Potret kehidupan normal warga Iran dan Israel di hari kesebelas perang.
24 Jun 2025 11:31 WIB · Internasional
Pertikaian yang berubah menjadi perang terbuka antara Israel dan Iran yang berlangsung sejak 13 Juni 2025 membuat warga di dua negara menanggung akibatnya. Banyak bangunan dan fasilitas umum di Teheran dan Tel Aviv hancur karena rudal dan serangan musuh.
Aktivitas kehidupan normal warga menjadi rasa waswas dan ketakutan akan serangann lawan yang bisa menimpa mereka sewaktu-waktu. Penduduk di Iran berlindung di bangunan-bangunan yang dianggap aman.
Sementara Israel mengubah fasilitas bawah tanah mereka, seperti basemen, tempat parkir bawah tanah, stasiun bawah tanah mereka, menjadi tempat tinggal sementara.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/24/818d3a80-5551-4193-a443-feb34ec614df_jpg.jpg)
Situasi ini diperparah keputusan Trump yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dalam perang dua negara itu. Serangan senyap pesawat AS, Sabtu (26/6/2025), yang membombardir tiga sasaran fasilitas nuklir di Iran, menambah pelik situasi dan kehidupan warga Iran.
Sebagian besar warga di Iran ataupun di Israel, terutama yang tinggal di kota-kota besar, harus beradaptasi dengan situasi kehidupan baru yang sangat berbeda setelah perang pecah yang telah memasuki hari ke-11.
Foto-foto terbaru yang dilansir kantor berita AP dan AFP lebih banyak mempertontonkan dampak serangan. Namun, ada sebagian kecil yang masih menunjukkan ”sisi kehidupan norma”, seperti sebelum terjadi perang.
Di Iran, sebuah foto pertunjukan musik tradisional di Lapangan Hafteh-tir di Teheran, 23 Juni 2025, saat acara solidaritas rakyat Iran dengan latar belakang penduduk yang menikmati senja terlihat seperti kehidupan normal sehari-hari warga Iran.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/24/8fc58a09-4509-4d1f-bfe1-ba65ee5e902f_jpg.jpg)
Memainkan lima alat musik petik, satu alat musik tabuh, dan satu alat musik tiup, para pemainnya terlihat gembira. kesimpulan ini didukung dengan warga lain yang duduk di sekitarnya, menonton dan menikmati suguhan di taman itu.
Selain itu, di jalan-jalan utama kota Teheran tersebar baliho besar yang berisi semangat untuk memerangi Israel dan Amerika yang mereka anggap musuh utama.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/24/2b7f3e85-d860-4c82-8d96-2320fc4d6622_jpg.jpg)
Sudut lain menunjukkan aktivitas warga Teheran di saat senja, di jalan-jalan utama kota. Mereka melewati semacam papan pamflet dengan lampu yang ditempel poster dan berjajar seperti layaknya sebuah pameran seni. Semua poster adalah warga yang terbunuh oleh serangan Israel saat terjadi perang.
Poster yang terlihat mencolok adalah foto Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Ali Hajizadeh dalam pakaian resmi militer lengkap dengan pangkat dan tanda bintang penghargaan di dadanya. Ada pula foto besar sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anaknya yang berpose bersama.
Semua poster yang terpasang itu diberi tulisan yang sama, ”Di bunuh oleh Natanyahu”.
Sementara di Israel, foto pemuda bertelanjang dada atau berbikini bagi perempuan yang sedang menikmati sore di pantai di Tel Aviv juga mempertontonkan sisi normal seperti layaknya sebelum pecah perang.
Mereka tampak bergembira bermain bola atau sekadar duduk bergerombol di atas pasir. Ada pula yang sedang bermain surfing, menikmati ombak dengan latar belakang bangunan kota.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/24/66cc49a2-6f13-4564-9f58-f51ced6d36db_jpg.jpg)
Di pasar, pedagang masih berjualan, beberapa di antara mereka meletakkan bendera nasional Israel di toko mereka. Kegiatan ekonomi di pasar terlihat biasa, layaknya interaksi pedagang dan pembeli.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/24/9d485411-2a03-4bf3-a5b1-371668af2ccd_jpg.jpg)
Pemandangan yang berbeda adalah kawasan wisata rohani di Jerusalem. Pembatasan bahkan penutupan tempat wisata yang pada hari normal dijejali ribuan wisatawan dari berbagai belahan dunia ini terlihat sepi. Toko-toko suvenir tutup. Lorong-lorong terlihat sepi dan gelap, hanya terlihat satu atau dua wisatawan yang nekat datang.
Seorang perempuan asal Etiopia dengan kerudung putih terlihat berdiri sambil berdoa di depan pintu makam suci yang tertutup. Di foto lain, seorang pemuda berbaju putih berdoa di tangga masuk kompleks Masjid Al Aqsa di Kota Tua Jesrusalem.
Inilah rekaman ”lain” kehidupan di hari kesebelas perang.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .