Sensasi Sengatan Cita Rasa ala Sulaiman Resto

Iga kambing bakar menyodorkan kejutannya lewat daging berselimut bumbu-bumbu begitu kuat. Setali tiga uang, mi ayam menjejakkan sengatan yang cukup lama pada lidah.

31 Mar 2025 16:00 WIB · Gaya Hidup

Oleh Dwi Bayu Radius

Untuk merayakan Lebaran, Sulaiman Resto bolehlah dipertimbangkan untuk kulineran. Klop dengan nuansa Lebaran, restoran megah tersebut menawarkan aneka santapan China yang halal.

Begitu memasuki Sulaiman Resto di Jalan KH Zainul Arifin, Jakarta, interior yang nyaman dan modern langsung menyita pandangan pengunjung. Pegawai senantiasa mempersilakan konsumen dengan ramah dan membukakan pintu. Beberapa kaligrafi dengan pigura yang elegan tergantung di tembok.

Sambil menunggu pesanan, pengunjung di lantai dasar bisa mengamati beberapa akuarium. Di dalam air yang jernih dengan gelembung-gelembung, tampak udang galah, kerapu macan, udang ronggeng, gurami, kerang batik, dan keong macan. Foto-foto figur publik yang pernah berkunjung juga berderet di dinding.

Quote

Kecintaannya terhadap agama memang kuat. Masakan China halal dipilih biar beda. Menunya ada campuran Timur Tengah juga.

Beberapa artikel berbahasa Mandarin tak ketinggalan dipajang. Restoran itu terlihat semakin luks dengan sofa empuk, meja kokoh, dan kursi mentereng. Di lantai dua, tersedia pula ruang privasi dengan meja bundar untuk sekitar 10 orang. Pengunjung juga bisa bercengkerama di lantai tiga.

Andalan Sulaiman Resto, iga kambing bakar, tersaji sekitar 10 menit setelah dipesan. Kao yang pai, demikian sebutannya dalam bahasa Mandarin, langsung menyodorkan kejutan lewat daging berselimut bumbu-bumbu begitu kuat. Pedas spontan menyambar indera pengecap seiring aroma yang menusuk hidung.

Menu iga kambing bakar di restoran Sulaiman di Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (26/3/2025). Restoran China halal yang berdiri sejak 2011 tersebut menyajikan bermacam menu klasik dan tumisan. 

KOMPAS/AGUS SUSANTO
25-3-2025

Taburan cabai di mulut mencuatkan keunikan lewat selintas krenyes yang melebur dengan gurih. Daging yang kenyal mudah saja terlepas dari tulangnya dengan digigit lalu sedikit direnggut. Lemak pun berselang-seling menambah gurih hidangan yang cukup untuk tiga hingga empat orang tersebut.

Hidangan favorit lain, sate kambing alias yang rou chuan, baru terendus saja wanginya sudah menggugah selera. Lagi-lagi, pedas langsung menyergap karena cacahan cabai merah yang dioven. Serupa dengan sate ayam atau kao ji rou chuan, irisan-irisannya pun dimarinasi terlebih dulu selama belasan menit.

Berbeda dari sate umumnya yang berlumur saus kacang atau kecap manis ditemani bawang merah dan potongan cabai, sajian di Sulaiman Resto dibubuhi garam, merica, hingga bubuk jintan. Tusuk besi juga memancarkan panas yang kian merata supaya daging matang lebih cepat meski ukurannya lumayan besar.

Quote

Bos paling sering datang, terus saya diajak. Sekarang, ramai-ramai. Sebabnya, meski masakan China, tapi halal. Jadi, semua bisa makan.

Setali tiga uang, mi ayam atau da pan ji ban mian menjejakkan sengatan yang cukup lama pada lidah. Wajar lantaran rempah khas China, bumbu mala, sangat membekas yang semakin mengentak dengan bunga lawang, cabai kering, jahe, paprika, dan bawang bombai.

Lebih-lebih, daun siang ye atau semacam salam turut ditaburi untuk menyedapkan masakan dengan porsi tergolong jumbo itu yang bisa disantap hingga empat orang. Mi yang malang melintang di antara kentang, bawang putih, dan rajangan paha ayam juga berlainan dibandingkan biasanya.

Menu sate daging ayam dan kambing di restoran Sulaiman di Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (26/3/2025). Restoran China halal yang berdiri sejak 2011 tersebut menyajikan bermacam menu klasik dan tumisan. 

KOMPAS/AGUS SUSANTO
25-3-2025

Lamien, olahan terigu yang pipih ala ”Negeri Tirai Bambu”, sangat terasa dibuat sendiri mengacu pada tekstur dan aromanya. Bukan produk kemasan yang dihasilkan pabrik. Kompor kecil menghangatkan piring keramik lebar dengan kuah yang konstan sedikit menggelegak.

Harga seporsi iga kambing bakar Rp 458.000, sate kambing Rp 18.800, mi ayam Rp 158.000, dan sate ayam Rp 15.000. Rekomendasi lain, nasi tomat telur atau xi hong shi ji dan fan, boleh juga untuk dicicipi yang dibanderol Rp 58.000 per piring.

Kuliner Sichuan

Sentakan-sentakan yang menyerbu lidah tak pelak mencurahkan sensasi cita rasa lazimnya kuliner Sichuan. Provinsi di China tersebut memang kondang dengan menu yang pedasnya di atas rata-rata. Di Sulaiman Resto tersedia lebih kurang 135 makanan dan 25 minuman.

Pemilik restoran itu, Sulaiman, tak hanya bertopang dagu. Ia hilir mudik, memantau pegawai-pegawai, dan mengobrol dengan tamunya. Saat dimintai keterangan seputar usahanya, Sulaiman meminta maaf sambil mengatupkan tangan. Ia kemudian meminta staf untuk menghubungi koki agar bisa menyampaikan jawaban.

Quote

Minta potongan cabai juga boleh. Harga dan rasanya sepadan.

Seusai keramaian yang berangsur melandai, Heri Susanto (30) baru lumayan senggang sekitar pukul 21.30. Juru masak yang telah bekerja di Sulaiman Resto sejak tahun 2015 itu tak menjelaskan lebih jauh ketika ditanya tentang nama asli Sulaiman.

Menu mie ayam porsi besar di restoran Sulaiman di Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (26/3/2025). Restoran China halal yang berdiri sejak 2011 tersebut menyajikan bermacam menu klasik dan tumisan. 

KOMPAS/AGUS SUSANTO
25-3-2025

Ia hanya mengungkapkan, demikianlah sehari-hari pemimpinnya disapa. Heri menaksir umur Sulaiman sekitar 50 tahun. Ia lantas menjelaskan soal leluhur Sulaiman yang memeluk agama Islam dan berasal dari Henan di China bagian tengah.

”Kecintaannya terhadap agama memang kuat. Masakan China halal dipilih biar beda. Menunya ada campuran Timur Tengah juga,” ujar Heri. Lambat laun, kabar menyebar dari mulut ke mulut. Tak sedikit konsumen yang ikut datang karena penasaran selepas menyaksikan konten-konten media sosial.

Bumbu China

”Pengin coba makanannya kayak apa. Dominannya memang Sichuan. Contoh, ada bumbu mala,” ujarnya sambil menunjuk rempah tersebut dalam wadah logam. Bumbu itu bisa sedikit melegakan tenggorokan yang dipasok dari China, demikian pula daun siang ye.

”Bisa dibilang, ladanya China. Kalau enggak salah, di Kalimantan atau Sulawesi juga ada, tapi tetap beda,” ucap Heri. Ia juga meramu bumbu-bumbu utama untuk semua masakan. Meski rahasia, bisa terkecap sekelebat kapulaga yang termasuk salah satu bumbu tersebut.

Puji Kartika Sari (42) datang bersama atasan dan rekan-rekan kantornya ke Sulaiman Resto. Warga Kebayoran Lama, Jakarta, itu memesan tomat cah telur atau xi hong shi chao ji dan. Ia dan teman-temannya juga mencicipi ayam krispi pedas alias sa jiao la zi ji.

Suasana restoran Sulaiman di Taman Sari, Jakarta Barat, Selasa (26/3/2025). Restoran China halal yang berdiri sejak 2011 tersebut menyajikan bermacam menu klasik dan tumisan. 

KOMPAS/AGUS SUSANTO
25-3-2025

”Sudah dua kali saya datang. Makanannya enak. Porsinya banyak lagi. Tomat cah telur pas manis dan asinnya. Ayam krispi pedasnya gurih,” ujar Tika, sapaannya. Ia dan kolega-koleganya juga menandaskan lao bei jing suan la tang yang berarti sup asam pedas.

Quote

Bukan pahit yang ia rasakan, hanya gurih dan enak.

Mereka menambah chao la tiao zi, sebutan mi goreng dalam bahasa Mandarin, dalam struk pembayarannya. Tika bisa menambah chili oil dan lada agar makanannya semakin pedas. ”Minta potongan cabai juga boleh. Harga dan rasanya sepadan,” ucapnya.

Pegawai bank bidang sumber daya manusia yang berkantor di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, tersebut pertama kali bertandang ke Sulaiman Resto pada tahun 2024. ”Bos paling sering datang, terus saya diajak. Sekarang, ramai-ramai. Sebabnya, meski masakan China, tapi halal. Jadi, semua bisa makan,” tuturnya.

Kenyamanan dan pelayanan juga dirasakan Dona (23), seorang wiraswasta. Ia yang bukan berasal dari Jakarta baru pertama kali mencoba makan tofu (tahu) di Sulaiman Resto. Bukan pahit yang ia rasakan, hanya gurih dan enak. Saking enaknya, ia bersama teman perempuannya juga pesan untuk dibawa pulang.

Catatan: Artikel ini merupakan kolaborasi dengan peserta magang harian Kompas, Giofanny Sasmita, mahasiswi jurnalistik Universitas Multimedia Nusantara.


Kerabat Kerja

Penulis:

Dwi Bayu Radius
 | 

Editor:

Moh. Hilmi Faiq