TENIS

Sinner ”Comeback” dengan Fisik dan Mental Lebih Kuat

Jannik Sinner kembali ke turnamen ATP Masters 1000 Indian Wells setelah absen pada 2025. Dia kembali dengan mental lebih kuat, tetapi dengan pembawaan rileks.

07 Mar 2026 17:22 WIB · Olahraga

Getty Images via AFP

Oleh Yulia Sapthiani

INDIAN WELLS, JUMAT — Ada berbagai momen yang membuat Jannik Sinner datang ke turnamen tenis Indian Wells, California, Amerika Serikat, dengan mental dan fisik lebih kuat. Dia ingin hasil lebih baik setelah absen pada 2025 dan gagal juara pada dua turnamen tahun ini.

Sinner tak tampil dalam turnamen ATP Masters 1000 Indian Wells 2025 karena menjalani skors akibat doping. Petenis Italia ini dua kali terpapar zat doping anabolic steroid clostebol pada Maret 2024, tetapi terhindar dari sanksi skors panjang. Sinner akhirnya mendapat hukuman tidak boleh bertanding selama tiga bulan, sejak Februari hingga 4 Mei 2025.

Dengan sanksi yang didapat setelah menjuarai Grand Slam Australia Terbuka itu, Sinner melewatkan empat turnamen ATP Masters 1000, yaitu Indian Wells, Miami, Monte Carlo, dan Madrid. Dia kembali berkompetisi pada turnamen Roma Masters, lalu Grand Slam Perancis Terbuka, dan mencapai final pada kedua turnamen tersebut, tetapi kalah dari Carlos Alcaraz.

Selain absen pada tahun lalu, kegagalan Sinner dalam dua turnamen awal pada tahun ini membuatnya punya motivasi lebih besar untuk mendapat gelar pertama di Indian Wells. Sinner gagal mempertahankan gelar juara Australia Terbuka karena kalah dari Novak Djokovic di semifinal. Pada turnamen ATP 500 Doha, pertengahan Februari, dia disingkirkan petenis Ceko berusia 20 tahun, yakni Jakub Mensik, di perempat final.

Petenis Italia, Jannik Sinner, berusaha mengembalikan servis Dalibor Svrcina pada babak kedua tunggal putra turnamen ATP Masters 1000 Indian Wells. Di Indian Wells Tennis Garden, California, AS, Jumat (6/3/2026), Sinner menang 6-1, 6-1.

Sinner akhirnya kembali bertanding di Indian Wells Tennis Garden saat tampil pada babak kedua (setelah bye di babak pertama) melawan petenis kualifikasi, Dalibor Svrcina, Jumat (6/3/2026) malam waktu setempat atau Sabtu siang waktu Indonesia. Petenis ranking kedua dunia itu mengontrol setiap aspek dan menang 6-1, 6-1 dalam pertandingan selama 1 jam 4 menit.

Setelah skor 1-1 pada set pertama, Sinner memenangi sembilan gim beruntun hingga Svrcina mendapat skor pertama setelah Sinner unggul 3-0 pada set kedua. Pada babak ketiga, petenis ranking kedua dunia itu akan berhadapan dengan Denis Shapovalov.

”Saya merasa baik secara mental, tetapi tetap tenang dan santai menghadapi setiap situasi. Saya dan tim menjalani banyak program latihan untuk tampil di sini. Banyak program di gimnasium untuk memperkuat fisik. Saya melakukan tambahan program untuk latihan fisik ini dan tidak banyak hari libur,” tuturnya dalam laman resmi ATP.

Indian Wells Masters 2026 ini menjadi yang kelima bagi Sinner sejak 2021. Hasil terbaiknya adalah saat mencapai semifinal pada 2023 dan 2024. Petenis yang mengalahkannya pada dua tahun tersebut tak lain adalah rivalnya, Carlos Alcaraz, yang juga tampil di Indian Wells tahun ini. Dengan status sebagai unggulan teratas dan kedua, Alcaraz dan Sinner hanya bisa bertemu di final.

INDIAN WELLS, CALIFORNIA - MARCH 03: Carlos Alcaraz of Spain fields questions on media day during the BNP Paribas Open at the Indian Wells Tennis Garden on March 03, 2026 in Indian Wells, California.   Matthew Stockman/Getty Images/AFP (Photo by MATTHEW STOCKMAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Alcaraz akan memulai penampilan melawan petenis senior, Grigor Dimitrov, Sabtu malam waktu setempat (Minggu pagi waktu Indonesia). Berbeda dengan Sinner, Alcaraz tiba di Indian Wells dengan statistik tak terkalahkan dalam 12 pertandingan. Rangkaian kemenangan itu menghasilkan gelar juara Australia Terbuka dan ATP Doha.

Petenis Spanyol berusia 22 tahun itu akan berusaha mengontrol emosi pada setiap pertandingan, faktor kunci yang membawanya menjuarai Australia Terbuka dan ATP Doha. ”Dengan tampil lebih tenang, saya bisa mencari solusi pada setiap masalah dengan lebih mudah,” katanya.

Dalam undian, Alcaraz berada di paruh atas bersama Djokovic yang dikalahkannya di final Australia Terbuka. Kedua petenis berbeda generasi itu dimungkinkan bertemu di semifinal.

Djokovic juga akan memulai penampilan pada Sabtu, melawan Kamil Majchrzak. Sebelum bisa bertemu Alcaraz di semifinal, Djokovic bisa berhadapan dengan juara bertahan, Jack Draper, pada babak keempat, lalu petenis tuan rumah Taylor Fritz di perempat final.

Sabalenka berburu gelar

Pada persaingan putri di tempat yang sama dalam level WTA 1000, petenis nomor satu dunia, yakni Aryna Sabalenka, juga berada dalam misi menjadi juara di Indian Wells untuk pertama kali. Sejak debut pada 2018, Sabalenka mencapai final pada 2023 dan 2025, tetapi kalah. Dia kalah dari salah satu rival beratnya, Elena Rybakina, pada 2023 dan dikalahkan petenis remaja, Mirra Andreeva, dua tahun berikutnya.

Aryna Sabalenka melakukan ”forehand” pada babak kedua tunggal putri turnamen tenis WTA 1000 Indian Wells. Sabalenka pada pertandingan di Indian Wells Tennis Garden, Jumat (6/3/2026).

Tahun ini, Sabalenka memenangi tantangan pertama saat melawan petenis kualifikasi asal Jepang, Himeno Sakatsume, 6-4, 6-2. ”Saya puas dengan cara saya melakukan servis pada pertandingan tadi. Saya juga senang bisa menekan lawan agar dia selalu berada jauh di belakang lapangan,” kata pemilik empat gelar juara Grand Slam itu.

Selain Sabalenka, petenis andalan tuan rumah, yaitu Cori Gauff dan Amanda Anisimova, juga memenangi babak kedua. Gauff menang atas Kamilla Rakhimova 6-3, 7-6 (5). Adapun Anisimova harus bermain tiga set untuk mengalahkan Anna Blinkova dengan skor 5-7, 6-1, 6-0.

Petenis AS, Cori Gauff, melakukan ”backhand overhead” pada pertandingan babak kedua tunggal putri WTA 1000 Indian Wells. Gauff menang atas Kamilla Rakhimova di Indian Wells Tennis Garden, California, AS, Jumat (6/3/2026).

Petenis Filipina, Alexandra Eala, memenangi laga panjang berdurasi 2 jam 49 menit. Petenis yang menjalani debut di Indian Wells itu mengalahkan Dayana Yastremska 7-5, 4-6, 7-5.

Janice Tjen, yang juga mengikuti WTA Indian Wells untuk pertama kali, mendapat hasil berbeda. Petenis Indonesia ini kalah dari Jaqueline Christian di babak pertama, 6-4, 4-6, 6-7 (6), pada Rabu. Namun, Janice memenangi babak pertama ganda putri bersama Chan Hao Ching (Taiwan) untuk berhadapan dengan unggulan ketujuh, Cristina Busca/Nicole Melichar-Martinez, pada babak kedua. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto