Ragam suara rusa dipengaruhi oleh usianya, suasana batinnya, durasi masa kawinnya—biasanya di masa kawin suara rusa cenderung parau—dan ”mood”-nya saat berkumpul.
02 Feb 2025 17:41 WIB · Internasional
Bukan sekadar iseng atau tanpa sejarah masa lalu jika para pemburu di Jerman antusias tampil pada lomba memanggil rusa jantan dengan menirukan suara teriakan binatang itu. Lomba ini digelar rutin setiap tahun di tingkat nasional. Pemenangnya mewakili Jerman di panggung level Eropa.
Tahun ini, lomba memanggil rusa jantan itu dihelat di Dortmund, wilayah barat Jerman, Jumat (31/1/2025). Lokasinya di arena pameran dagang, Jagd & Hund (Perburuan dan Anjing). Meski tema acaranya menirukan suara rusa, tak ada binatang dalam perlombaan itu.
Para peserta, kebanyakan laki-laki, mengenakan pakaian pemburu tradisional, termasuk topi hijau dengan rambut berjurai. Para juri duduk di bilik-bilik terpisah—rata-rata mendengarkan suara tiruan rusa yang ditampilkan peserta dengan memejamkan mata—agar bisa fokus tanpa terdistraksi suara lain.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/02/d855722b25d06337151280e849d459a5-Germany_Stag_Calling_Contest_127166696.jpg)
Para peserya menggunakan beragam perkakas untuk menghasilkan suara semirip mungkin dengan teriakan rusa.
Ada yang menggunakan perkakas berbentuk tanduk sapi, cangkang siput triton, silinder kaca, batang berongga, dan lain-lain. Perkakas itu digabungkan dengan peralatan lain untuk memperkuat suara dan resonansi yang dihasilkan.
Suara rusa, yang coba ditirukan para peserta, pun beragam. Menurut panitia lomba, ragam suara rusa itu dipengaruhi oleh usia rusa, suasana batin dan pikirannya, durasi masa kawinnya—biasanya di masa kawin suara rusa cenderung parau, serta mood rusa-rusa itu saat berkumpul.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/02/52e3e513ee1e4d4392de074fc57ca46f-GERMANY_HUNTING_FAIR_DEER_CALLING_CHAMPIONSHIP_127164311.jpg)
Tradisi menirukan suara rusa jantan ini sudah berusia ratusan tahun. Dahulu kala, cara itu ditujukan untuk berpura-pura menjadi rival seekor rusa jantan pada musim kawin guna memancing rusa sesungguhnya keluar. Trik ini digunakan para pemburu sebelum memutuskan, apakah akan melepaskan tembakan atau tidak saat berburu.
Pada ajang di Dortmund itu, ada tiga kategori yang dilombakan: suara rusa jantan tua mencari kawannya, suara rusa pejantan di tengah kumpulan rusa betina, dan suara ajakan duel antara dua rusa tangguh di puncak musim kawin.
”Menirukan suara rusa jantan, bagi saya, sangat memesona untuk dimainkan dengan rusa-rusa jantan,” ujar Fabian Wenzel, pemenang lomba.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/02/aa4bcfeda6e39277a52d04917f46266e-Germany_Stag_Calling_Contest_127166678.jpg)
”Dan mungkin bisa menembak rusa jantan tua setelah memanggilnya (dengan suara tiruan rusa) jadi hal terbesar yang diinginkan oleh setiap pemburu,” lanjutnya.
Wenzel, pemburu asal desa kecil di Nüdlingen, Bavaria, memenangi gelar juara untuk kelima kalinya berturut-turut. Ia akan mewakili Jerman tampil pada Kejuaraan Memanggil Rusa Jantan Eropa di Lithuania, Oktober 2025. (AP)
Penulis:
Muhammad Samsul HadiEditor:
Bonifasius Josie Susilo H