Selain meringankan beban pengeluaran, mudik gratis bertujuan menghadirkan angkutan mudik yang aman dan nyaman sehingga menekan jumlah pemudik bersepeda motor.
05 Mar 2025 11:54 WIB · Nusantara
SIDOARJO,KOMPAS-Sebanyak 28 bus disediakan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, untuk peserta mudik gratis pada Lebaran 2025. Selain bisa meringankan pengeluaran, mudik gratis bertujuan menjamin keamanan dan kenyamanan warga di perjalanan.
Kepala Dinas Perhubungan Sidoarjo Benny Airlangga mengatakan, 28 bus itu akan melayani lima rute mudik lokal. Rute itu adalah Magetan, Jember, Ponorogo, Trenggalek, dan Banyuwangi. Rombongan akan berangkat pada 28 Maret 2025 pukul 06.30 WIB dari Alun-Alun Sidoarjo.
Program ini tidak berbeda dengan tahun lalu yang menggelar enam rute. Tahun ini, khusus Kediri, Blitar dan Trenggalek dibuat menjadi satu rute karena berada dalam jalur yang sama. Saat itu, pesertanya mencapai 1.400 orang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/04/19/d79e0e3b-b24c-4db6-9ff5-75c505ed3cc7_jpg.jpg)
“Masyarakat diimbau memanfaatkan fasilitas mudik gratis ini agar bisa pulang ke kampung halaman dengan aman dan nyaman. Kuotanya terbatas. Oleh karena itu segera mendaftar agar tidak kehabisan,” ujar Benny, Rabu (5/3/2025).
Benny mengatakan, pendaftaran mudik gratis Lebaran 2025 sudah dibuka sejak Senin (3/3/2025). Masyarakat bisa datang ke Kantor Dishub Sidoarjo pada Senin-Kamis pada pukul 08.00-15.00 WIB dan Jumat antara pukul 08.00-13.00 WIB.
“Persyaratannya mudah. Cukup bawa Kartu Tanda Penduduk dan fotocopi Kartu Keluarga untuk mendapat formulir sebagai tiket mudik gratis,” kata Benny.
Program ini, kata Benny, kembali digelar tidak lepas dari tingginya volume kendaraan di Jatim pada masa angkutan Lebaran 2025. Harapannya, dengan mudik gratis, jumlah pengguna kendaraan pribadi berkurang signifikan sehingga bisa menekan kepadatan di jalan.
Pengemudi sepeda motor, kata Benny, menjadi salah satu pihak yang disasar. Alasannya, pemudik sepeda motor berisiko tinggi mengalami kecelakaan lalu lintas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/04/19/ff7da8ac-a7a4-4fd1-9eca-1a14e8f2e945_jpg.jpg)
Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengingatkan agar penyelenggara mudik gratis menyiapkan kendaraan laik jalan. Alasannya, mayoritas kendaraan yang digunakan bia sanya bus pariwisata.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pengecekan kelaikan kendaraan atau rampcheck. Rampcheck merupakan inspeksi terencana untuk memverifikasi kepatuhan standar dan peraturan yang ditetapkan untuk operator kendaraan.
”Saat ini, sudah banyak pemda memfasilitasi mudik gratis untuk pemudik lokal di daerahnya masing-masing. Hal ini menjadi salah satu upaya menghadirkan mobilitas mudik yang terjangkau, namun tetap aman dan nyaman,” kata Djoko.
Saiful Rahman (30), karyawan swasta di Sidoarjo mengapresiasi kebijakan ini. Dia berencana mendaftar program mudik gratis pulang kampung di Nganjuk.
“Baru pertama kali ini berencana ikut mudik gratis. Semoga bisa dapat kuota dan perjalanannya menyenangkan,” ucap Saiful.
Penulis:
Runik Sri AstutiEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari