Kevin De Bruyne menemukan rumah baru setelah kontraknya tak diperpanjang Manchester City. Bergabung dengan Napoli bisa jadi pintu masuk kebangkitan De Bruyne.
13 Jun 2025 14:49 WIB · Olahraga
Kepindahan Kevin De Bruyne ke Napoli merupakan satu dari sekian banyak bukti bagaimana keseluruhan alam semesta bekerja. Pada saat keterampilan De Bruyne tidak lagi dibutuhkan Manchester City, Napoli hadir membuka pintu. Sebagaimana mekanisme alam dalam simbiosis mutualisme, De Bruyne dan Napoli bertemu pada satu titik yang sama. Keduanya saling membutuhkan untuk tujuan masing-masing.
Diisukan bakal melanjutkan karier di Liga Sepak Bola Amerika Serikat (Major League Soccer/MLS) bersama Chicago Fire, De Bruyne justru berlabuh di Liga Italia. Napoli mengumumkan perekrutan De Bruyne melalui unggahan di media sosial.
Unggahan tersebut memperlihatkan De Bruyne duduk di singgasana dengan mengenakan seragam biru langit Napoli serta perisai di tangan kanan dan pedang di tangan kirinya. ”Raja Kev ada di sini,” demikian keterangan dalam takarir unggahan itu.
Napoli mendatangkan De Bruyne secara cuma-cuma lantaran kontraknya dengan City habis akhir musim ini. Setelah menjalani tes kesehatan, De Bruyne menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan opsi perpanjangan satu tahun dengan Napoli.
Para pendukung Napoli begitu antusias menyaksikan De Bruyne yang menjalani tes kesehatan. Mereka berkerumun di sekitar klinik Villa Stuart di Roma, Italia, dan beberapa kali meneriakkan nama De Bruyne sembari menanti bintang timnas Belgia itu keluar ruang medis.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/21/df549e17-9630-4275-b95b-8ed5ffc858f8_jpg.jpg)
Pelatih Napoli Antonio Conte punya tugas mendesak untuk menempatkan De Bruyne dalam skema permainannya. Saat ini, Napoli sudah memiliki Stanislav Lobotka dan Zambo Anguissa yang berperan penting di lini tengah.
Lobotka berperan memainkan tempo saat tim membangun serangan. Adapun Anguissa menjadi tandem yang cocok bagi Scott McTominay. Mereka kerap berbagi peran sebagai penyerang dalam dan penyerang depan.
Jika Napoli mempertahankan susunan gelandang tanpa menjual salah satu dari mereka, Conte perlu meracik ulang taktiknya. Peran yang melebar dalam formasi 4-3-3 atau 4-2-3-1 kurang cocok bagi De Bruyne yang sudah melewati puncak fisiknya. Ia tidak lagi punya kecepatan untuk memberikan ancaman yang konsisten.
Saya masih merasa mampu tampil di level ini seperti yang saya tunjukkan, tetapi saya mengerti bahwa klub harus membuat keputusan. - Kevin De Bruyne -
Namun, De Bruyne bisa menjadi pemain yang ideal sebagai penghubung antara lini tengah dan lini serang dalam formasi 3-5-2 ala Conte. Ia bisa bermain sangat baik di dekat penyerang tengah atau beroperasi dalam peran bebas di sekelilingnya.
De Bruyne hampir pasti akan diposisikan sebagai gelandang serang jika Napoli memutuskan menjual Anguissa. Ketiadaan Anguissa akan membuka ruang dalam susunan pemain saat ini. Hal ini bisa membuat McTominay berpindah peran sebagai playmaker dengan bermain lebih dalam bersama Lobotka. Sementara De Bruyne ditempatkan sebagai gelandang serang atau trequartista yang merupakan posisi alaminya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/05/ece4c6d7-e297-469e-bc6a-d89300b20b23_jpg.jpg)
Terlepas dari potensi memainkan peran bukan di posisi aslinya, keputusan De Bruyne merapat ke Napoli bisa dilihat sebagai upayanya untuk terus bermain di kompetisi level atas. Hal ini tidak terlepas dari perhelatan Piala Dunia 2026 tahun depan. De Bruyne sangat mungkin ingin menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai Piala Dunia yang terakhir dalam kariernya.
Maka dari itu, De Bruyne dan Napoli menjalin ikatan dalam simbiosis mutualisme. Napoli membutuhkan De Bruyne untuk menambah opsi di lini tengah. Adapun De Bruyne butuh Napoli untuk mempertahankan permainannya di level tertinggi.
Dalam wawancara sebelum hengkang dari City, De Bruyne mengungkapkan keterkejutannya seusai tidak mendapatkan tawaran kontrak baru. Padahal, ia merasa masih mampu bermain baik di usianya yang akan menginjak 34 tahun.
”Tentu saja saya sedikit terkejut. Tetapi, saya harus menerimanya. Sejujurnya, saya masih merasa mampu tampil di level ini seperti yang saya tunjukkan, tetapi saya mengerti bahwa klub harus membuat keputusan,” kata De Bruyne, dikutip dari BBC Sport.
Pernyataan tersebut menyiratkan De Bruyne masih merasa belum habis dan ingin sekali lagi tampil di Piala Dunia. Peluang dirinya dipanggil timnas Belgia berpotensi mengecil apabila menerima tawaran pindah ke MLS yang tidak terlalu kompetitif dibandingkan Liga Italia.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/21/74d4b376-f77c-4dcb-b967-51a004ac6308_jpg.jpg)
Selain itu, bergabung dengan Napoli juga membuat De Bruyne masih bisa tampil di Liga Champions Eropa.
Liga Italia yang tidak seintens Liga Inggris amat mungkin menjadi tempat ramah bagi De Bruyne yang mulai sering diganggu cedera. Di samping itu, kecemerlangan McTominay bisa jadi menginspirasi kepindahannya ke Napoli.
McTominay berhasil menghidupkan kembali kariernya seusai dibuang Manchester United. Pemain timnas Skotlandia itu bahkan mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik Liga Italia musim lalu. Dengan alasan serupa, De Bruyne tentu berkepentingan menghidupkan kariernya di Napoli agar ambisi tampil di Piala Dunia terakhir tetap terawat.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti