dari Simpang Talang menuju Simpang Sitahuan. ”Jalan alternatif sepanjang 20 kilometer itu menghindari daerah longsor dan banjir bandang,” kata Manguni.
Manguni mengatakan, kapal motor penyeberangan dari Pelabuhan Ajibata Parapat menuju Pulau Samosir tetap beroperasi seperti biasa karena jalan sudah bisa dibuka pada Senin pagi. Manguni mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan melintasi jalan di daerah perbukitan, khususnya saat hujan deras turun.
Menurut prakiraan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih akan melanda sejumlah daerah di Sumut, seperti Simalungun, Tapanuli Selatan, Deli Serdang, Mandailing Natal, Samosir, dan sejumlah daerah lainnya.
Penulis:
Nikson SinagaEditor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .