Setahun Periode Kedua Pemerintahan Trump, Pasar Modal Bereaksi Negatif

Pemerintahan periode kedua Donald Trump telah berjalan satu tahun. Ancamannya mengenakan tarif baru kepada delapan negara Eropa menimbulkan gejolak di pasar modal.

21 Jan 2026 13:00 WIB · Internasional

AFP

Oleh Tatang Mulyana Sinaga

WASHINGTON, RABU – Presiden Amerika Serikat Donald Trump merayakan satu tahun periode kedua pemerintahannya dengan mengklaim berbagai kesuksesan. Namun, ia juga mengutarakan sejumlah keluhan, mulai dari kegagalan memenangi Hadiah Nobel Perdamaian hingga kekalahannya dari Joe Biden dalam pemilu AS pada 2020.

Sementara itu, pasar modal bereaksi negatif terhadap beberapa kebijakan yang ia buat. Saham-saham di Wall Street anjlok setelah Trump mengancam akan mengenakan tarif baru kepada delapan negara Eropa. Kedelapan negara tersebut ialah Denmark, Norwegia, Swedia, Perancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia. Ancaman ini dilayangkan seiring meningkatnya ketegangan atas ambisinya untuk mengambil alih Greenland.

Dalam konferensi pers yang berpanjang-panjang di Gedung Putih, Washington, AS, Selasa (20/1/2026) waktu setempat, Trump mengklaim sejumlah keberhasilan pemerintahannya. Di hadapan para wartawan, ia mengacungkan sebuah map yang menurut dia berisi 365 pencapaian sejak dirinya dilantik pada 20 Januari 2025.

JOINT BASE ANDREWS, MARYLAND - JANUARY 20: U.S. President Donald Trump gestures before boarding Air Force One enroute to Switzerland on January 20, 2026 at Joint Base Andrews, Maryland. Trump is traveling to Davos, Switzerland, to attend the World Economic Forum.   Chip Somodevilla/Getty Images/AFP (Photo by CHIP SOMODEVILLA / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

”Tuhan sangat bangga dengan pekerjaan yang telah saya lakukan,” katanya. Namun, pada saat bersamaan, ia juga mengeluh karena gagal memenangi Hadiah Nobel Perdamaian.

Trump pun menghina lawan-lawan politiknya. Laki-laki 79 tahun itu terus menyebarkan teori konspirasi, termasuk klaim bahwa dirinya seharusnya memenangi pemilu AS 2020 saat berhadapan dengan Joe Biden.

Beberapa jam setelah konferensi pers itu, Trump menuju Davos, Swiss, untuk menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF). Forum ini menurut rencana dihadiri 61 kepala negara dan pemerintahan serta lebih dari 1.000 peserta.

Trump mengisyaratkan pidatonya di WEF akan membela langkah-langkah agresifnya terhadap Greenland yang merupakan bagian dari Denmark. Ia menuding Denmark tidak mampu melindungi Greenland.

Greenland: Area Kunci Arktik

”Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional. Segalanya akan berjalan dengan cukup baik,” ucapnya.

Greenland merupakan pulau terbesar di dunia dengan luas lebih dari 2 juta kilometer persegi. Sekitar 80 persen wilayahnya ditutupi es. Posisinya cukup strategis karena berada di antara Eropa dan Amerika Utara.

Saat wartawan bertanya seberapa jauh ia akan bertindak untuk mengambil alih Greenland, Trump tidak menjawab dengan panjang lebar. ”Anda akan mengetahuinya,” katanya.

Trump juga menolak gagasan yang diutarakan Presiden Perancis Emmanuel Macron untuk menggelar pertemuan darurat kelompok G7 guna membicarakan sejumlah isu, termasuk Greenland. Kelompok negara G7 beranggotakan AS, Jepang, Jerman, Inggris, Perancis, Italia, dan Kanada. ”Tidak. Saya tidak akan melakukannya,” lanjutnya.

Quote

Trump mengisyaratkan pidatonya di WEF akan membela langkah-langkah agresifnya terhadap Greenland yang merupakan bagian dari Denmark. Ia menuding Denmark tidak mampu melindungi Greenland.

Saham dunia anjlok

Bertepatan dengan setahun pemerintahan periode kedua Trump, pasar saham dunia mengalami penurunan, Selasa. Pasar modal dibayangi meningkatnya ketegangan AS dengan Uni Eropa. Hal ini menyusul ancaman Trump akan mengenakan tarif baru kepada delapan negara Eropa.

Indeks utama AS berada di zona merah sepanjang Selasa. Indeks acuan S&P 500 turun 143,15 poin atau 2,1 persen. Penurunan ini merupakan yang paling tajam untuk indeks acuan sejak Oktober lalu.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 870,74 poin atau 1,8 persen. Adapun Nasdaq Composite turun 561,07 poin atau 2,4 persen. Saham-saham teknologi paling terpukul di pasar. Saham Nvidia anjlok 4,4 persen, sementara Apple turun 3,5 persen.

Saham perusahaan ritel, perbankan, dan industri juga mengalami penurunan tajam. Lowe’s turun 3,3 persen, JPMorgan Chase turun 3,1 persen, dan Caterpillar turun 2,5 persen.

Seorang pria berjalan melewati papan elektronik yang menunjukkan angka-angka Indeks Saham Nikkei di Bursa Efek Tokyo di sepanjang jalan di Tokyo, Jepang, Senin (7/4/2025). Indeks saham Nikkei Jepang anjlok lebih jauh pada tanggal 7 April, karena saham berjangka AS menunjukkan kerugian tambahan di Wall Street atas tarif yang dijatuhkan Presiden Donald Trump.

Sikap Trump di WEF diprediksi akan membuat lebih banyak gejolak di pasar modal. ”Sikap Trump terhadap Eropa membuat hubungan dengan sekutu terbesar kita terlihat rapuh, kecuali dia menarik kembali beberapa retorika yang telah dia sampaikan,” ujar Art Hogan, Kepala Strategi Pasar B Riley Wealth Management.

Di sisi lain, harga emas melonjak 3,7 persen dan harga perak meroket 6,9 persen. Aset-aset ini sering dianggap sebagai investasi yang relatif aman saat terjadi gejolak geopolitik.

Ancaman Trump telah memicu kemarahan dan mendorong serangkaian upaya diplomatik di Eropa. Para pemimpin Eropa mempertimbangkan kemungkinan tindakan balasan. Konflik perdagangan dan politik AS-Eropa semakin memanas tepat ketika para pemimpin dunia bertemu dalam WEF di Davos.

Analis Wedbush Securities, Dan Ives, mengatakan, ancaman tarif baru menjadi beban bagi konferensi tersebut. ”Pandangan kami sama seperti tahun lalu. Ancaman tarif akan lebih besar daripada ancaman sebenarnya seiring berjalannya negosiasi. Dan, ketegangan akhirnya akan mereda antara Trump dan para pemimpin Uni Eropa,” tuturnya. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Tatang Mulyana Sinaga
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul