BerandaInternasionalKoin Bersejarah Senilai R...

Koin Bersejarah Senilai Rp 87,3 Miliar Ditemukan di Ladang

Pendeteksi amatir mendapat rezeki nomplok. Detektor logamnya menemukan koin-koin berusia 1.000 tahun bernilai jutaan dollar AS.

23 Okt 2024 20:01 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan - [email protected]

An Edward the Confessor Pyramid coin (1065-6), part of the Chew Valley Hoard of 2,584 coins, buried in the turmoil following the Norman Invasion of Britain in 1066, on display at the British Museum in London, Tuesday, Oct. 22, 2024, the hoard is valued at £4.3 million pounds, (US$5.58 million), a record find. (AP Photo/Alastair Grant)

London

Kata-kata ”rezeki tidak akan pernah tertukar” menjadi definisi yang pas bagi pendeteksi amatir asal Inggris, Adam Staples dan enam rekannya. Sepanjang 30 tahun ia bekerja sebagai pendeteksi, temuan pada 2019 menjadi temuan paling berharga saat mereka berhasil menemukan harta karun bersejarah bernilai jutaan dollar AS.

Temuan itu berupa tumpukan lebih dari 2.500 koin bersejarah yang diperkirakan berusia 1.000 tahun. Staples dan enam rekannya menemukannya di sebuah ladang pertanian di Inggris barat daya.

Staples mengetahui ia mendapati sesuatu saat detektor logamnya mengeluarkan bunyi bip. ”Pertama adalah koin William Sang Penakluk senilai 1.000 pound, 1.500 pound,” katanya, Selasa (22/10/2024) di British Museum, tempat koin itu akan dipamerkan pada November.

Setelah bunyi bip pertama, detektor logamnya berbunyi bip lagi, lagi, dan lagi. ”Kami berpikir mungkin ada lima, atau 10 koin. Ternyata menjadi semakin besar dan besar,” kata Staples.

Setelah dikumpulkan, nilainya mencapai 4,3 juta pound sterling (sekitar Rp 87,3 miliar). ”Benar-benar penemuan yang bagus. Ini semacam penemuan tahun ini,” kata Staples.

Meski ditemukan lima tahun lalu, tumpukan koin itu belum lama ini diakuisisi lembaga amal South West Heritage Trust. Total koin yang ditemukan berjumlah 2.584 peni perak yang dicetak antara tahun 1066 dan 1068. Beberapa koin menunjukkan gambar Raja William I Sang Penakluk dan yang lainnya menunjukkan pendahulunya dari Anglo-Saxon yang kalah, Harold II.

Michael Lewis, Kepala Portable Antiquities Scheme, proyek yang didanai pemerintah untuk mencatat penemuan arkeologi oleh publik, mengatakan, temuan Staples salah satu penemuan paling spektakuler dalam beberapa tahun terakhir. Terlebih karena kisah dari sejarah Inggris belum sepenuhnya terungkap.

Lewis mengatakan, tumpukan koin tersebut akan membantu memperdalam pemahaman tentang catatan waktu paling terkenal dalam sejarah Inggris: 1066. Pada tahun itu, William yang adalah Adipati Normandia mengalahkan Raja Harold dalam Pertempuran Hastings. Ia lalu menggantikan raja-raja Saxon Inggris dengan penguasa Norman Perancis.

”Sebagian besar dari kita diajari tentang Penaklukan Norman di Inggris di sekolah, mungkin karena itu terakhir kalinya Inggris berhasil ditaklukkan,” kata Lewis.

A selection of coins dating from the time around the Norman Invasion of Britain in 1066, which are part of the Chew Valley Hoard of 2,584 coins, on display at the British Museum in London, Tuesday, Oct. 22, 2024, the hoard is valued at £4.3 million pounds, (US$5.58 million), a record find. (AP Photo/Alastair Grant)

Tumpukan koin itu dinamai Harta Karun Chew Valley berdasarkan daerah perdesaan tempat penemuannya. Koin-koin tersebut dibeli untuk negara dengan uang dari lembaga amal lotere nasional Inggris.

Butuh beberapa tahun bagi harta karun itu untuk melewati sistem penanganan temuan arkeologi amatir di Inggris. Undang-Undang Harta Karun menetapkan, siapa pun yang menemukan emas, perak, atau barang berharga bersejarah lainnya harus memberi tahu petugas pemeriksa harta karun setempat.

Jika petugas pemeriksa harta karun menyatakannya sebagai harta karun, temuan itu akan menjadi milik pemerintah. Museum dapat mengajukan permohonan pendanaan untuk memperolehnya.

Satu komite ahli menetapkan nilai pada setiap temuan, dengan uang dibagi antara pemilik tanah dan penemu. Dalam kasus ini, Staples dan enam rekan pendeteksi membagi setengah dari hadiah sebesar 4,3 juta pound sterling.

“Ini seperti memenangi lotere,” kata Staples yang berencana melanjutkan hobi berburu harta karun. “Saya tidak akan menyerah sekarang. Saya menyukainya,” imbuhnya.

Setelah dipamerkan di British Museum dan museum lain di seluruh Inggris, harta karun itu akan ditempatkan secara permanen di Museum Somerset di Taunton, di barat daya London.

(AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W