KELISTRIKAN

Sempat Terdampak Gangguan Listrik Sumatera, Wilayah Sumbagsel Berangsur Pulih

Wilayah Sumbagsel sempat terdampak gangguan kelistrikan Sumatera, Jumat malam. Namun, hingga Sabtu siang, kelistrikan sebagian wilayah Sumbagsel sudah pulih.

23 Mei 2026 14:50 WIB · Ekonomi & Bisnis

KOMPAS/NIKSON SINAGA

Oleh Adrian Fajriansyah

PALEMBANG, KOMPAS — Gangguan sistem kelistrikan Sumatera sempat berdampak di sebagian wilayah Sumatera Bagian Selatan. Namun, hingga Sabtu (23/5/2026) siang, sistem kelistrikan wilayah Sumbagsel berangsur pulih, terutama di Sumatera Selatan dan Bengkulu. Saat ini, PLN masih berusaha memulihkan sepenuhnya jaringan interkoneksi listrik Sumatera.

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Sumsel, Jambi, dan Bengkulu, Iwan Arissetyadhi, saat dihubungi dari Palembang, Sabtu, mengatakan, pada Jumat (22/5/2026) sekitar pukul 18.44 WIB, terjadi gangguan pada sistem transmisi Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 275 kilovolt (kV) Muara Bungo-Sungai Rumbai di Jambi. Gangguan itu diakibatkan oleh cuaca buruk.

Selain pemadaman listrik secara luas dari wilayah Sumatera Bagian Tengah hingga Sumatera Bagian Utara, gangguan sistem transmisi itu turut memadamkan listrik di sebagian wilayah Sumbagsel, meliputi Sumsel, Jambi, dan Bengkulu. Dari total sekitar 4,709 juta pelanggan di Sumbagsel sebagaimana data laporan statistik PLN 2025 yang dilansir dari laman pln.co.id, kurang lebih 40 persen pelanggan merasakan pemadaman tersebut.

”Gangguan sistem transmisi SUTET 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai ikut berdampak ke wilayah Sumbagsel. Tetapi, tidak semuanya terdampak pemadaman. Hanya sebagian kecil wilayah Sumbagsel yang terdampak, kurang lebih dirasakan oleh sekitar 40 persen pelanggan,” ujar Iwan.

Namun, Iwan memastikan, sekitar 800 petugas PLN telah diterjunkan untuk memulihkan pasokan listrik di sepanjang 207 jalur jaringan yang terdampak. Secara bertahap, saat ini listrik di wilayah Sumsel dan Bengkulu juga telah normal.

”Proses pemulihan listrik di wilayah Sumbagsel sudah dilakukan sejak Jumat sekitar pukul 19.00 WIB hingga Sabtu pagi. Tapi, sejak Sabtu kurang lebih pukul 07.00, listrik di wilayah Sumsel dan Bengkulu telah beroperasi penuh 100 persen,” kata Iwan.

Suasana pemadaman listrik di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (22/5/2026) malam.

Sebaliknya, sebagian wilayah Jambi masih dalam pemulihan pada kesempatan pertama. Iwan menuturkan, proses itu butuh waktu, terutama untuk menyeimbangkan pasokan listrik atau daya yang dihasilkan pembangkit dan beban listrik atau daya yang digunakan konsumen.

”Sistem kelistrikan di Sumatera saling terhubung atau disebut interkoneksi listrik Sumatera. Saat ini, pasokan listrik dari sejumlah wilayah sudah pulih, seperti di Sumsel. Tetapi, butuh waktu dalam proses mentransfer listrik ke wilayah lain yang masih defisit, antara lain di wilayah Sumbagteng. Antara pasokan listrik dan beban listrik pun harus seimbang untuk bisa pulih 100 persen,” tutur Iwan.

Bergerak cepat

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, dalam keterangan pers, mengatakan, sejauh ini, gangguan sistem transmisi SUTET 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai diindikasikan karena cuaca buruk. Hal itu menyebabkan penurunan frekuensi akibat beban berat pembangkit dan memicu efek domino, khususnya padam total (blackout) dari Jambi, Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara, hingga Aceh.

Akan tetapi, PLN langsung bergerak cepat memeriksa dan memulihkan sistem kelistrikan yang terganggu tersebut. Dalam waktu sekitar dua jam, jaringan yang terganggu berhasil dipulihkan. Selanjutnya, PLN berupaya mengoperasikan kembali pembangkit-pembangkit yang sebelumnya terdampak untuk diselaraskan kembali dengan jaringan yang sudah siap.

”Proses penyalaan pembangkit dilakukan secara sistematis dan bertahap dengan tetap mengutamakan keamanan sistem. Pembangkit berbasis hidro dan gas dapat langsung membantu menyuplai sistem sebagai respons cepat untuk mempercepat pemulihan awal atau tahap pertama. Tetapi, untuk pembangkit thermal, seperti PLTU, itu butuh waktu lebih lama, antara 15 hingga 20 jam, mulai dari penyalaan, sinkronisasi, hingga beroperasi penuh,” ujar Darmawan.

Masyarakat beraktivitas menggunakan lilin akibat listrik yang padam total di sistem Sumatera bagian utara di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (22/5/2026) malam.

Darmawan mengatakan, pemulihan listrik Sumatera dilakukan secara simultan mulai dari transmisi, gardu induk, hingga pembangkit. Untuk mendukung proses tersebut, PLN menerjunkan ratusan personel yang bekerja 24 jam di berbagai wilayah terdampak mulai dari Jambi, Riau, Sumbar, Sumur, hingga Aceh.

Melalui segala upaya tersebut, hingga Sabtu pukul 10.00, lebih dari 3.192 megawatt (MW) pasokan listrik telah berhasil disalurkan dari total 5.334 MW yang sebelumnya terdampak. Selain itu, sebanyak 157 gardu induk dari total 176 gardu induk terdampak telah beroperasi kembali.

Dengan begitu, sekitar 8,3 juta pelanggan kembali mendapatkan pasokan listrik dari total 13,1 juta pelanggan yang terdampak. ”Seluruh petugas dan tim teknis PLN masih bekerja penuh selama 24 jam di lapangan. Kami terus berusaha agar pasokan listrik kepada masyarakat dapat segera pulih sepenuhnya secara bertahap dan aman,” katanya.

Darmawan mengatakan, bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pihaknya pun berkomitmen mengevaluasi secara komperhensif peristiwa yang terjadi saat ini. ”Kami akan memperkuat sistem kelistrikan Sumatera agar kejadian serupa tidak terulang,” tuturnya sebagaimana dikutip dari Kompas TV.


Kerabat Kerja

Penulis:

Adrian Fajriansyah
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase