Tarif dimulai per April dan akan naik setiap tahun jika perusahaan-perusahaan tidak berinvestasi di AS.
19 Feb 2025 15:39 WIB · Internasional
FLORIDA, RABU — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penjatuhan tarif baru untuk produk otomotif, obat-obatan, dan semikonduktor. Menurut rencana, tarif sebesar 25 persen untuk tiap-tiap komoditas itu mulai berlaku 2 April 2025.
”Nanti 2 April akan diumumkan lagi. Saya mau memberikan ruang kepada perusahaan-perusahaan ini untuk menyiapkan diri memindahkan produksi ke AS,” kata Trump, Selasa (18/2/2025) waktu lokal di Mar-A-Lago, Florida, atau Rabu (19/2/2025) waktu Indonesia.
Menurut Trump, perusahaan-perusahaan itu memiliki pilihan, yaitu berinvestasi di AS atau membayar harga yang mahal. Apabila mereka berinvestasi dengan membuka pabrik atau memindahkan produksi yang selama ini dilakukan di luar negeri ke AS, produk-produknya tidak akan dijatuhi tarif.
Pengumuman tarif terbaru ini melanjuti pengumuman awal Februari 2025, yaitu penjatuhan tarif 25 persen untuk produk-produk baja dan aluminium dari Kanada dan Meksiko. Padahal, ketiga negara di Amerika Utara itu terikat perjanjian perdagangan bebas.
”Awalnya, tarif sebesar 25 persen, tapi nanti secara bertahap besarannya naik setiap tahun,” ujar Trump.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/02/25/FILES-TAIWAN-ASIA-ECONOMY-SEMICONDUCTORS-TECHNOLOGY_94612301_1614186159_jpg.jpg)
Pasar otomotif memang sejak lama diincar oleh Trump. Alasannya, mobil-mobil AS yang diekspor ke negara-negara lain dikenakan bea masuk tinggi. Uni Eropa, misalnya, menerapkan tarif impor 10 persen untuk mobil-mobil AS. Sebaliknya, mobil Eropa yang masuk AS tarifnya hanya 2,5 persen.
Sebagaimana dilansir Bloomberg, AS mengimpor 8 juta mobil pada 2024. Jumlah ini setara dengan setengah penjualan mobil di negara tersebut. Kendaran itu berupa mobil penumpang ataupun truk pengangkut barang. Apabila tarif baru diberlakukan, jenama Volkswagen dari Jerman dan Hyundai dari Korea Selatan dipastikan terdampak.
Trump menginginkan UE menurunkan tarif impor mereka agar setara dengan AS. Selama ini, UE selalu menolak gagasan tersebut. Trump juga menginginkan UE mengimpor lebih banyak kendaraan buatan AS. Biro Sensus AS menghitung, pada 2024, neraca perdagangan AS dengan UE defisit 235,6 miliar dollar AS.
Komisioner Perdagangan dan Ketahanan Ekonomi Uni Eropa, Maros Sefcovic, dijadwalkan terbang ke Washington DC pada Kamis (20/2/2025). Di sana, ia, menurut rencana, bertemu Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett, dan calon Kepala Kantor Perwakilan Perdagangan AS (USTR) Jamieson Greer.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/19/29d599e7-1672-4893-8681-fac34f829ad3_jpg.jpg)
Di bidang semikonduktor, belum ada tanggapan dari Belanda dan Taiwan, pemain besar semikonduktor global. Belanda menjadi asal ASML, produsen dengan pasar terbesar untuk mesin pembuat semikonduktor. Sementara Taiwan menjadi asal sejumlah produsen utama semikonduktor.
Selain Belanda-Taiwan, kebijakan Trump juga bisa berdampak ke Singapura, Malaysia, Jepang, dan Korsel. Bahkan, pengumuman tarif Trump ini hanya beberapa hari sebelum Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong mengumumkan pemerintah akan menginvestasikan 1 miliar dollar Singapura untuk penelitian dan pengembangan semikonduktor sebagai rencana strategis nasional.
Bursa saham Taiwan terpukul oleh kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump soal tarif bea masuk impor. Dalam pembukaan perdagangan Rabu, indeks harga saham gabungan di Taiwan Stock Exchange (TWSE) terpangkas 0,32 persen. Setelah itu, pasar memulihkan diri walau indeks tetap 0,26 persen lebih rendah dibandingkan Selasa.
Para pialang menyebut, penurunan indeks dipicu dua emiten besar, yakni Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) dan Hon Hai. TSMC memproduksi semikonduktor. Hon Hai menginduki Foxcon, perakit ponsel dan komputer. Saham TSMC terpangkas 0,91 persen dan Hon Hai 0,27 persen.
”Trump mengumumkan tarif soal semikonduktor. Tak heran kalau TSMC dan sektor teknologi terdampak. Harapannya adalah tarif tidak akan diterapkan sampai 1 April, jadi masih ada ruang perundingan,” kata analis dari MasterLink Securities, Tom Tang, kepada Focus Taiwan.
Media khusus teknologi, Tom’s Hardware, melaporkan, Trump ingin menurunkan ketergantungan pada perusahaan Taiwan Semiconductor Manufactoring Company (TSMC). Sebanyak 50 persen cip dan semikonduktor dunia dibuat oleh TSMC. Perusahaan-perusahaan AS, antara lain Qualcomm, Apple, dan Nvidia, memproduksi prosesor mereka di Taiwan.
Apabila TSMC berinvestasi dan membuka pabrik di AS, prosesnya memakan waktu tiga hingga lima tahun sampai mulai berproduksi. Artinya, pabrik itu baru ada pada kisaran tahun 2028-2029. Sementara produk-produk elektronik, termasuk telepon pintar dan komputer, harganya akan semakin mahal bagi rakyat AS.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/19/b59c218f-8eaa-4d4c-9499-9a0fc1679b35_jpg.jpg)
Gubernur Negara Bagian Wisconsin Tony Evers adalah kepala daerah pertama di AS yang secara terbuka mengkritik Trump. Wisconsin merupakan sentra pertanian dan perhutanan di AS. Produk-produk mereka banyak diekspor ke negara lain, termasuk ke China. Trump telah menerapkan tarif tambahan 10 persen atas China. Walhasil, sekarang semua komoditas impor dari China dikenakan tarif total 60 persen.
”Perang dagang ini menaikkan harga semua barang yang melukai rakyat. Pada saat bersamaan, kapasitas ekspor kita juga akan terpukul gara-gara disrupsi,” kata Evers.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, dalam wawancara dengan CNN pada 10 Januari 2025, mengatakan, apabila AS menerapkan tarif impor atas produk-produk Kanada, yang membayar tambahan biaya itu adalah rakyat AS sendiri. Trump menangguhkan penerapan tarif 25 persen atas produk-produk impor dari Kanada dan Meksiko, tetapi tetap menerapkan tarif 25 persen untuk baja dan aluminium dari kedua negara tersebut.
Trudeau mengatakan, ada saat ketika Kanada terpaksa menetapkan tarif balasan terhadap produk-produk yang mereka impor dari AS. Sebanyak 35 dari 50 negara bagian di AS mengekspor komoditas mereka ke Kanada. Komoditasnya antara lain wiski, bourbon, dan buah-buahan.
”Produk-produk ini bisa didapatkan Kanada dari negara-negara lain dengan harga lebih terjangkau,” kata Trudeau. (Reuters/AP)
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Fransisca Romana Ninik W