Pebulu tangkis yang berburu poin untuk lolos ke Final BWF memenangi babak pertama turnamen Kumamoto Masters. Namun, langkah mereka gagal diikuti pemain muda.
13 Nov 2024 18:39 WIB · Olahraga
KUMAMOTO, RABU — Hari kedua turnamen bulu tangkis Kumamoto Masters 2024 di Jepang menghasilkan kemenangan bagi sebagian besar atlet senior Indonesia. Sebaliknya, pemain-pemain muda masih harus menimba banyak ilmu sebelum bisa melangkah jauh dalam ajang berlevel BWF World Tour Super 500.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Kumamoto Prefectural Gymnasium, Rabu (13/11/2024), kemenangan didapat Gregoria Mariska Tunjung, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati yang sedang berburu poin untuk bisa lolos ke turnamen Final BWF di Hangzhou, China, 11-15 Desember.
Final BWF adalah turnamen di setiap akhir tahun yang hanya diikuti delapan wakil terbaik dari setiap nomor berdasarkan performa pada turnamen BWF sepanjang tahun. Untuk tahun penyelenggaraan Olimpiade, seperti pada 2024, peraih medali emas Olimpiade mendapatkan tiket untuk langsung tampil di Final BWF.
Indonesia baru meloloskan ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja ke Final BWF. Beberapa pemain lain, seperti Gregoria, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, berpeluang menyusul.
Rinov/Pitha dan Rehan/Lisa juga masih memiliki peluang meskipun harus menambah poin yang lebih banyak. Mereka pun memanfaatkan Kumamoto Masters dan China Masters Super 750, 17-22 November, untuk menambah poin peringkat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/13/1a085414-aada-4d0d-8f42-3cdccaf663e4_jpg.jpg)
Gregoria tampil di Kumamoto setelah mengalami cedera paha yang kemudian menjalar ke pinggang ketika bertanding di Denmark Terbuka, 15-20 Oktober. Dia mundur saat bertanding pada gim kedua melawan An Se-young.
Tunggal putri Indonesia peringkat kedelapan dunia itu menang atas pemain tuan rumah, Tomoka Miyazaki, 21-15, 21-12, dalam pertemuan sesama mantan juara dunia yunior. Pada beberapa gerakan, Gregoria lebih berhati-hati karena masih teringat pada cedera di Denmark.
”Tetapi, itu bukan masalah besar. Saya memang siap untuk turun pada turnamen ini,” kata Gregoria, yang akan berhadapan dengan Ratchanok Intanon pada babak kedua.
Gregoria juga menyatakan tak ingin terbebani status juara bertahan. Baginya, tampil di Kumamoto Masters dimulai lagi dengan pola pikir baru.
Banyak aspek yang harus ditingkatkan untuk bisa bersaing di level ini, terutama dari segi kecepatan karena jangkauan saya tidak panjang.
Pada ganda campuran, Rinov/Pitha mengalahkan formasi baru Thailand, Supak Jomkoh/Sapsiree Taerattanachai, 21-13, 21-18, untuk berhadapan dengan Hoo Pang Ron/Cheng Su Yin (Malaysia) pada babak kedua. Selama ini, Taerattanachai berpasangan dengan Dechapol Puavaranukroh, dengan prestasi tertinggi di antaranya juara dunia 2019 dan 2021.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/13/c0515747bb3225842828738a3e4c7b95-RinovPitha4_R32_KumamotoMasters2024_PBSI_20241113.jpg)
Akan tetapi, sejak selesai Olimpiade Paris 2024, Taerattanachai berduet dengan Jomkoh yang sebelumnya fokus pada nomor ganda putra.
”Ada perbedaan pola permainan lawan dengan para pasangan sebelumnya. Kalau dibilang sudah sangat klop, rasanya belum. Tetapi, kami tahu, secara individu, mereka sangatlah luar biasa,” ucap Pitha, yang tak pernah menang dalam tujuh pertemuan dengan Puavaranukroh/Taerattanachai.
Rehan/Lisa juga akan tampil pada babak kedua, Kamis, tetapi Dejan/Gloria tersingkir pada babak pertama. Unggulan kelima itu kalah dari Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, 19-21, 18-21, pasangan Jepang yang akan menjadi lawan Rehan/Lisa pada babak kedua.
Kemenangan pada babak pertama yang berlangsung Rabu juga didapat Jonatan Christie dan Sabar Karyaman Gutama/Reza Pahlevi Isfahani. Sabar/Reza menyusul langkah tiga ganda putra yang menang sehari sebelumnya, yaitu Fajar/Rian, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, dan Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/13/2d7c04b1ead21a9502e35aed37bcd55d-Alwi2_R32_KumamotoMasters2024_PBSI_20241113.jpg)
Dua pemain muda pada nomor tunggal, yaitu Alwi Farhan dan Komang Ayu Cahya Dewi, masih harus menimba banyak ilmu dan pengalaman untuk melangkah lebih jauh pada turnamen BWF World Tour. Alwi, yang berusia 19 tahun dan harus melalui babak kualifikasi, kalah dari pemain Perancis, Christo Popov, 13-21, 16-21.
Komang (22) juga kalah dari pemain Eropa, yaitu Mia Blichfeldt (Denmark), 12-21, 14-21.
”Banyak aspek yang harus ditingkatkan untuk bisa bersaing di level ini, terutama dari segi kecepatan karena jangkauan saya tidak panjang. Saya juga belum punya banyak pengalaman bertanding pada level ini dibandingkan lawan. Jadi, pekerjaan rumah lainnya adalah bisa beradaptasi dengan atmoser persaingan level atas,” ujar Alwi.
Juara dunia yunior 2023 itu baru bisa menjuarai turnamen Super 100. Untuk level di atas itu, Alwi masih harus mengasah kemampuan karena lawan yang dihadapi pada umumnya memiliki lebih banyak pengalaman bertanding pada level persaingan yang tinggi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/13/506789158989ab63362218259b2ac03c-Komang_R32_KumamotoMasters2024_PBSI_20241113.jpg)
Adapun Komang tampil pada turnamen Super 500 kelima pada 2024, tetapi belum bisa tampil konsisten. Tunggal putri nomor empat Indonesia itu dua kali menembus perempat final sebagai pencapaian terbaiknya, tetapi dia juga masih kalah pada babak pertama. Hal itu membuatnya tidak puas pada penampilan sepanjang 2024.
”Pada pertandingan tadi, saya kurang tenang hingga tidak bisa mengimbangi permainan lawan. Setelah ini, saya akan rehat dan menenangkan pikiran dulu karena perjalanan tahun ini tidak memuaskan,” ujar pemain peringkat ke-46 dunia itu.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus Harjono