”Senjata Makan Tuan”, Tarif Trump kepada China

Jika tak hati-hati, tarif AS kepada China akan berbalik merugikan rakyat AS. Banyak perusahaan AS dan lapangan pekerjaan yang bergantung pada ekspor ke China.

09 Feb 2025 10:00 WIB · Internasional

Oleh Luki Aulia

Amerika Serikat dan China kembali terlibat dalam perang dagang. Kali ini bisa jadi lebih panas. Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif tambahan 10 persen pada barang dari China. Kemudian China membalas dengan tarif juga, termasuk tarif 15 persen pada batubara dan produk gas alam cair serta tarif 10 persen untuk minyak mentah, mesin pertanian, dan mobil yang memiliki cc besar. Tarif balasan China itu dapat mempersulit produsen AS tertentu untuk mengekspor produk ke China karena harga produk mereka akan menjadi lebih mahal.

Tarif balasan China akan mulai berlaku pada 10 Februari 2025. Majalah Time, Jumat (7/2/2025), menyebutkan tarif baru yang dikenakan China dikhawatirkan akan merugikan kota-kota kecil di negara bagian AS, seperti North Dakota, Indiana, Ohio, Kentucky, dan West Virginia. Padahal negara-negara bagian itulah yang membantu Trump memenangi pemilu 2024.

Peneliti senior di Brookings Institution, Mark Muro, menjelaskan, persaingan AS-China akan berdampak besar pada AS. Dari hasil studi lembaga tersebut diketahui kota-kota padat penduduk, seperti Houston dan Detroit yang paling terdampak. ”Dampak terbesar dari tarif itu akan dirasakan daerah perdesaan tempat industri yang menyumbang mayoritas ekonomi lokal,” ujarnya.

Secara keseluruhan, laporan Brookings Institution menemukan hampir dua pertiga pekerjaan yang berpotensi terdampak oleh tarif balasan China itu berada di daerah-daerah yang memilih Trump. Ini kontras dengan tarif balasan China yang diberlakukan pada 2018 saat pemerintahan Trump yang pertama.

Kali ini, sekitar 400.000 hingga 700.000 pekerjaan di AS dikhawatirkan dapat terpengaruh oleh tarif balasan China. Pekerjaan-pekerjaan itu antara lain terkait industri otomotif, minyak bumi, dan peralatan konstruksi. ”Jika pabrik harus mengurangi produksinya pasti lapangan kerja lokal terdampak,” kata salah satu penulis studi Brookings itu, Rob Maxim.

Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan pada Januari 2024, ditemukan perang dagang AS-China pada 2018-2019 juga berdampak pada perekonomian daerah-daerah yang condong ke Partai Republik, termasuk negara bagian industri Midwest, seperti Ohio dan Indiana, serta negara bagian selatan yang berorientasi manufaktur, seperti North Carolina.

Meski demikian, warga yang tinggal di wilayah yang terdampak tarif cenderung memilih Trump pada pemilu 2020. ”Bagi para pendukung Trump, mereka hanya tertarik pada daya tarik Trump yang tampak bahwa dia melakukan sesuatu,” kata Maxim.

Presiden Asosiasi Batu Bara Virginia Barat Chris Hamilton mengakui penambang batubara lokal dapat terpengaruh tarif balasan China. Namun, itu tidak akan memengaruhi dukungan asosiasi itu pada Trump.

AS tidak mengekspor batubara dalam jumlah besar tetapi hampir setengahnya berasal dari Virginia Barat. Pemerintahan Trump telah lama berjanji memutarbalikkan kebijakan Partai Demokrat yang berupaya menyapih jaringan listrik AS dari batubara.

China ancang-ancang

China sudah sejak lama menduga pemerintahan Trump akan bersikap keras pada China. Selain perang dagang yang akan makin sengit, perang teknologi dan konfrontasi terkait Taiwan juga kian menguat. Oleh karena itu, China sudah bersiap menghadapi badai yang datang. Majalah Foreign Affairs, Kamis (6/2/2025), menyebutkan, China sudah mengadaptasi pendekatannya kepada AS.

Selama tiga bulan terakhir, China mengembangkan strategi guna mengantisipasi, melawan, dan meminimalkan kerusakan akibat kebijakan Trump yang serba labil. Diam-diam China menopang ekonomi dalam negeri dan memperkuat hubungan luar negerinya, terutama dengan tetangga dan negara-negara berkembang di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Oseania.

NEW YORK CITY - FEBRUARY 04: Replica statues of the Statue of Liberty are displayed in a gift shop on February 04, 2025 in New York City. As the Trump administration places 10% tariffs on Chinese goods coming into America, China’s Ministry of Finance has announced a levy of 15% tax on liquefied natural gas and types of coal and a 10% tariff on crude oil, pickup trucks, agricultural machinery, and large-displacement cars. The government said the measures take effect on February 10.   Spencer Platt/Getty Images/AFP (Photo by SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Kerja sama China dengan negara-negara di belahan Bumi selatan yang menawarkan akses pintu belakang ke pasar AS sudah diperkuat. Akibat tarif dan gangguan rantai pasokan yang memutus hubungan perdagangan langsung AS-China, saat ini, semakin banyak perdagangan dilakukan secara tidak langsung.

Caranya, bahan dan suku cadang China untuk produk yang dieskpor ke AS kini produk akhirnya diproduksi atau dirakit di negara-negara selain China. Hasilnya, surplus perdagangan China mencapai hampir 1 triliun dollar AS pada 2024.

Pasar ekspor yang tumbuh paling cepat, termasuk Brasil, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, bertindak sebagai perantara dengan memproses bahan-bahan China, dan mengekspor barang jadi ke AS.

Kronologi Perang Dagang AS-China Infografik 20200428

Ada kemungkinan Trump akan ”menghukum” negara-negara pihak ketiga karena bekerja sama dengan China, seperti yang terjadi pada Panama. Meski demikian, hubungan ekonomi China dengan negara-negara yang dihukum AS tidak akan rusak. Bahkan, Italia saja yang sudah menarik diri dari Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) China pada Desember 2023, tetapi giat berdagang dengan China.

Bagi banyak negara di selatan, kerja sama ekonomi dengan China masih menggiurkan. Dan bagi negara-negara miskin, China pun menjadi harapan setelah AS—donor terbesar di dunia—menangguhkan bantuan pembangunannya. Penangguhan itu menghentikan proyek-proyek yang didanai AS di sekitar 130 negara.

Keputusan Trump ini membahayakan upaya global melawan kemiskinan, kelaparan, penyakit, pemberantasan narkoba, dan konflik. Bagi Senator Demokrat, Andy Kim, ini bukan hanya perkara soal beramal, melainkan menjaga pengaruh AS di situasi yang berisiko. ”USAID (Lembaga Pembangunan Internasional AS) adalah salah satu alat terbaik kita untuk melawan pengaruh finansial dan ekonomi dari China,” ujarnya.

Dengan BRI, China mencoba menyatukan lebih dari 145 negara melalui proyek-proyek besar bersama seperti infrastruktur jembatan, jalan, dan pelabuhan. Laporan Kementerian Luar Negeri China pada 2024 menggambarkan bantuan pembangunan AS sebagai egois, sombong, munafik, dan buruk rupa, dan dengan sengaja mencampuri urusan dalam negeri negara lain demi keuntungannya sendiri.

”Bantuan luar negeri AS membawa dampak negatif yang serius pada perdamaian dan pembangunan dunia,” sebut laporan itu.

TOPSHOT - Containers are seen at the port in Nanjing, in China’s eastern Jiangsu province on February 5, 2025. Global equities have been hit by volatility this week after US President Donald Trump announced hefty tariffs on China, Canada and Mexico. (Photo by AFP) / China OUT

Menurut Evan Cooper yang memimpin proyek ”Reimagining US Diplomacy” di lembaga kajian Stimson Center di Washington, perebutan pengaruh AS dan China bukanlah permainan zero-sum di mana yang satu menang dan yang lain kalah. Jika USAID runtuh, tidak lantas China jadi berpengaruh besar di dunia.

Pembekuan dana bantuan bisa jadi meruntuhkan segala bantuan pembangunan tetapi tidak kemudian China akan turun tangan mengisi kekosongan. China akan berusaha mengamankan pasar penjualan, menciptakan ketergantungan, dan memperkuat posisi banding dalam negosiasi internasional.

Selain itu, para pemimpin China juga meyakini China akan bisa menggantikan AS sebagai kekuatan utama dunia. Bagi China, kebijakan Trump akan menghancurkan fondasi hegemoni global AS. Ketika AS lemah, di situlah peluang China memperluas pengaruh lebih cepat dan menggantikan AS.


Kerabat Kerja

Penulis:

Luki Aulia
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari