Orangtua Berharap Polisi Temukan Bilqis, Anak yang Diculik di Makassar

Anak berusia 4,5 tahun diculik saat ikut ayahnya ke lapangan tenis. Beredar rekaman video kamera pengawas yang menunjukkan saat anak tersebut dibawa.

08 Nov 2025 18:25 WIB · Kriminalitas

KOMPAS/HERU SRI KUMORO

Oleh Reny Sri Ayu

Dwinurmas (34), warga Makassar, berharap polisi segera menemukan Bilqis Ramdhani (4,5) anaknya. Sejak diculik sepekan lalu, hingga kini belum ada kabar keberadaan Bilqis. Polisi menyebut masih melakukan penyelidikan.

Saat dihubungi Sabtu (8/11/2025), Dwinurmas yang akrab disapa Dimas, tak banyak berkomentar. Dia hanya menceritakan kronologi hilangnya anak pertamanya, selebihnya meminta doa.

”Kami mohon doa kepada anak kami semoga bisa ditemukan dan kembali pada kami.  Harapan kami pihak berwajib bisa menemukan Bilqis dalam keadaan sehat,” katanya.

Kasus penculikan Bilqis ramai jadi perbincangan di Makassar. Terlebih dengan potongan video dari kamera pengawas yang memperlihatkan seorang perempuan membawa tiga orang anak, Bilqis salah satunya.

Satpam sekolah memastikan para siswa dijemput oleh orang tua ataupun keluarga siswa saat pulang sekolah di SD Negeri Joglo 05, Kembangan, Jakarta Barat, Senin (30/1/2023). Maraknya kasus penculikan anak membuat pihak sekolah menerapkan kebijakan bagi para siswa agar menunggu jemputan di halaman sekolah.

Penculikan ini terjadi di Taman Pakui, di seputar jalan AP Pettarani Makassar, Minggu (3/11/2025). Taman ini adalah salah satu tempat yang kerap ramai dikunjungi untuk berolahraga. Di taman ini ada beberapa fasilitas untuk berolahraga juga tempat bermain untuk anak-anak.

Quote

Saya tidak kenal yang membawa anak saya.

Dimas mengatakan saat itu dia datang ke Taman Pakui bersama Bilqis. Menurut rencana, dia akan bermain tenis sembari melatih. Saat itu Bilqis berada di pinggir lapangan.

”Sebelum melatih, dia masih sama saya. Tapi, setelah itu dia izin mau bermain di sebelah (lapangan). Saya memang sering bawa dia kalau saya lagi melatih. Tapi, saya selalu pantau waktu dia bermain. Pagi itu juga sering saya panggil dan dia menyahut. Tapi pas gim ke tiga saya panggil sudah tidak ada,” katanya.

Dia mengingat saat itu waktu menunjuk antara pukul 09.00 dan 10.00 Wita. Saat menyadari anaknya tak ada, dia mencari di sekitar lapangan bahkan hingga ke jalan AP Pettarani dan sekitarnya, tetapi Bilqis tak ditemukan.

Keluarga berwisata di obyek wisata Taman Pintar, Yogyakarta, Sabtu (8/11/2025). Kehadiran orang tua penting dalam tumbuh kembang anak di tengah maraknya fenomena tumbuh tanpa pengasuhan ayah atau fatherless. Analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menunjukkan 15,9 juta anak di Indonesia berpotensi tumbuh tanpa pengasuhan ayah. Kehadiran ayah dalam perkembangan anak bisa mengurangi risiko anak menjadi korban kekerasan. 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke polisi. Tak berselang lama, beredar rekaman video dari salah satu kamera pengawas di sekitar Taman Pakui yang  menunjukkan seorang  perempuan membawa tiga orang anak. Dimas mengonfirmasi salah satu anak dalam video tersebut adalah Bilqis.

”Saya tidak kenal yang membawa anak saya. Sejak kejadian itu ipar saya pernah dihubungi seseorang, mungkin mau menipu. Dia mengatakan mengetahui keberadaan anak saya, tetapi dia minta uang,” katanya.

Terkait kasus ini polisi menyebut sedang menyelidiki. Polisi juga belum menyimpulkan apalah penculikan ini terkait tindak pidana perdagangan orang atau ada motif lain.

Sempat beredar kabar ada seorang perempuan yang ditangkap dan diduga pelaku. Namun, belum bisa dipastikan orang tersebut adalah pelaku. Informasi yang diperoleh menyebut aparat kepolisian mencari Bilqis hingga keluar Makassar.

”Sampai saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan. Polisi masih terus bekerja untuk mengungkap kasusnya dan menemukan korban,” kata Kepala Seksu Humas Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Polisi Wahiduddin, Sabtu.

Keluarga berwisata di kawasan Titik Nol,  Yogyakarta, Sabtu (8/11/2025). Kehadiran orang tua penting dalam tumbuh kembang anak di tengah maraknya fenomena tumbuh tanpa pengasuhan ayah atau fatherless. Analisis Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menunjukkan 15,9 juta anak di Indonesia berpotensi tumbuh tanpa pengasuhan ayah. Kehadiran ayah dalam perkembangan anak bisa mengurangi risiko anak menjadi korban kekerasan. 

Kompas/Ferganata Indra Riatmoko


Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase