Kompas.id Brief

Setelah Kalah dari Australia, Bagaimana Perjalanan “Garuda”?

Kekalahan timnas Indonesia dari Australia, 1-5, membuat mimpi “Garuda” tampil di Piala Dunia 2026 semakin terkubur. Tetapi, perjuangan belum sampai batas terakhir.

21 Mar 2025 06:30 WIB · Olahraga

Oleh Wisnu Aji Dewabrata

Indonesia masih menghadapi tiga pertandingan lagi di putaran ketiga Grup C melawan Bahrain pada 25 Maret 2025, kemudian melawan China, dan terakhir bertemu Jepang pada Juni 2025.

Peluang Indonesia belum sepenuhnya hilang jika dapat meraih poin penuh atas Bahrain dan China dalam laga di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Sementara mengharapkan kemenangan atas Jepang dalam laga tandang adalah mustahil.

Apa yang bisa dipelajar dari artikel ini?

  1. Apakah Indonesia masih memiliki peluang lolos ke Piala Dunia 2026?
  2. Apa makna di balik kekalahan Indonesia dari Australia?
  3. Apa saja persiapan Indonesia sebelum menghadapi Australia?

1. Apakah Indonesia masih memiliki peluang lolos Piala Dunia 2026?

copy title

Pertandingan Australia versus Indonesia sangat penting bagi kedua tim karena pemenangnya berpeluang besar menduduki peringkat kedua Grup C dan membuka peluang lolos ke Piala Dunia 2026. Sebaliknya, tim yang kalah akan turun peringkat. Pada hari yang sama, Jepang menjadi pemuncak klasemen Grup C sekaligus tim pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Bahrain, 2-0.

Dampak kekalahan dari Australia, ambisi Indonesia untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 melalui putaran ketiga kian berat. Namun, masih ada peluang untuk merebut dua tiket langsung yang tersisa melalui putaran keempat, dengan syarat timnas harus mengakhiri putaran ketiga di peringkat ketiga atau keempat.

Perjalanan di putaran keempat juga tidak akan mudah karena Indonesia berpeluang menjadi satu-satunya tim di luar tim Timur Tengah pada babak selanjutnya. Untuk lolos ke Piala Dunia 2026, Indonesia harus menduduki peringkat pertama dari tiga kontestan di putaran keempat.

Pemain Jepang merayakan keberhasilan mereka lolos ke babak utama Piala Dunia 2026 setelah menang atas Bahrain pada laga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga di Stadion Saitama, Saitama, Jepang, Kamis (20/3/2025). Jepang menang 2-0 pada laga itu.

Indonesia berada di posisi keempat dengan enam poin, tertinggal dari Australia di posisi kedua dengan 10 poin. Posisi Indonesia turun dari peringkat ketiga ke peringkat keempat dalam klasemen Grup C. Dengan selisih gol yang bertambah banyak dari -3 menjadi -7, peluang Indonesia untuk menduduki peringkat kedua dalam klasemen Grup C semakin kecil.

Meskipun masih ada dua pertandingan kandang melawan Bahrain dan China, secara realitas Indonesia hanya bisa mengumpulkan maksimal 12 poin. Sayangnya, perolehan poin tersebut belum tentu bisa meloloskan langsung ke Piala Dunia.

2. Apa makna di balik kekalahan Indonesia dari Australia?

copy title

Kekalahan di Sydney menjadi awal buruk bagi pelatih baru, Patrick Kluivert, yang menggantikan Shin Tae-yong pada Januari 2025. Kedatangan Kluivert dan tiga pemain naturalisasi baru, yakni Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James, memberikan harapan baru, walapun skor akhir di luar prediksi karena pada pertemuan pertama di GBK, Indonesia mampu menahan Australia 0-0.

Kekalahan ini juga memperpanjang catatan buruk Indonesia di Australia, di mana mereka belum pernah meraih kemenangan sejak kualifikasi Piala Dunia 1974. Patrick Kluivert menjadi pelatih asing kedua yang gagal di Australia setelah Peter Withe pada tahun 2005. Lima pelatih Indonesia telah merasakan kekalahan di Australia, termasuk Endang Witarsa, Harry Tjong, Benny Dollo, dan Kluivert.

Gol hiburan yang dicetak Ole Romeny pada menit ke-78 memutus catatan buruk Indonesia yang sebelumnya tidak pernah mencetak gol di Australia sejak kualifikasi Piala Dunia 1974.

Pemain timnas Australia Aziz Behich menggiring bola dibawah adangan pemain Indonesia Kevin Diks pada laga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga di Stadion Sydney, Sydney, Australia, Kamis (20/3/2025). Indonesia kalah 1-5 pada laga itu.

Pertandingan ini juga menampilkan parade blunder dari pertahanan Indonesia. Kesalahan-kesalahan seperti tarikan Nathan Tjoe-A-On yang menyebabkan penalti dan kesalahan Thom Haye yang mengakibatkan gol kedua Australia, memperburuk situasi. Indonesia juga dua kali kecolongan dalam skema sepak pojok Australia, menunjukkan kelemahan dalam pertahanan.

Meskipun Indonesia memulai pertandingan dengan baik, termasuk dua peluang emas di menit awal dan penalti yang gagal dieksekusi oleh Kevin Diks, mereka tidak mampu memanfaatkan peluang tersebut. Kegagalan ini menjadi salah satu faktor utama kekalahan Indonesia.

3. Apa saja persiapan Indonesia sebelum menghadapi Australia?

copy title

Ada tiga bekal utama yang dimiliki timnas Indonesia untuk menghadapi pertandingan kontra Australia, yaitu kualitas pemain, staf kepelatihan yang solid, dan absennya pemain kunci Australia.

Indonesia diperkuat oleh empat pemain baru, yaitu Ole Romeny, Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy, yang meningkatkan kualitas dan kedalaman skuad. Nilai pasar akumulasi timnas Indonesia mencapai Rp 634,86 miliar, tertinggi dalam sejarah, dan menempatkan mereka sebagai tim termahal di Grup C melampaui Arab Saudi dan Australia.

Pemain timnas Indonesia Ole Romenij (kiri) dan pemain Australia Jason Geria berebut bola pada laga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 putaran ketiga di Stadion Sydney, Sydney, Australia, Kamis (20/3/2025). Indonesia kalah 1-5 pada laga itu.

Indonesia memiliki staf kepelatihan yang lebih kuat pada era Patrick Kluivert. Kluivert didukung oleh 10 asisten, termasuk tiga asisten pelatih dan penasihat teknis Jordi Cruyff. Dibandingkan dengan staf kepelatihan Australia yang dipimpin Tony Popovic, Indonesia unggul dalam jumlah dan pengalaman staf. Kluivert memiliki pengalaman sebagai asisten pelatih di Piala Dunia 2014 dan pernah menjabat Direktur Akademi Barcelona.

Australia tampil tanpa beberapa pemain kunci seperti Harry Souttar, Alessandro Circati, dan Mitch Duke karena masalah kebugaran. Meskipun demikian, Pelatih Australia Tony Popovic yakin timnya tetap bisa tampil baik. 


Kerabat Kerja

Penulis:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto