"Kita jaga PDI Perjuangan, kita jaga marwah Ketua Umum PDI Perjuangan dari berbagai upaya-upaya yang ingin merongrong marwah dan kewibawaan partai," kata Hasto.
26 Des 2024 19:02 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Alih-alih menjelaskan duduk perkara yang tengah dihadapinya, Hasto Kristiyanto justru mengungkap situasi politik yang terjadi saat menyampaikan pernyataan perdananya setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu salah satunya mengungkap adanya upaya untuk merongrong partainya. Hasto pun mengajak seluruh kader PDI-P untuk tetap menjaga marwah partai.
”Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran. Kita jaga PDI Perjuangan, kita jaga marwah Ketua Umum PDI Perjuangan dari berbagai upaya-upaya yang ingin merongrong marwah dan kewibawaan partai hanya karena ambisi kekuasaan. Kita adalah partai yang sah,” ujar Hasto melalui video, Kamis (26/12/2024).
Hasto tidak merinci upaya-upaya merongrong PDI-P yang ia maksud. Namun, ia sempat mengungkapkan mengenai munculnya berbagai intimidasi saat PDI-P akan memecat sejumlah kader. Menurut dia, ada pihak-pihak yang mengintimidasi PDI-P agar tidak memecat sosok yang memiliki ambisi kekuasaan dari PDI-P.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/20/86274855-9fd1-4293-95ad-b6c308e7eba7_jpg.jpg)
Lagi-lagi, Hasto tidak menyebut siapa sosok yang berambisi tersebut. Ia hanya menyampaikan, sosok tersebut telah berupaya melanggar konstitusi dengan mengusulkan perpanjangan masa jabatan hingga tiga periode. Namun, kala itu, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri berkukuh untuk tidak mengikuti usulan itu demi menjaga konstitusi dan demokrasi.
”Ketika muncul berbagai intimidasi agar tidak dilakukan pemecatan terhadap sosok yang memiliki ambisi kekuasaan sehingga konstitusi pun sepertinya mau dilanggar dengan perpanjangan masa jabatan tiga periode, maka demi konstitusi, Ibu Mega kokoh berdiri menjaga demokrasi,” kata Hasto.
Karena itu, lanjutnya, kader PDI-P tidak boleh menyerah. Risiko terburuk sudah disiapkan untuk menghadapi intimidasi, baik yang dilakukan dengan cara-cara formal maupun nonformal.
Jangan pernah takut menyuarakan kebenaran. Kita jaga PDI Perjuangan, kita jaga marwah Ketua Umum PDI Perjuangan dari berbagai upaya-upaya yang ingin merongrong marwah dan kewibawaan partai hanya karena ambisi kekuasaan.
Seruan itu disampaikan Hasto menanggapi keputusan KPK menetapkan dia sebagai tersangka kasus suap pengurusan penetapan anggota DPR 2019-2024 untuk pergantian antarwaktu yang juga menyeret buron Harun Masiku. Hasto juga ditetapkan sebagai tersangka kasus perintangan penyidikan. Status Hasto sebagai tersangka dalam dua perkara itu diumumkan oleh Ketua KPK Setyo Budiyanto, Selasa (24/12/2024).
Sejak dikabarkan menjadi tersangka, Hasto belum pernah muncul di hadapan publik. Hasto tidak terlihat dalam konferensi pers PDI-P untuk menanggapi keputusan KPK pada Selasa malam. Padahal, menurut informasi, Hasto seharian berada di kantor DPP PDI-P.
Hasto baru memberikan pernyataan menanggapi keputusan KPK pada Kamis (26/12/2024). Namun, pernyataan itu disampaikan melalui video yang disebarkan ke sejumlah pihak, termasuk media massa.
Hasto mengatakan, seluruh kader harus terus memperjuangkan nilai-nilai demokrasi, kedaulatan rakyat, dan membangun supremasi hukum. Kader juga harus mewujudkan hukum yang berkeadilan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/04/a1952979-947f-4960-aba5-21f3c22b0cbb_jpg.jpg)
Semangat pantang menyerah harus terus dijaga meskipun ada pihak-pihak yang mengintimidasi. Termasuk harus menyiapkan risiko terburuk, yakni dipenjara karena perjuangan tersebut.
Sebab, menurut Soekarno atau akrab disapa Bung Karno, masuk penjara adalah bagian dari pengorbanan cita-cita. Begitu pula saat kader-kader Partai Nasional Indonesia dihukum gantung di Ciamis hanya karena memekikkan salam merdeka di masa penjajahan Belanda. Para kader bahkan menuju tiang gantungan dengan mulut tersenyum dan kepala tegak.
”Demi perjuangan terhadap cita-cita, demi nilai-nilai yang kita perjuangkan, risiko apa pun, siap kita hadapi dengan kepala tegak dan mulut tersenyum,” kata Hasto.
Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan DPP PDI-P Komarudin Watubun semakin yakin akan kebenaran informasi mengenai adanya pihak-pihak yang ingin mengacaukan partai berlambang kepala banteng tersebut. Keyakinan itu semakin kuat setelah KPK menetapkan Hasto sebagai tersangka kasus suap dan perintangan penyidikan terkait penetapan calon anggota DPR 2019-2024 terpilih.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/24/103721c1-c03f-436a-b334-15bc0df1108a_jpeg.jpg)
”Ibu Ketua Umum pada 12 Desember menyampaikan bahwa partai akan di-awut-awut, rencananya pada kongres nanti. Jadi, ini semakin mengukuhkan keyakinan kami bahwa apa yang disampaikan Ibu Ketua Umum ini benar terjadi,” kata Komarudin saat konferensi pers menanggapi penetapan Hasto sebagai tersangka di Kantor DPP PDI-P, Selasa (24/12/2024) malam.
Pada 12 Desember, Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri mengungkapkan informasi yang diterima mengenai adanya pihak yang ingin mengacaukan kongres PDI-P pada April 2025. ”Karena aku juga sudah ada, nih, berita, nanti di kongres, karena sekarang kurang bisa berhasil, katanya di kongres juga mau di-awut-awut,” ujar Megawati saat menyampaikan pidato dalam peluncuran dan diskusi buku Pilpres 2024: Antara Hukum, Etika, dan Pertimbangan Psikologis di Jakarta.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, saat ini internal PDI-P relatif solid ketika Hasto ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, seluruh kader semakin kokoh untuk membentengi diri dari serangan pihak luar.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
Anita Yossihara