Tensi tinggi laga membuat seorang atlet yang dicap ”manusia luar biasa” itu memperlihatkan sisi manusiawinya. Momen sepersekian detik itu menjadi penjeda aksi.
09 Jun 2026 07:00 WIB · Klinik Foto
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN
Indonesia Terbuka 2026 telah usai. Acara yang digelar selama enam hari itu sukses membuat ratusan ribu pasang mata menikmati aksi dari para bintang bulu tangkis dunia. Salah satu turnamen bulu tangkis paling bergengsi di dunia ini tak luput menjadi incaran para awak media untuk meliput segala yang terjadi, baik di lapangan maupun luar lapangan. Mereka berbondong-bondong merekam segala kejadian.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/02/191701edb6ac046c50999f44230dfe48-FAK_9880.jpg)
Meliput turnamen bulu tangkis tentu saja merekam aksi para atlet yang saling serang untuk merebut angka. Namun, di antara setiap serangan yang terjadi, terdapat momen-momen kecil dan sederhana yang kadang terlupakan, baik sebelum, di tengah pertandingan, maupun seusai pertandingan.
Salah satu yang menarik diabadikan adalah momen saat para atlet mulai memasuki lapangan. Indonesia menjadi salah satu negara dengan penggemar bulu tangkis yang sangat militan. Para pencinta bulu tangkis ini bahkan saling berebut tempat untuk mendapatkan posisi terbaik agar bisa mendekat dengan para atlet pujaan mereka. Saat atlet sudah mulai berjalan menuju lapangan, tribune bagian bawah langsung ramai dikerumuni para pencinta bulu tangkis yang berebut jabat tangan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/02/9cacb3643727723ae34ca3839a7d7a11-FAK_0105.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/08/57f287659dfbb6a84eac206af7faadeb-cropped_image.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/08/91b6851b1b6cb8d11c39b7615e7a30c8-cropped_image.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/08/80e0c70750a9418545c3ef4060a51178-FAK_6948.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/08/41a5bc28b142bd0b338aeadfe7bc2bfd-FAK_6936.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/88550a2db67a2615fa402e0187e8a416-MYE_6023.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/08/76648ac943c85374e606dc05ecc10261-cropped_image.jpg)
Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN.
Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN.
Tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN.
Siluet ganda putra India, Arjun Madathil Ramachandran.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN.
Siluet ganda putra Malaysia, Tan Wee Kiong
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN.
Ganda putra Indonesia, Nikolaus Joaquin/Raymond Indra.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN.
Ganda putra Indonesia, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.
KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN.
Pada saat pertandingan dimulai, gemuruh penonton memenuhi ruangan Istora Senayan. Teriakan Indonesia yang berkelindan dengan tepukan balon menjadi penanda pertandingan akan segera dimulai. Tentu pada saat ini, setiap mata tertuju ke arah lapangan untuk menyaksikan jalannya pertandingan.
Ribuan pasang mata terus menatap tajam pergerakan para atlet yang bertanding. Tidak hanya penonton, para wartawan yang meliput pun tak pernah melepaskan setiap gerakan para atlet untuk direkam.
Setiap atlet memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Tensi tinggi dalam setiap pertandingan pun membuat para pemain saling jatuh bangun demi mempertahankan satu poin yang berharga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/09859f2de4f2b5fbdd68e270b6805de3-MYE_5716.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/fa01fc6155ef698d4a9c28dcd1c0930c-MYE_7197.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/2703999d71a95645d17c7cff56c05e83-MYE_6228.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/a68c3f50b973b44d0b252e6f7b58e194-MYE_4202.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/49b92e7292db0c1f32bfd3da4166a630-MYE_4512.jpg)
Pertandingan yang cukup lama dengan gerakan yang hampir serupa itu bisa membuat wartawan, khususnya wartawan foto, untuk jeda sembari memperhatikan jalannya pertandingan. Di tengah jeda itu, biasanya wartawan foto ”mencairkan” gambar yang beku agar menciptakan foto yang berbeda.
Selain menciptakan gambar yang dinamis, para fotografer biasanya mencari detail-detail yang hanya terjadi sepersekian detik. Tidak hanya itu, momen sepersekian detik itu pun terjadi pada momen-momen lucu, seperti kok yang terkena pemain atau wajah pemain yang tertutup raket.
Tensi tinggi yang diperlihatkan para atlet tentu menjadi buruan para fotografer yang memotret. Di antara sela-sela itu, para atlet terkadang memperlihatkan ekspresinya saat berhasil atau gagal mencetak poin. Di momen ini, atlet yang sering dikatakan ”bukan manusia biasa” itu memperlihatkan sisi manusiawinya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/3a1f68be1d7daf7f77a7ca3e88c4771e-MYE_5775.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/3d4a6d26ff41373eaca54ec62dfb3a2b-MYE_6244.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/d03f2dc7c6e79265abd62917231f8596-MYE_2600.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/04/df4adb46b5bb3ddf41f878123018c7d3-MYE_1696.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/1c3b0152b27d219a410e3ae1f7be52e0-MYE_4545.jpg)
Dalam setiap pertandingan, menang dan kalah menjadi hal yang lumrah. Kebahagiaan dan kesedihan pun menjadi sisi manusiawi para atlet yang mereka perlihatkan usai pertandingan. Namun, kebahagiaan dan kesedihan antara menang dan kalah itu hanya terjadi sesaat. Perayaan yang tidak berlebihan dari atlet menjadi cara mereka untuk menghormati lawannya yang kalah. Saling bersalaman pun wajib dilakukan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/05/10fad8ed8c73b87cc6d976b068dfb64b-MYE_3534.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/05e4b06da754997620953eafc9829924-MYE_5132.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/7d9878d633f0a35ccf7d3f69ea2a17f3-MYE_3681.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/1b6c08ffea11eee7e8952a6a1cdd65fa-MYE_2922.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/2a7ec8290017680c0da79de7db87cc04-MYE_3807.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/ee77385a13af9d68eaa45909d43cbe15-MYE_7444.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/f318ec52b846e2645d7e8c9936b6a873-MYE_7679.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/07/9cfdfb43ea2f015f903217e3b89054d5-MYE_5534.jpg)
Setelah pertandingan, para atlet baik yang menang ataupun kalah akan membagikan berbagai suvenir kepada para penonton. Saat babak final, seusai pertandingan para atlet langsung menaiki podium. Di tempat itu menjadi akhir perjalanan mereka berjuang sejak hari pertama Indonesia Terbuka 2026.
Penulis:
Fakhri FadlurrohmanEditor:
Iwan SetiyawanPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase