Seni mural di Iran dijadikan sebagai salah satu perlawanan visual seniman terhadap Amerika Serikat.
10 Apr 2025 12:12 WIB · Foto
Setiap sentimeter Iran adalah perlawanan terhadap Amerika Serikat. Kalimat itu mungkin sedikit bombastis. Namun, melihat banyaknya mural perlawanan terhadap Amerika Serikat di tembok-tembok kota Teheran, bisa jadi itu benar.
Perseteruan Iran dengan Amerika serikat telah berlangsung puluhan tahun. Setidaknya diawali pada 1953 saat Amerika mendukung kudeta yang menggulingkan pemerintahan M Massadegh dan mengembalikan pemimpin pemerintahan sebelumnya, Shah Mohammad Pahlevi, ke tampuk kekuasaan.
Nasionalisasi industri minyak Iran menjadi motif kudeta saat itu. Amerika dan Inggris kala itu sangat berkepentingan dengan industri Iran untuk kebutuhan industri pertahanan mereka.
Peristiwa besar lain terjadi pada 1979. Revolusi yang dipimpin Ayatollah Khomeini berhasil menurunkan Shah yang saat itu menjadi sekutu Amerika. Penyanderaan 50 warga negara Amerika Serikat di Kedutaan Besar Amerika di Teheran selama 444 hari dari 4 November 1979 sampai 20 Januari 1981 memperburuk perseteruan mereka.
Perang antara Irak dan Iran, yang melibatkan dukungan Amerika serikat terhadap Irak, juga melengkapi drama permusuhan. Terakhir, pengembangan program senjata nuklir Iran, seperti yang dituduhkan Amerika Serikat, membuat situasi bak api dalam sekam. Terlihat tenang, tetapi sewaktu-waktu bisa berkobar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/10/87a6acf5-84ee-4d11-b44c-d0b2e04c117a_jpg.jpg)
Sejak Revolusi Islam 1979, mural anti-Amerika sudah ditemukan di Teheran dan di beberapa kota lain. Sebuah mural besar di salah satu gedung di pusat kota Teheran yang memperlihatkan modifikasi dari bendera Amerika Serikat adalah contoh paling terkenal.
Di atas lukisan tersebut, terdapat huruf-huruf besar yang berarti ”turunkan AS”, gambar tengkorak dipakai untuk menggantikan bintang. Mural itu masih dipertahankan hingga kini. Sejumlah pelaku (sebutan seniman pembuat mural) tampak memperbaiki lapisan cat mural tersebut pada Selasa (8/4/2025) waktu setempat.
Tembok sisi luar bekas kedutaan Amerika di Teheran menjadi spot para seniman mengekspresikan perlawanan. Selain gambar bendera Amerika Serikat yang compang-damping dan ikon bintang diganti dengan tengkorak, di tembok itu ada pula gambar patung ikonik Liberty dengan pembawa obor yang patah. Di sisi lain bangunan yang sama, terdapat gambar pistol revolver dengan laras bengkok yang dicat dengan motif bendera Amerika Serikat.
Barangkali ungkapan setiap sentimeter Iran adalah perlawanan terhadap Amerika Serikat tergambar dari banyaknya mural anti-Amerika Serikat di kota Teheran.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra