Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Ceko Petr Fiala sama-sama berharap hubungan bilateral RI-Ceko semakin erat.
18 Jun 2025 14:10 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Ceko Petr Fiala di Praha, Ceko, Selasa (17/6/2025), waktu setempat. Pertemuan itu berlangsung saat Prabowo singgah di Praha dalam perjalanannya menuju Rusia untuk mengadakan kunjungan kenegaraan.
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Ceko Petr Fiala di hotel tempatnya menginap di Praha, Ceko. Kedatangan Perdana Menteri Fiala disambut oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di lobi hotel. Fiala lalu bertemu dengan Prabowo di sebuah ruang pertemuan.
Fiala mengapresiasi kehadiran Prabowo di Praha di tengah perjalanan menuju Rusia. Di Rusia, Presiden dijadwalkan untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin dan mengikuti Forum Ekonomi Internasional di Saint Petersburg. Oleh karena itu, sekalipun bukan dalam rangka kunjungan resmi, Perdana Menteri Fiala mengaku, tetap meluangkan waktu untuk menemui Prabowo.
Dalam perbincangan, ia pun mengenang kunjungannya ke Indonesia dua tahun lalu. “Saya ingat kunjungan saya ke Indonesia dua tahun lalu. Itu sangat mengesankan bagi saya,” tutur Fiala melalui keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Rabu (18/6/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/18/d02e274618ddebf6dbf0930d1d155923-WhatsApp_Image_2025_06_18_at_08.03.15.jpeg)
Prabowo juga menyambut kedatangan dan kesan baik Fiala terhadap Indonesia. Ia pun berharap, hubungan antara Indonesia dan Ceko semakin erat di masa mendatang.
Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Ceko telah terbangun sejak tahun 1950 dan terus terjalin hingga saat ini. Terakhir, Perdana Menteri Fiala berkunjung ke Indonesia pada April 2023. Saat itu, ia disambut oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi mengundang Ceko untuk berinvestasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), terutama di bidang transportasi massal yang ramah lingkungan. Menurut Fiala, para pelaku usaha di Ceko juga sangat berminat untuk membawa teknologi hijau dan transportasi ke IKN (Kompas, 18/4/2023).
Saat itu, Indonesia dan Ceko sepakat untuk terus memperkuat relasi dan menjajaki kerja sama produksi bersama industri strategis, transfer teknologi, dan penguatan kapasitas. Menurut Perdana Menteri Fiala, kerja sama ekonomi Indonesia-Ceko sangat penting dan terus tumbuh. Impor Ceko dari Indonesia disebut mencapai 637 dollar AS pada 2022.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/04/18/5e105272-bbad-4126-be22-b4bdfc0d7651_jpg.jpg)
Selain itu, saat berdiskusi dengan Jokowi, Perdana Menteri Fiala juga menyebutkan ada beberapa peluang kerja sama baru di luar kerja sama perdagangan yang sudah berlangsung. Salah satunya pembelian belasan pesawat L410NG oleh Indonesia. Adapun komitmen pembelian pesawat ini dilakukan awal November 2022.
Selain itu, kata Fiala, Ceko juga berminat untuk meningkatkan kerja sama di bidang keamanan, pertahanan, dan keamanan siber. Ceko pun ingin turut serta memodernisasi kekuatan TNI.
Sebelum transit di Praha, untuk menuju ke Rusia, Presiden mengadakan kunjungan kenegaraan ke Singapura. Di Singapura, Presiden menjadi pembicara utama dalam acara Leaders’ Retreat bersama dengan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, Senin (16/6/2025). Dalam agenda tersebut, pemerintah Indonesia dan Singapura juga menandatangani 19 kesepakatan strategis dalam beberapa bidang.
Adapun implementasi perjanjian ekstradisi jadi salah satu dari 19 kesepakatan strategis itu. Presiden Prabowo menyebut ada kemajuan dalam implementasi perjanjian ekstradisi yang telah diteken oleh pemerintah kedua negara, pada akhir Januari 2022 tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/16/b542494e-badc-4337-9055-f0eaabe8e315_jpeg.jpg)
“Di bidang politik dan keamanan, kami menegaskan kembali komitmen kami untuk sepenuhnya melaksanakan perjanjian kerja sama pertahanan dan menyelesaikan semua rincian teknis untuk area pelatihan militer. Dan saya berharap ini akan dipercepat dengan sangat cepat. Kami juga membuat kemajuan dalam mekanisme perjanjian ekstradisi," ujar Presiden.
Kemajuan dimaksud tidak dijelaskan secara rinci. Meski demikian, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas melalui keterangan tertulis, mengatakan bahwa dengan poin kesepakatan soal ekstradisi itu, Pemerintah Singapura berkomitmen untuk melaksanakan perjanjian yang telah ditandatangani di era Presiden ketujuh RI Joko Widodo tersebut.
Ia pun optimistis, komitmen Pemerintah Singapura itu menjadi momentum baik bagi kedua negara saling berkoordinasi dan bekerjasama lintas negara dalam penegakan hukum.
Penulis:
Kurnia Yunita RahayuEditor:
Anita YossiharaPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari