Setelah Bandung Barat, Keracunan MBG Muncul di Cianjur dan Sumedang

Keracunan menu Makan Bergizi Gratis di Jawa Barat belum berhenti. Di Sumedang dan Cianjur, puluhan siswa mengalami hal serupa di Bandung Barat.

26 Sep 2025 09:48 WIB · Kesehatan

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

BANDUNG, KOMPAS — Kasus keracunan setelah menyantap sajian program Makan Bergizi Gratis di Jawa Barat belum berhenti. Selain Bandung Barat, kasusnya muncul di Sumedang dan Cianjur. Puluhan siswa dari setiap kabupaten ini mengalami pusing, mual, dan muntah.

Di Sumedang, sedikitnya 70 orang keracunan setelah menyantap sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (25/9/2025). Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) WIN Ujungjaya dan SMAN 1 Tomo itu disebut menyantap menu MBG dari satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Ujungjaya.

Pada Jumat (26/9/2025), Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir memastikan semua pasien korban keracunan MBG sudah ditangani intensif oleh tenaga medis.

Tempat makan di dapur SPPG Makmur Jaya Cipari di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025). Sudah dua hari dapur tersebut ditutup karena menyebabkan keracunan ratusan pelajar. Dapur tersebut setiap hari menyediakan 3.590 porsi untuk murid TK/PAUD, SD, SMP/MTS hingga MA/SMA. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menutup tiga dapur penyedia MBG yang menjadi penyebab keracunan massal. Terdapat 85 dapur MBG di Kabupaten Bandung Barat. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkan kasus keracunan makanan MBG di Cipongkor sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Mayoritas korban mengeluhkan mual, sakit perut, dan beberapa kejang, keram , hingga sesak nafas. Dalam empat hari terakhir, tercatat hampir 1.333 siswa keracunan akibat sajian MBG.

KOMPAS/AGUS SUSANTO
25-9-2025

”Pasien dirawat di beberapa puskesmas, termasuk Ujungjaya, Tomo, dan Cimalaka,” katanya.

Menurut Dony, semua kebutuhan pasien telah dipastikan terpenuhi, mulai dari tenaga medis, obat-obatan, perawat, hingga ambulans yang siaga. 

Dony juga menegaskan, biaya pengobatan korban ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah. Ia juga menyampaikan bahwa status Kejadian Luar Biasa (KLB) akan segera ditentukan setelah kajian lebih lanjut.

”MBG di Ujungjaya dihentikan sementara untuk dievaluasi,” katanya.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menengok korban keracunan MBG di Puskesmas Ujungjaya, Sumedang, Kamis (25/9/2025).

Kasus serupa terjadi di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, pada Kamis (25/9/2025). Sebanyak 30 siswa Sekolah Dasar (SD) Taruna Bakti mengeluhkan pusing setelah menyantap menu MBG.

”Semuanya sudah mendapat layanan kesehatan dan sudah dipulangkan ke rumah,” kata Kepala Polsek Cugenang Komisaris Usep Nurdin. 

Usep mengatakan, kasus ini adalah yang kedua dari dapur SPPG yang sama. Peristiwa sebelumnya terjadi pada 11 September 2025. Saat itu, 17 siswa SMP Budi Luhur juga mual dan muntah.

Salah satu siswa SD Taruna Bakti dirawat di Puskemas Cugenang, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Kamis (25/9/2025). Dia diduga keracunan santapan MBG.

Akan tetapi, Usep menyebut belum bisa memastikan apakah penyebab keracunan dari sajian MBG. Saat ini, sampel dari keracunan pertama sedang diperiksa. 

Sementara  itu, untuk kejadian kedua, selain mengambil sampel, pihaknya coba menelusuri jajanan apa yang ada di sekitar sekolah. 

”Mungkin, itu juga (jajanan) yang jadi penyebabnya. Alasannya, meski menyantap makanan yang sama, tidak semua siswa terpapar keracunan,” kata Usep.  


Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji