Tim ”Kompas” menjajal jalan tol dari Jakarta hingga Surabaya pada dua pekan sebelum Lebaran 2025. Bagaimana kondisinya?
18 Mar 2025 04:30 WIB · Nusantara
Jalan tol diprediksi masih menjadi primadona bagi pemudik yang menggunakan mobil pribadi. Waktu tempuh yang lebih cepat dan kondisi jalan yang lebih mulus dibandingkan jalan arteri menjadi pertimbangan sebagian besar pemudik untuk memilih jalan tol sebagai pilihan utama. Terlebih, jalan tol Trans-Jawa telah membentang lebih dari 1.000 kilometer dari Merak, Banten, hingga Probolinggo, Jawa Timur.
Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, terjadi peningkatan kendaraan pemudik keluar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) melalui jalan tol dalam dua tahun terakhir. Sebanyak 1,79 unit kendaraan keluar Jabodetabek pada 2023 dan meningkat menjadi 1,98 juta unit pada 2024. Adapun pada Mudik Lebaran 2025 mendatang, Kemenhub memprediksi jumlah kendaraan keluar Jabodetabek melalui jalan tol bakal mencapai 2 juta unit.
Pada Rabu (12/3/2025) atau sekitar dua pekan menjelang arus mudik Lebaran 2025, Tim Kompas melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya. Kami melewati ruas tol Trans-Jawa dari Jakarta-Surabaya yang membentang hampir 800 kilometer. Lalu, bagaimana kondisi jalan tol yang akan dilintasi kendaraan jutaan pemudik itu?
Tim Kompas mulai berkendara dari Menara Kompas yang berada di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, sekitar pukul 10.30 WIB. Kendaraan yang kami gunakan, yakni Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid, membawa empat penumpang dan barang bawaan dari anggota tim.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/17/2fbd6f36d783f6a11209e6776493c73a-IMG_8242.JPG)
Kami masuk dari Pintu Tol Pejompongan menuju Tol Dalam Kota. Kondisi jalan tol yang terletak di jantung ibu kota negara itu cenderung mulus sehingga membuat perjalanan terasa cukup nyaman. Mobil pun bisa melaju di kisaran kecepatan 80-100 kilometer per jam karena arus lalu lintas yang lancar.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Tol Jakarta-Cikampek. Memasuki Jalan Layang Sheikh Mohammed Bin Zayed (MBZ), jalanan mulai bergelombang ketika melintasi sambungan badan jembatan atau expansion joint. Pada situasi ini, pengendara sebaiknya menjaga kecepatan agar suspensi kendaraan tetap membuat penumpang nyaman.
Lepas dari Jalan Layang MBZ, kami beristirahat sejenak di tempat istirahat Km 57A Tol Jakarta-Cikampek. Tempat istirahat ini berada pertama kali setelah pengendara turun dari Jalan Layang MBZ dan sering kali menjadi salah satu tempat istirahat favorit para pemudik.
Di tempat istirahat ini, pemudik dapat beristirahat sekaligus mengganjal perut bagi mereka yang tidak berpuasa. Ada beragam makanan, mulai dari makanan cepat saji, makanan tradisional, hingga kopi. Setelah sekitar satu jam beristirahat, kami pun melanjutkan perjalanan.
Memasuki ruas Tol Cikopo-Palimanan (Cipali), laju kendaraan harus melambat karena di sejumlah titik masih ada perbaikan dan peningkatan kualitas jalan. Para pekerja terlihat memperbaiki salah satu sisi lajur, antara lain di Km 124 dan Km 126.
Pemudik pun tak perlu khawatir dengan penyempitan jalur ini karena pengelola tol memberikan tanda pekerjaan perbaikan jalan. Sebagian pekerja bahkan memberi rambu-rambu kepada para pelintas dengan melambaikan bendera merah agar pengendara lebih berhati-hati.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/17/d34f7f1f69a86e227a63d9bf8340313c-IMG_8214.JPG)
Usai melewati sejumlah lokasi di Tol Cipali yang diperbaiki, mobil yang kami kendarai dapat kembali tancap gas penuh. Jalan tol mulai dari Tol Cipali, Tol Palimanan-Kanci, Tol Kanci-Pejagan, Tol Pejagan-Pemalang, Tol Pemalang-Batang, hingga Tol Semarang-Batang relatif mulus.
Kendaraan yang kami tumpangi melaju tanpa hambatan sehingga dapat mengoptimalkan waktu perjalanan. Sekitar pukul 16.30 WIB, kami pun berhenti di tempat istirahat Km 379A Tol Semarang-Batang. Dalam kesempatan ini, kami berganti pengemudi karena sudah mengendarai lebih dari 4 jam.
Setiba di tempat istirahat Salatiga Km 456A sekitar pukul 18.30 WIB, kami kembali berhenti. Sebagian dari penumpang yang menjalankan ibadah puasa berburu takjil di tempat istirahat yang tersambung antara kedua sisi. Seusai mengisi perut, perjalanan kami lanjutkan.
Kondisi jalan tol yang mulus membuat perjalanan kami terasa nyaman meskipun harus berkendara di malam hari. Sekitar pukul 20.30 WIB, giliran kendaraan kami yang perlu ”minum” di tempat istirahat Km 519A Sragen. Jarum penunjuk bahan bakar berada di posisi 50 persen setelah menempuh perjalanan sekitar 545 kilometer.
Perjalanan berlanjut dari Sragen menuju tujuan akhir kami di Surabaya. Beberapa kali kami harus menerjang hujan di sebagian wilayah di Jatim. Namun, kondisi jalan tol yang mulus dan penerangan yang memadai membuat perjalanan dapat kami lalui dengan selamat.
Tak terasa perjalanan sudah meghabiskan waktu sekitar 12 jam. Akhirnya, kami tiba di Surabaya pada pukul 23.00 WIB dengan selamat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/09/20/69b09f11-cf17-464b-9f69-23c4c78a3fc8_jpg.jpg)
Group Chief Executive Officer Astra Infra, Firman Yosafat Siregar, melalui keterangan tertulis, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk menghadirkan perjalanan yang aman dan nyaman bagi 2,3 juta kendaraan yang diprediksi melintas selama periode Lebaran 2025.
Beberapa persiapan juga telah dilakukan untuk menjaga keselamatan dan keamanan pengguna jalan tol, terutama dalam kondisi cuaca ekstrem. Beberapa hal yang telah dilakukan, antara lain, pembersihan saluran air untuk mencegah banjir, penguatan beberapa titik lereng untuk mencegah longsor, serta pengujian refleksitas rambu, marka, dan reflektor jalan tol untuk memastikan keamanan berkendara.
”Kami siap menghadapi peningkatan arus lalu lintas pada periode Lebaran tahun ini melalui berbagai upaya peningkatan kualitas serta kapasitas layanan tol Astra Infra,” ujarnya.
Senior Manager Representative Office 1 PT Jasamarga Transjawa Tol Amri Sanusi menambahkan, ada sejumlah perbaikan jalan di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Salah satunya rekonstruksi jalan di Km 49+110 sampai Km 49+179 arah Cikampek di lajur 1. Perbaikan dilakukan mulai Sabtu-Kamis (15-21/3/2025) setiap pukul 09.00 hingga 24.00 WIB.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/17/4c91fff23a6c6124858794204e83666c-IMG_8244.JPG)
Sebagai bentuk mitigasi, PT Jasamarga Transjawa Tol telah menyiapkan prosedur, antara lain, pengalihan arus lalu lintas yang terdampak sebelum area kerja dan mempersempit area kerja. Pihaknya juga mempersiapkan contraflow apabila kondisi lalu lintas kendaraan padat, serta berkoordinasi dengan Kepolisian Patroli Jalan Raya (PJR) dalam pengaturan lalu lintas.
Meskipun hingga dua minggu jelang Lebaran masih ada sejumlah lokasi di jalan tol yang diperbaiki, Kementerian Perhubungan memberi tenggat waktu kepada pengelola. Kemenhub meminta pekerjaan proyek konstruksi di sekitar ruang manfaat jalan dihentikan sementara mulai Senin (24/3/2025) hingga Senin (14/4/2025).
Sekretaris Jenderal Asosiasi Jalan Tol Indonesia Kris Ade Sudiyono menuturkan, terkait kesiapan Asosiasi Jalan Tol Indonesia menghadapi arus mudik dan balik Lebaran akan dirilis pekan ini. Namun, pada intinya, sudah siap untuk menemani para pemudik merayakan Lebaran.
Selain kesiapan infrastruktur jalan tol, pihaknya juga senantiasa bekerja sama dengan pemangku kepentingan lain. Kerja sama tersebut terkait mengatur rekayasa lalu lintas selama periode libur Lebaran. ”Semoga arus mudik dan balik Lebaran berjalan lancar, nyaman, dan aman,” tutur Kris.
Penulis:
Emanuel Edi Saputra, Nikolaus Harbowo, Stephanus AranditioEditor:
Iqbal BasyariPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto