Sindikat Ancam Ambil Organ WNI Pekerja Penipuan Daring

Sindikat penipu memukul hingga menyetrum pekerja. Semua ancaman untuk mencapai target penipuan.

18 Mar 2025 15:14 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

TANGERANG, KOMPAS — Bekerja sama dengan tiga negara, Indonesia memulangkan 554 orang dari Myawaddy, Myanmar. Petugas lintas lembaga akan memeriksa orang-orang yang dipulangkan itu untuk mencari perekrutnya.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Budi Gunawan mengatakan, pemulangan hasil kerja sama dengan Thailand dan China. Indonesia juga berkomunikasi dengan sejumlah pihak di Myanmar.

”Selama bekerja di markas sindikat online scamming, para korban yang merupakan WNI mengalami tekanan, kekerasan fisik, seperti pemukulan dan penyetruman, serta diancam untuk diambil organnya ketika tidak mencapai target yang ditetapkan oleh bandar,” kata Budi selepas menyambut gelombang pertama pemulangan, Selasa (18/3/2025), di Tangerang.

Orang-orang dipekerjakan sindikat penipuan daring di Myawaddy, Myammar. Beberapa waktu lalu, salah satu kelompok milisi Myanmar menyerbu pusat-pusat penipuan daring itu.

Pemulangan dilakukan secara bertahap. Pada Selasa, dipulangkan 400 orang dengan dua pesawat. Pada Rabu (19/3/2025), dipulangkan 154 orang. Ada 449 laki-laki dan 105 perempuan dalam rombongan yang dipulangkan itu. ”Upaya hukum terhadap para pelaku yang terlibat dalam jaringan TPPO ini juga akan terus ditegakkan, baik di dalam negeri maupun melalui kerja sama dengan otoritas di luar negeri,” ujar Budi.

Warga Indonesia yang baru dipulangkan dari Myawaddy, Myanmar tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (18/3/2025). Pemerintah Indonesia memulangkan 400 warga Indonesia dari Myawaddy, Myanmar. Di sana, warga Indonesia bekerja di pusat penipuan atau penipuan daring

Dari bandara, orang-orang itu dibawa ke penampungan sementara. Selama di sana, mereka antara lain akan diperiksa untuk menentukan mereka korban atau pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO). ”Upaya ini adalah bukti nyata bahwa negara hadir dan bertanggung jawab atas keselamatan seluruh warga negaranya,” kata Budi.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan, proses pemulangan itu menantang. Mereka berada di wilayah konflik di perbatasan Thailand-Myanmar. ”400 WNI terdiri dari 313 laki laki dan 87 perempuan. Keseluruhan dalam kondisi sehat. 6 perempuan dalam kondisi hamil,” katanya.

Pemulangan antara lain kerja sama Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Bangkok, KBRI Yangon, dan Divisi Hubungan Internasional Polri. Tugas tim gabungan itu mengidentifikasi orang-orang yang dibebaskan dari pusat penipuan daring. Setelah dipastikan WNI, mereka dikawal menuju Thailand.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari