Senjata itu akan diperiksa apakah betul milik anggota TNI yang diduga pelaku penembakan yang menewaskan tiga personel polisi di lokasi judi sabung ayam di Lampung.
20 Mar 2025 02:45 WIB · Nusantara
PALEMBANG, KOMPAS — Kodam II/Sriwijaya memastikan satu senjata laras panjang kaliber 5,56 milimeter ditemukan tidak jauh dari lokasi judi sabung ayam Kampung Karang Manik, Negara Batin, Way Kanan, Lampung, Rabu (19/3/2025) petang. Selanjutnya, tim investigasi akan mengonfirmasi apakah senjata itu milik anggota TNI yang diduga menembak tiga personel polisi atau bukan.
”Sekarang, senjata itu sedang diperiksa di Denpom II/3 Lampung. Bidang peralatan TNI AD akan turut mengecek senjata berjenis laras panjang kaliber 5,56 milimeter tersebut,” ujar Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Eko Syah Putra Siregar di Markas Kodam II/Sriwijaya, Palembang, Rabu malam.
Eko mengatakan, senjata itu ditemukan 5-6 kilometer dari lokasi judi sabung ayam. Senjata itu ada di semak belukar. ”Senjata diduga dibuang pelaku saat pelarian seusai penembakan terhadap tiga personel Polsek Negara Batin tersebut,” katanya.
Saat ditanya, apakah senjata itu milik dua anggota TNI yang diduga pelaku penembakan, Eko menuturkan, harus mengonfirmasinya terlebih dahulu. ”Tim investigasi harus tanyakan dan buktikan lebih dahulu untuk memastikan siapa pemilik senjata tersebut,” terangnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/dae15162-5fc2-4712-9934-b77e09440295_jpg.jpg)
Yang pasti, Eko menyampaikan, tim investigasi menemukan tiga jenis selongsong ataupun proyektil peluru dari TKP, 5,56 mm, 7,62 mm, dan 9 mm. Ketiganya digunakan untuk senjata aparat militer, baik TNI maupun kepolisian.
Peluru 5,56 mm dipakai untuk senapan serbu yang digunakan TNI maupun kepolisian. Peluru 7,62 mm juga digunakan TNI ataupun kepolisian. Sementara peluru 9 mm untuk pistol, juga digunakan TNI ataupun kepolisian.
”Sekarang, kami akan mencocokan apakah betul proyektil yang ditemukan itu berasal dari senjata yang baru ditemukan tersebut. Selain itu, kita harus memastikan pula dua proyektil lainnya berasal dari senjata milik siapa,” tutur Eko.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/20/a042b847-816a-4e99-ae5e-5fd77f2e2a42_jpg.jpg)
Adapun dua anggota TNI yang diduga berada di TKP dan sudah menyerahkan diri adalah Pembantu Letnan Satu Lubis dan Kopral Kepala Basar. Mereka bertugas di Pos Ramil Negara Batin yang berada di wilayah Kodim Way Kanan.
Keduanya menyerahkan diri pada Senin (17/3/2025) malam saat dijemput tim gabungan dari kodim, korem, dan polisi militer. Setelah itu, mereka langsung dibawa ke Denpom II/3 Lampung untuk menjalani pemeriksaan mendalam. Sejauh ini, mereka masih berstatus saksi.
”Penetapan tersangka terhadap dua oknum itu butuh barang bukti, keterangan saksi, dan hasil dari olah TKP. Kalau ditemukan fakta dan bukti yang kuat, keduanya akan segera ditetapkan sebagai tersangka. Kami akan memberikan sanksi hukum tegas jika keduanya terbukti bersalah,” ujar Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayor Jenderal Ujang Darwis.
Kepala Polda Lampung Inspektur Jenderal Helmy Santika mengatakan, dari hasil otopsi juga ditemukan proyektil pada tubuh setiap korban.
”Dua proyektil yang ditemukan di dalam kepala dua korban sudah dalam kondisi terpecah-pecah. Satu proyektil ada di dada kapolsek dengan kondisi masih utuh,” kata Helmy.
Pada jasad Lusiyanto, ditemukan lubang bekas peluru yang meluncur dari arah depan pada dada bagian kanan. Setelah diotopsi, proyektil peluru itu ditemukan menembus hingga di rongga dada sebelah kiri.
Pada jasad Petrus ditemukan lubang bekas peluru dari arah depan di mata kiri dan proyektil peluru ditemukan di bagian tempurung kepala.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/19/69a0048d90e8ebc4b89672c77f7aca22-DSC00691.JPG)
Sementara itu, pada jasad Ghalib, terdapat lubang bekas peluru pada sisi kiri di bibirnya yang menembus rongga mulut. Saat dilakukan otopsi, proyektil peluru ada di tempurung kepala bagian belakang dan tenggorokannya.
Meski begitu, Helmy menuturkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan metalurgi dan uji balistik di laboratorium forensik untuk mengetahui jenis senjata apa yang digunakan.
”Kita kirim ke Labfor untuk bisa mengetahui ini ditembak menggunakan senjata apa, senjata laras panjang atau pendek? Yang kedua, ini ditembakkan dengan merek pabrikan atau rakitan? Ini sedang diperiksa, mohon bersabar,” tutur Helmy.
Penulis:
Adrian FajriansyahEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .