Simsalabim, Crystal Palace Kembalikan Mantra Liverpool

Liverpool merasakan sendiri derita para korban yang dikalahkan di pengujung laga. Crystal Palace menaklukkan ”Si Merah” dua kali hanya dalam kurang dari dua bulan.

28 Sep 2025 01:42 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

LONDON, SABTU — Crystal Palace tidak hanya berhasil menolak mantra sihir Liverpool untuk bisa bangkit di pengujung laga, tetapi juga memutar balik itu ke arah lawan. Dalam laga antara tim yang belum terkalahkan itu, hanya Palace yang keluar dengan status tidak ”tersentuh” di Liga Inggris.

Rekor kemenangan 100 persen Liverpool di liga resmi berakhir. Setelah menyapu bersih lima laga awal dengan berulang kali mencetak gol kemenangan pada menit-menit akhir, mereka takluk 1-2 dari tuan rumah Palace di Stadion Selhurst Park, London, Inggris, Sabtu (27/9/2025).

Liverpool, tim juara bertahan, akhirnya merasakan penderitaan para korban mereka pada musim ini. Biasanya, mereka seperti hanya perlu mengucap simsalabim di pengujung laga untuk menciptakan gol kemenangan. Kali ini, giliran Palace yang mencetak gol penentu pada menit ke-90+7 lewat aksi penyerang pengganti Eddie Nketiah.

”Kami selalu percaya karena masih ada waktu untuk bermain. Manajer (Oliver Glasner) bilang untuk tetap tenang dan kami akan mendapatkan situasi yang tepat. Syukurlah kami berhasil. Tidak banyak tim yang bisa menciptakan peluang sebanyak itu lawan Liverpool,” kata Nketiah.

Siapa lagi jika bukan Palace yang mampu menghentikan mantra Liverpool? Di awal musim, ”Si Elang” sudah mengalahkan Liverpool lewat adu penalti dalam pertandingan Community Shield. Tim asuhan Glasner itu juga punya rekor baik versus Liverpool, hanya sekali kalah dalam empat laga terakhir.

Kesulitan Liverpool menghadapi permainan disiplin Palace dengan formasi 3-4-2-1 terpampang di Selhurst Park. Tim tamu beruntung menyudahi babak pertama dengan hanya tertinggal 0-1 setelah gol cepat penyerang Ismaila Sarr. Mereka bisa saja ketinggalan lebih dari dua gol jika penyerang Jean-Philippe Mateta lebih klinis dalam penyelesaian akhir.

TOPSHOT - Crystal Palace's English striker #09 Eddie Nketiah shoots to score their late winner during the English Premier League football match between Crystal Palace and Liverpool at Selhurst Park in south London on September 27, 2025. (Photo by Ben STANSALL / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Liverpool boleh saja unggul mutlak dalam penguasaan bola dengan 72,1 persen. Namun, Palace jauh lebih efisien mengeksekusi serangan. Terbukti, tuan rumah mencatat tembakan tepat sasaran nyaris dua kali lebih banyak, 7-4. Liverpool lebih sering melakukan tembakan spekulatif dari luar kotak penalti.

Pelatih Liverpool Arne Slot mengakui, Palace lebih diuntungkan. ”Gaya bermain di laga ini sangat cocok dengan para pemain mereka. Mereka bisa bertahan dengan blok rendah dan menyerang balik cepat. Mereka juga punya penyerang (bertubuh) besar dalam Mateta. Kami kesulitan,” ujarnya.

Penampilan buruk Liverpool di awal laga disebabkan strategi baru Slot. Pemain sayap Cody Gakpo yang biasa mengisi sisi kiri dalam formasi 4-2-3-1 dicadangkan. Posisinya digantikan gelandang serang Florian Wirtz. Ditambah tiga gelandang lain, permainan Liverpool menjadi sangat datar dan kurang ancaman dari sayap.

Liverpool tampil jauh lebih baik seusai turun minum seiring masuknya Gakpo. Saat bersamaan, Palace menggunakan pendekatan lebih pragmatis untuk mempertahankan keunggulan. Tuan rumah lebih sering bertahan dengan blok rendah, tidak seperti di paruh pertama dengan bolok tengah.

Hasilnya, laga seperti berjalan satu arah. Liverpool sudah mencatat 12 kali tembakan sejak turun minum sampai menit ke-75, sementara Palace hanya sekali. Serangan bertubi-tubi itu berbuah gol pada menit ke-87. Pemain pengganti Federico Chiesa sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang.

Setelah skor imbang, Palace kembali dalam mode berburu seperti pada paruh pertama. ”Si Elang” tidak lagi bertahan terlalu dalam dan lebih berani dalam serangan balik. Adapun gol Nketiah tercipta lewat skema lemparan jauh yang dihasilkan dari momen transisi serangan balik.

Crystal Palace's English defender #06 Marc Guehi (L) vies with Liverpool's Egyptian striker #11 Mohamed Salah (R) during the English Premier League football match between Crystal Palace and Liverpool at Selhurst Park in south London on September 27, 2025. (Photo by Ben STANSALL / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE. No use with unauthorized audio, video, data, fixture lists, club/league logos or 'live' services. Online in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No video emulation. Social media in-match use limited to 120 images. An additional 40 images may be used in extra time. No use in betting publications, games or single club/league/player publications. /

Kata Glasner, Palace memang lebih layak menang. ”Kami bermain luar biasa di paruh pertama dan layak unggul lebih dulu. Liverpool berhak atas gol peyeimbang, tetapi saya bahagia melihat reaksi yang diperlihatkan tim kami seusai kemasukan. Kami mengatasi tekanan itu,” tuturnya.

Lewat hasil itu, Palace sukses menciptakan rekor klub baru dengan tidak terkalahkan selama 18 pertandingan beruntun di seluruh kompetisi sejak musim lalu. Mereka mematahkan rekor yang sudah bertahan sejak 1969. Adapun Si Elang kini menjadi satu-satunya tim di liga yang belum terkalahkan (3 menang, 3 seri).

Palace bisa menghasilkan tren positif tersebut berkat pertahanan yang sangat solid. Lini belakang yang dipimpin bek tengah Marc Guehi itu baru kemasukan tiga gol dalam enam pekan awal liga. Pertahanan tersebut pula yang membuat Mohamed Salah dan rekan-rekan kehabisan ide.

Di sisi lain, kekalahan itu membuat Liverpool kembali berandai-andai. Mereka sempat sangat dekat untuk mendatangkan Guehi pada tenggat jendela transfer musim panas lalu. Alih-alih menambah kekuatan ”Si Merah”, Guehi justru menjadi perusak rekor sempurna Liverpool lewat pertahanan kokoh dan sumbangan asis di gol penentu. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto