Serangan Udara Israel di Gaza Pupuskan Gencatan Senjata dengan Hamas

Setelah berjalan sekitar dua bulan, gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas berakhir pada Selasa (18/3/2025), saat pasukan Israel membombardir Gaza.

18 Mar 2025 14:45 WIB · Foto

Oleh Totok Wijayanto

Gencatan senjata antara Hamas dan Israel berakhir setelah terjadi bombardir gelombang serangan udara oleh pasukan militer Israel di wilayah Gaza, Palestina, Selasa (18/3/2025) pagi. Serangan ini otomatis membatalkan gencatan senjata yang telah menghentikan pertempuran sejak Januari.

Korban tewas akibat serangan tentara Israel dibawa ke rumah sakit di Khan Younis, Jalur Gaza selatan.

Serangan udara dilaporkan terjadi di beberapa lokasi, termasuk Gaza utara, kota Gaza, Deir al-Balah, Khan Younis, dan Rafah di Jalur Gaza tengah dan selatan. Militer Israel mengatakan, serangan akan terus berlanjut selama diperlukan dengan skala yang lebih luas daripada serangkaian serangan pesawat nirawak yang biasa dilakukan militer Israel terhadap individu atau kelompok kecil militan. Israel juga berencana untuk memperluas operasi di luar serangan udara. 

Warga berduka atas tewasnya kerabat dalam serangan Israel di Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia, Jalur Gaza utara, Selasa (18/3/2025).
Keluarga berduka di dekat jenazah korban yang tewas dalam serangan Israel di Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia di Jalur Gaza utara, Selasa (18/3/2025).
Seorang wanita menunggu di samping kerabatnya yang terluka akibat serangan udara Israel, di Rumah Sakit Al-Mamdani di Kota Gaza, Selasa (18/3/2025).
Orang-orang membawa jenazah korban yang tewas dalam serangan Israel untuk diangkut dari Rumah Sakit Al-Mamdani di Kota Gaza, Selasa (18/3/2025).
Kerabat berada di sekitar jenazah korban yang tewas dalam serangan Israel di Rumah Sakit Al-Mamdani di Kota Gaza.
Warga histeris sambil menggendong jenazah anak yang meninggal akibat serangan udara Israel di kamar mayat rumah sakit di Khan Younis, Jalur Gaza selatan.
Warga berduka atas kerabatnya yang meninggal di antara korban lainnya di kamar mayat rumah sakit di Khan Younis.
Kondisi kamar mayat rumah sakit yang penuh jenasah menyusul serangan udara Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan.

AP melaporkan, akibat serangan mendadak ini, sedikitnya 235 orang tewas, termasuk perempuan dan anak-anak. Sementara Reuters, mengutip otoritas kesehatan Palestina, menyebutkan bahwa korban jiwa telah mencapai 200 orang. 

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan, timnya menangani 86 korban tewas dan 134 korban luka. Sementra Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Rumah Sakit Al-Aqsa di Jalur Gaza bagian tengah, dan Rumah Sakit Al-Ahly di kota Gaza, yang semuanya rusak parah akibat perang, mengatakan bahwa secara keseluruhan mereka telah menerima sekitar 85 korban tewas.

Helikopter Israel terbang di atas kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah , Selasa (18/3/2025).

Kelompok Hamas mengeluarkan pernyataan yang menuduh Netanyahu mengingkari perjanjian gencatan senjata dan menempatkan nasib 59 sandera yang masih ditawan ”dalam situasi yang tidak diketahui”.  

Sementara Kantor Perdana Menteri Israel balas menuduh kelompok Hamas berulang kali menolak membebaskan sandera dan menolak usulan yang diajukan utusan Timur Tengah dari Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff.

Kedua pihak saling tuduh karena gagal mematuhi ketentuan pada poin-poin perjanjian gencatan senjata pada Januari lalu.

Seorang pria membawa barang-barang yang diselamatkan dari puing-puing rumahnya yang hancur akibat serangan Israel saat berjalan melalui kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah
Seorang perempuan duduk di atas puing-puing rumahnya yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah.
Seorang pria yang terluka mencari barang-barang yang bisa diselamatkan di antara puing-puing rumahnya yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah.
Warga melihat sisa-sisa rumah mereka yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah.
Warga mencari barang-barang mereka yang masih dapat diselamatkan diantara puing-puing rumah yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Nuseirat di Jalur Gaza bagian tengah, Selasa (18/3/2025).
Warga berjalan di antara puing-puing bangunan sekolah yang hancur akibat serangan Israel di Kota Gaza, Selasa (18/3/2025).

Kerabat Kerja

Penulis:

Totok Wijayanto
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti