Mirra Andreeva menjadi perempat finalis termuda WTA Indian Wells sejak 2009. Dia mengalahkan Elena Rybakina di babak keempat.
12 Mar 2025 13:53 WIB · Olahraga
INDIAN WELLS, SELASA — Masih dalam rentang usia kategori yunior, petenis berusia 17 tahun, Mirra Andreeva, terus berkembang dalam persaingan Tur WTA. Sejak WTA 1000 Dubai pada Februari, dia tak terkalahkan untuk lolos ke perempat final WTA 1000 Indian Wells.
Tiket perempat final itu didapat setelah Andreeva mengalahkan juara Wimbledon 2022, Elena Rybakina, dengan skor 6-1, 6-2 di Indian Wells Tennis Garden, Selasa malam waktu setempat atau Rabu (12/3/2025) siang waktu Indonesia.
Pertandingan tersebut terhenti pada set pertama karena hujan yang juga menunda beberapa laga lain. Suhu dingin di wilayah gurun, tempat Indian Wells Tennis Garden berada, membuat banyak petenis mengenakan kaus lengan panjang saat bertanding.
Melalui pertandingan yang berlangsung satu jam empat menit, Andreeva meraih kemenangan untuk kedua kalinya dalam tiga pekan dari Rybakina. Dia mengalahkan petenis yang terkenal dengan servis kerasnya itu pada semifinal dengan skor 6-4, 4-6, 6-3, pada turnamen di Dubai.
Hasil di Dubai memperlihatkan perkembangan Andreeva dalam selang dua tahun setelah kalah pada pertemuan pertama di Beijing 2023, yang juga berlangsung tiga set. Semua pertemuan antara kedua petenis berlangsung dalam turnamen WTA 1000.
Seusai menjadi juara termuda WTA 1000 saat meraih trofi di Dubai, kini Andreeva menjadi perempat finalis WTA Indian Wells termuda sejak Anastasia Pavlyuchenkova melakukannya pada 2009, juga pada usia 17 tahun. Setelah ini, tantangan bagi Andreeva datang dari ibu dari seorang putri, Elina Svitolina, yang menyingkirkan unggulan keempat, Jessica Pegula.
Andreeva hanya membiarkan Rybakina memenangi gim pertama pada set pertama, setelah itu memenangi enam gim beruntun. Dia juga merebut empat gim beruntun pada set kedua setelah bisa mengembalikan fokus seusai kehilangan servis pada gim pertama.
Selain performa Andreeva yang tetap solid sejak di Dubai, hasil pertandingan tersebut dipengaruhi pula buruknya penampilan Rybakina. Dia memasuki persaingan di Indian Wells sebagai petenis dengan as terbanyak kedua pada 2025 (104 as) di bawah Clara Tauson (138 as). Namun, saat melawan Andreeva, Rybakina tak membuat satu pun as.
Rybakina justru membuat begitu banyak unforced error, yaitu 33, sedangkan Andreeva membuat 19 unforced error. Angka 19 juga menunjukkan winner yang dibuat Andreeva, sementara Rybakina hanya menciptakan empat winner.
Ketika ditanya bagaimana bisa memenangi pertandingan tersebut dengan skor telak dan mempertahankan performanya di level atas pada usia 17 tahun, Andreeva berpikir sejenak untuk menjawabnya. ”Saya tahu pertandingan ini akan sulit. Elena adalah juara di sini (2023) dan dia bermain sangat nyaman di sini. Saya hanya berjuang untuk mendapat setiap poin. Saya rasa, hanya itu yang saya lakukan,” ujar petenis yang dilatih mantan petenis Spanyol, Conchita Martinez, ini.
Jika bisa memenangi persaingan melawan Svitolina, Andreeva berpeluang bertemu Iga Swiatek pada semifinal. Namun, juara WTA Indian Wells 2022 dan 2024 itu harus bisa mengalahkan dulu Zheng Qin Wen yang menang atas Marta Kostyuk 6-3, 6-2 pada babak keempat. Itu menjadi kesempatan Swiatek untuk membalas kekalahan dari Qin Wen pada pertemuan terakhir mereka, semifinal Olimpiade Paris 2024.
Tiket perempat final didapat Swiatek dengan kemenangan yang semakin cepat dibandingkan dengan babak-babak sebelumnya. Setelah melewati babak kedua dan ketiga, masing-masing, dalam waktu kurang dari satu jam 10 menit, dia melewati babak keempat hanya dalam waktu 57 menit.
Swiatek memperoleh kemenangan itu dengan skor 6-1, 6-1 saat melawan Karolina Muchova. Swiatek unggul segalanya, salah satunya diperlihatkan dalam indikator perolehan total poin, yaitu 50 dari 76 perebutan poin, sedangkan Muchova hanya mendapat 26 poin. Itu berarti rata-rata poin dalam setiap gim yang diperoleh Muchova tak sampai dua poin.
Momen itu terjadi setelah mereka berlatih bersama di Indian Wells Tennis Garden, pekan lalu. Padahal, dalam latihan itu, mereka bermain dalam level yang sama.
”Terkadang pertandingan bisa berjalan dengan aneh. Memang ada momen ketika petenis merasa tidak bermain dengan baik, lalu pada kesempatan lain, perbedaan permainan dengan lawan semakin besar. Inilah tenis, bisa terjadi hal seperti itu,” tutur Swiatek.
Meski menang dengan skor telak dan perbedaan perolehan poin yang jauh, Swiatek tetap menilai tantangan melawan Muchova tidaklah mudah. Juara WTA Indian Wells 2022 dan 2024 ini mengatakan, dia hanya berusaha memanfaatkan setiap kesempatan besar untuk mendapatkan poin.
”Saya berusaha mengembalikan servis dengan baik dan memberikan tekanan pada lawan,” katanya dalam laman resmi WTA.
Petenis ranking kedua dunia itu tak ingin terburu-buru puas dengan penampilannya. Dia berkaca pada hasil Grand Slam Australia Terbuka. Swiatek memenangi lima pertandingan, dari babak pertama hingga perempat final, dengan hanya kehilangan 14 gim. Dia membuat skor ”bagel”, yaitu 6-0, pada tiga pertandingan. Akan tetapi, performa solid itu berhenti di semifinal saat kalah tiga set dari Madison Keys yang akhirnya menjadi juara.
Pada persaingan tunggal putra di level ATP Masters 1000, perjalanan Tallon Griekspoor berlanjut ke perempat final. Kemenangan dengan skor 7-6 (4), 6-1 atas Yosuke Watanuki membawa Griekspoor ke perempat final turnamen Masters 1000 untuk pertama kalinya.
Griekspoor, yang akan melawan Holger Rune, pada babak delapan besar adalah petenis yang mengalahkan unggulan teratas, Alexander Zverev, pada babak kedua. Dia menjadi satu-satunya petenis non-unggulan yang akan bersaing pada perempat final.
Perempat final lain pada paruh undian yang sama dengan Griekspoor mempertemukan Arthur Fils dengan Daniil Medvedev. Medvedev pun masih memiliki peluang untuk juara setelah dikalahkan Carlos Alcaraz dalam final 2023 dan 2024. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko Prihananto