Sepuluh Menit Absurd MU di Markas Tottenham

Manchester United harus rela berbagi poin dengan Tottenham walaupun tampil nyaris tanpa celah selama 80 menit lebih. Sepuluh menit terakhir laga mengubah segalanya.

09 Nov 2025 00:03 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, SABTU — Manchester United nyaris saja membalaskan dendam final Liga Europa musim lalu atas Tottenham Hotspur dengan mereplikasi pendekatan tim lawan. Namun, misi ”Si Setan Merah” berantakan akibat sepuluh menit terakhir yang absurd di markas lawan.

Jika laga dihentikan pada menit ke-80, MU sangat pantas meraup tiga poin. Namun, saat memasuki injury time, tim tamu sudah beruntung seandainya mampu pulang dengan satu poin. Laga dramatis itu berakhir dengan hasil imbang 2-2 di Stadion Tottenham Hotspur, London, Sabtu (8/11/2025).

”Untungnya kami mendapat satu poin. Saya rasa kami pantas mendapatkan lebih dengan cara bermain kami. Gol pertama mereka sedikit beruntung, saya agak kesal karena itu, tetapi saya bangga dengan bagaimana tim bangkit,” kata bek MU, Matthijs de Ligt, yang mencetak gol penyeimbang di menit ke-90+4.

Gol itu hanyalah salah satu dari banyak momen dramatis selama sekitar sepuluh menit terakhir laga. Drama dimulai pada menit ke-84, setelah Tottenham menyeimbangkan kedudukan tiba-tiba lewat pemain pengganti Mathys Tel. Seperti kata De Ligt, gol itu berbau keberuntungan.

Sebelum masuk ke gawang, tembakan Tel berbelok arah karena membentur kaki De Ligt. Gol itu terbilang mengejutkan. Walaupun diserang terus-terusan, MU sebenarnya masih dalam kontrol penuh dengan pertahanan yang sangat disiplin dan rapi. Mereka kecolongan di satu momen kursial itu.

Penyerang Tottenham Hotspur Mathys Tel (kanan) merayakan gol bersama rekannya Wilson Odobert dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Sabtu (8/11/2025).

Nasib buruk bertubi-tubi menghampiri tim tamu. Beberapa menit setelah kemasukan, penyerang pengganti MU, Benjamin Sesko, mendapatkan peluang dalam situasi serangan balik. Namun, tidak hanya gagal mengeksekusi peluang, dia juga mengalami cedera akibat momen tersebut.

Alhasil, tim asuhan Pelatih Ruben Amorim harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Sesko keluar lapangan. MU sudah mencapai batas lima pergantian pemain. Tidak lama berselang, Tottenham sukses memanfaatkan keunggulan pemain dengan berbalik unggul lewat gol striker Richarlison.

Saat hampir pasti pulang dengan tangan hampa, Setan Merah mampu mendapatkan tendangan sudut pada menit-menit terakhir. Umpan kapten tim Bruno Fernandes berhasil dimanfaatkan De Ligt yang berdiri bebas di tiang jauh. Kedua tim pun terpaksa berbagi poin.

”Perasaannya seperti 50-50. Kami kebobolan satu gol dan kami memang kalah (di babak pertama). Di babak kedua, reaksi kami bagus, kami mengubah permainan. Tentu kami juga kesal karena kami seharusnya menang hari ini, tetapi inilah sepak bola,” kata Tel.

MU belajar banyak dari kekalahan final Liga Europa di Bilbao, Mei lalu. Ketika itu, mereka kalah 0-1 dari Tottenham yang tampil sangat berhati-hati dan lebih efisien. ’Si Lili Putih”, julukan Tottenham, mampu unggul lebih dulu di paruh pertama dan hanya menjaga keunggulan setelah turun minum.

Fernandes dan rekan-rekan enggan kecolongan lagi di paruh pertama. Mereka pun tidak bermain terlalu terbuka dan lebih banyak menunggu. Kesabaran itu berbuah manis. Saat mendapatkan momentum, mereka berhasil membuka keunggulan lewat sundulan penyerang Bryan Mbeumo.

Gelandang Manchester United Manuel Ugarte (kiri) mengejar pemain Tottenham Hotspur Wilson Odobert dalam pertandingan Liga Inggris di Stadion Tottenham Hotspur, London, Inggris, Sabtu (8/11/2025).

MU mencuri ilmu Tottenham di Bilbao. Mereka nyaris hanya berupaya menjaga keunggulan seusai turun minum. Terbukti, tim tamu hanya mampu menghasilkan satu tembakan sepanjang paruh kedua, di luar gol dari De Ligt. Adapun Tottenham menghasilkan tujuh tembakan selama 45 menit kedua.

Amorim berkata, timnya kurang beruntung. Selain Sesko, mereka juga kehilangan bek Harry Maguire dan gelandang Casemiro akibat cedera. Struktur pertahanan mereka sedikit terganggu setelah kehilangan dua pemain bertahan itu. ”Pertandingan itu begitu rumit, terutama pada akhirnya,” ujarnya.

Manejemen pergantian pemain menjadi pembeda di kubu tuan rumah. Saat MU terpaksa mengganti dua pemain akibat cedera, Pelatih Tottenham Thomas Frank bisa memaksimalkan lima pergantian pemain di paruh kedua. Dia memasukkan Tel, Destiny Udogie, Rodrigo Bentancur, Wilson Odobert, dan Kevin Danso.

Tiga dari lima pemain pengganti itu memberikan pengaruh instan. Tel mencetak gol penyeimbang dengan umpan dari Udogie. Sementara itu, Odobert memberikan asis untuk gol kedua Tottenham. Mereka pun terhindar dari tiga kekalahan beruntun di kandang.

”Saya bukannya tidak kecewa dengan kemasukan saat laga tersisa satu menit, tetapi saya ingin fokus ke penampilan bagus di paruh kedua. Saya sangat senang kami memberikan perlawanan di laga yang mana kedua tim tidak mampu menciptakan banyak peluang. Kedua tim saling menetralkan,” ujar Frank, yang bangga dengan perjuangan para pemain. (AP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto