Selama 2024, 500 orang tajir dunia makin melintir. Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Jensen Huang memimpin daftar orang terkaya dengan kekayaan 10 triliun dollar AS.
02 Jan 2025 08:00 WIB · Internasional
Kocek orang-orang tajir dunia makin tebal. Penyebabnya beragam, mulai dari dukungannya terhadap tokoh politik dalam pemilihan presiden hingga kenaikan harga saham perusahaannya di pasar saham. Meski ada kerugian, angkanya tak sampai membuat kekayaan para kaum tajir ini merosot jauh.
Nilai total kekayaan yang dilacak oleh Bloomberg Billionaires Index mencapai 9,8 triliun dollar AS, Senin (30/12/2024). Nominal ini turun sedikit dari puncaknya, 11 Desember 2024, yakni 10,1 triliun dollar AS.
Kekayaan mereka ini hampir setara dengan gabungan produk domestik bruto (PDB) tiga negara maju—Jerman, Jepang, dan Australia—tahun lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bank Dunia.
Kenaikan saham perusahaan-perusahaan teknologi Amerika Serikat memainkan peran penting untuk mempertebal kocek orang-orang kaya ”Negeri Paman Sam”. Sebut saja Larry Ellison (salah satu pendiri perusahaan peranti lunak Oracle), Jeff Bezos (pendiri Amazon), Michael Dell (pendiri perusahaan teknologi DELL), serta Larry Page dan Sergey Brin (pendiri Google).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2020/01/25/TOPSHOT-INDIA-ECONOMY-AMAZON-BEZOS_86601217_1579969840.jpg)
Jika dikombinasikan, pada tahun 2024, mereka mengantongi duit lebih dari 600 miliar dollar AS. Menurut Indeks Miliarder Bloomberg (Bloomberg Billioners Index), angka itu setara 43 persen dari total 1,5 triliun total kenaikan kekayaan 500 orang terkaya di dunia.
Akan tetapi, sesungguhnya, ada nama-nama tertentu yang total nilai kekayaannya tahun 2024 ini naik gila-gilaan. Musk, yang kini menyebut dirinya dengan nama baru Kekius Maximus, mendominasi daftar orang terkaya tahun 2024.
Hubungan dekat Musk dengan Donald Trump, presiden terpilih AS, membantu meningkatkan nilai perusahaannya, mulai dari Tesla Inc., SpaceX, hingga xAI. Itu juga mendongkrak kekayaannya hingga mencapai 442,1 miliar dollar AS, naik 213 miliar dollar AS dibandingkan awal tahun.
Kenaikan sedrastis itu tak pernah terjadi sebelumnya, sekaligus meneguhkan posisi Musk di pemuncak daftar orang tertajir di dunia, melampaui Bezos yang berada di posisi kedua. Selisih 237 miliar dollar AS antara Musk dan Bezos per 17 Desember 2024 merupakan selisih terbesar yang pernah tercatat berdasarkan indeks Bloomberg.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/13/bbdb3b86c2bdf36b7368a63e2cbeaf74-000_36MB3TD.jpg)
Secara umum, orang-orang tajir ini beruntung karena harga saham yang meroket, berbanding terbalik dengan ramalan dan ekspektasi pasar tahun 2024.
Indeks S&P 500 mengalami kenaikan 24 persen hingga Senin (30/12/2024), yang didukung sekelompok kecil saham yang dijuluki ”Magnificent Seven”. Di dalamnya adalah saham Tesla milik Musk, Meta Platforms Inc. milik Zuckerberg, dan Nvidia Corp. milik Jensen Huang, yang menyumbang lebih dari setengah kinerja acuan saham.
Secara umum, orang-orang tajir ini beruntung karena harga saham yang meroket berbanding terbalik dengan ramalan dan ekspektasi pasar tahun 2024.
Kemenangan Trump juga mendorong kenaikan keuntungan para pemilik perusahaan ketika indeks S&P 500 mencapai titik tertinggi sepanjang masa pada 6 November 2024 dalam pascapemungutan suara pilpres AS. Ini kinerja terbaik dalam sejarah. Kocek para miliarder dalam indeks tersebut semakin tebal setelah secara total meraup 505 miliar AS atau 34 persen dari total tahunan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/10/22/a65f56df5e18c6a33d99fcc5233bb715-241022_nvidia_3.jpg)
Kemenangan Trump juga mendorong melonjaknya nilai mata uang digital. Bitcoin, misalnya, mencapai nilai 100.000 dollar AS untuk pertama kalinya.
Situasi itu juga mendorong para pencipta mata uang digital (kripto) bertambah tajir. Sebut saja Changpeng Zhao (pencipta Binance Holding) dan Brian Armstrong (pendiri Coinbase Global Inc.). Kekayaan Changpeng melonjak 60 persen menjadi 55 miliar dollar AS, sedangkan kekayaan Armstrong naik lebih dari 50 persen menjadi 11,1 miliar dollar AS.
Trump juga mendapat berkah ganda. Selain kembali ke Gedung Putih, kekayaannya, menurut Bloomberg, melonjak ke rekor tertinggi didorong kinerja saham Trump Media & Technology Group Corp. Meski merugi 19,2 juta dollar AS pada kuartal lalu, nilainya naik 95 persen pada akhir tahun ini dengan nilai pasar lebih dari 7 miliar dollar AS. Trump sendiri berada di peringkat ke-471 Bloomberg Billioners Index dengan total kekayaan mencapai 6,47 miliar dollar AS.
Huang adalah salah satu miliarder yang meroket tahun ini, dengan penambahan kekayaan 76 miliar dollar AS. Saham perusahaan semikonduktor NVidia miliknya yang naik tiga kali lipat pada tahun 2024 telah menjadikan perusahaannya sebagai perusahaan paling berharga di dunia, sekaligus ”memberikan perlindungan” kepada Taiwan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/15/31d366d8-291f-462e-893e-437296b8f888_jpg.jpg)
Tidak semua bernasib baik. Sejumlah pengusaha yang inti bisnisnya adalah produk adibusana atau kecantikan mengalami kerugian cukup besar pada tahun 2024. Bernard Arnault (CEO LVMH), Francois Bettencourt Meyers (cucu pendiri produk kecantikan L’Oreal), dan Francois Pinault (perusahaan payung Gucci, YSL, Balenciaga, dan Bottega Venetta) adalah beberapa pengusaha yang nominal kekayaan menyusut.
Setelah keuntungan berlipat ganda awal-awal pascapandemi, saat orang-orang membelanjakan uangnya yang mengendap, penjualan yang melambat membuat mereka kehilangan pendapatan sekitar 71 miliar dollar AS.
Begitu juga dengan pemilik lokapasar Temu asal China, Colin Huang. Colin yang sempat menduduki posisi sebagai orang terkaya di ”Negeri Tirai Bambu” pada Agustus lalu mengakhiri 2024 dengan kerugian hingga 18 miliar dollar AS. Kondisi itu juga mendorong saham perusahaannya anjlok hingga 29 persen.
Lainnya adalah Pham Nhat Vuong, salah satu tokoh besar di Vietnam. Pham, lulusan ilmu bumi dari sebuah universitas di Moskwa, harus berdiam diri sejenak setelah usaha anyarnya di sektor otomotif mengalami kerugian cukup besar.
Nilai saham perusahaan listrik Pham, Vinfast Auto Ltd, yang pertama kali melantai di bursa Nasdaq pada Agustus 2023, anjlok hingga 70 persen di awal tahun. Walau kini pulih, penurunan itu membuat Vuong kehilangan hampir separuh dari total kekayaannya. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Mahdi MuhammadEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari