Siasat Pesepak Bola demi Tampil di Piala Dunia 2026

Tampil di Piala Dunia merupakan dambaan setiap pesepak bola. Tidak sedikit dari mereka menempuh berbagai cara demi masuk timnas.

29 Nov 2025 13:55 WIB · Olahraga

AFP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Usia tidak lantas menjadi penghalang bagi pesepak bola untuk mewujudkan hasrat tampil di Piala Dunia. Beberapa dari mereka masih yakin performanya belum pudar sehingga melakukan berbagai cara agar bisa menembus timnas. Cara yang paling umum dilakukan ialah berpindah klub sehingga potensinya tetap terpantau pelatih.

Sergio Ramos mengumumkan niat meninggalkan Monterrey, klub Liga Meksiko yang sudah dibelanya semenjak awal tahun ini. Kontrak mantan bek Real Madrid itu akan habis pada akhir 2025. Monterrey tidak berencana memperpanjang kontrak Ramos akibat besarnya gaji yang harus dibayarkan. Bek 39 tahun itu mendapat gaji hingga 4 juta dollar AS (sekitar Rp 66,6 miliar) per tahun.

Quote

Bagi Ramos, menit bermain yang konsisten di liga yang lebih dekat dengan gaya Spanyol dan di kompetisi papan atas dapat meyakinkan Luis de la Fuente (Pelatih Spanyol) untuk mempertimbangkan panggilan timnas.

Alokasi gaji untuk Ramos menurut rencana akan digunakan Monterrey berinvestasi pada aspek lain, terutama pemain muda. Gayung bersambut, Ramos pun secara pribadi ingin meninggalkan Meksiko. Faktor keluarga menjadi pertimbangannya untuk pulang kampung ke Spanyol. Di sisi lain, Ramos ingin melanjutkan karier ke Eropa.

”Alasan terakhir (bermain di Eropa) bukanlah sesuatu yang mengada-ada. Bagi Ramos, menit bermain yang konsisten di liga yang lebih dekat dengan gaya Spanyol dan di kompetisi papan atas dapat meyakinkan Luis de la Fuente (Pelatih Spanyol) untuk mempertimbangkan panggilan timnas,” tulis media Spanyol, Diario AS, dalam laporannya, Jumat (28/11/2025).

Ramos tampil cukup impresif di Liga Meksiko. Belum setahun bermain untuk Monterrey, ia sudah membukukan 31 penampilan dan mencetak tujuh gol. Ramos juga berperan membimbing rekan-rekan setimnya menembus babak 16 besar Piala Dunia Antarklub pada pertengahan tahun.

Penyerang America Rodrigo Aguirre (atas) menyundul bola di depan bek Monterrey Sergio Ramos saat pertandingan laga pertama perempat final Liga Meksiko antara Monterrey dan America di Stadion BBVA, Monterrey, Meksiko, Rabu (26/11/2025).

Hanya saja, bagi Ramos, untuk menembus timnas Spanyol dibutuhkan upaya yang lebih besar. Tampil di Liga Meksiko saja tidak akan memperbesar peluangnya mendapat panggilan. Ini karena tingkat persaingan di sana tidak bisa dibandingkan dengan Liga Spanyol atau liga papan atas Eropa lainnya.

Ramos barangkali terinspirasi dari apa yang dialami Aymeric Laporte. Mantan bek Manchester City itu mendapat panggilan timnas Spanyol untuk menjalani kualifikasi Piala Dunia pada bulan lalu. Laporte sebelumnya bermain di Al Nassr, tetapi memutuskan kembali ke Liga Spanyol karena menemui jalan buntu soal negosiasi gaji.

Tidak dinyana, keputusan balik kampung itu membuat potensinya masuk radar Luis de la Fuente. Laporte kemudian terpilih menggantikan bek Real Madrid Dean Huijsen yang cedera.

Sebagai pemain veteran, Ramos tergolong sudah banyak meraih pencapaian di level internasional bersama Spanyol. Dia pun termasuk bagian dari timnas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Namun, Piala Dunia selalu mampu menggoda pemain, bahkan mereka yang sudah memasuki batas senja kariernya. Entah apa lagi yang dikejar Ramos di Piala Dunia, tetapi satu yang pasti semangat berkompetisinya ternyata tidak luntur dimakan usia.

Ia terakhir kali bermain untuk Spanyol pada 2021 dan belum mendapat panggilan lagi untuk Piala Eropa 2020, Piala Dunia 2022, dan Piala Eropa 2024. Belum diketahui secara pasti pelabuhan berikutnya dari Ramos, tetapi beberapa opsi sedang dijajaki. Ramos berpeluang bermain di AS Roma atau Bayer Leverkusen.

Pesepak bola Spanyol Sergio Ramos bersama istrinya, Pilar Rubio, menghadiri acara Latin Grammy Awards di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, AS, Kamis (13/11/2025).

Roma saat ini sedang berjuang merebut gelar Serie A dengan bermodal pertahanan terbaik di Italia. Pengalaman dan aura kepemimpinan Ramos yang luas bisa menjadi modal penting bagi lini belakang Roma yang relatif dihuni para pemain muda.

Sementara itu, Leverkusen sedang bangkit dari awal musim Bundesliga yang buruk. Setelah pergantian pelatih, Leverkusen hendak memperkecil selisih delapan poin dari pemuncak klasemen Bayern Muenchen. Leverkusen kehilangan beberapa pemain kunci di bursa transfer musim panas. Ramos dinilai pantas sebagai rekrutan sementara yang berguna menunjukkan arah dan stabilitas di dalam tim.

Pengalaman Gignac

Jika ditelusuri lebih jauh, bermain di kompetisi Eropa bukanlah satu-satunya jalan kembali mendapat panggilan timnas. Andre-Pierre Gignac pernah membuktikan, bermain di Liga Meksiko sekalipun bisa mengantarkannya membela timnas Perancis di Piala Eropa 2016.

Saat itu, Gignac mengambil keputusan yang sangat aneh dalam dunia sepak bola. Setelah membuktikan ketajamannya dengan mencetak 21 gol untuk Marseille di Liga Perancis, Gignac secara mengejutkan menolak tawaran memperpanjang kontrak dan lebih memilih menyeberang ke Benua Amerika untuk bermain di Liga Meksiko.

Banyak pihak yang tidak memahami alur pikiran Gignac. Ketajamannya belum pudar, ia pun masih berusia 29 tahun, belum terlampau senja bagi seorang penyerang. Namun, keputusannya sudah bulat. Dia mantap memilih klub Meksiko, Tigres UANL, sebagai pelabuhan karier berikutnya.

Penyerang Tigres Angel Correa (nomor 7) melakukan selebrasi bersama penyerang Andre-Pierre Gignac (10) dalam pertandingan Liga Meksiko antara Tigres dan San Luis di Stadion UANL University di San Nicolas de los Garza, Meksiko, Sabtu (8/11/2025).

Sepak terjang Gignac yang mencetak 44 gol dalam 18 bulan turut mengantarkan Tigres meraih banyak gelar bergengsi. Pelatih Perancis Didier Deschamps sulit menolak pesona Gignac sehingga memutuskan memanggilnya ke timnas untuk mengarungi Piala Eropa 2016. Deshamps membutuhkan pemain yang menggantikan Oliver Giroud.

Meski saat itu langkah Deschamps juga turut dipengaruhi oleh intrik dengan Karim Benzema serta menurunnya performa Kevin Gamerio, pemanggilan Gignac tetap saja menjadi sebuah anomali.

Pemanggilan itu membuktikan dalil bahwa seorang pemain dari liga antah berantah pun sebenarnya masih punya peluang kembali ke timnas dengan syarat tetap menjaga performa di titik tertinggi.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji