Siswa Keracunan MBG Masih Keluar-Masuk, Polisi Selidiki Sampel Makanan

Penanganan kesehatan korban keracunan menu Makan Bergizi Gratis atau MBG di Bandung Barat masih berlangsung. Polisi memeriksa sampel muntahan dan makanan.

25 Sep 2025 09:03 WIB · Kesehatan

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

NGAMPRAH, KOMPAS — Siswa yang mengeluh keracunan setelah menyantap makanan bergizi di Bandung Barat masih keluar masuk fasilitas kesehatan. Pemeriksaan penyebab keracunan oleh polisi dan pemerintah daerah masih dilakukan.

Hingga Kamis (25/9/2025), penanganan kesehatan pada siswa masih dilakukan. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Lia N Sukandar mengatakan, data masih terus berkembang. Apabila hingga kemarin tercatat total 842 orang keracunan selama tiga hari, kemungkinan jumlahnya bisa bertambah.

Lia tidak memungkiri, peristiwa keracunan massal pada Rabu (24/9/2025) lebih banyak korban ketimbang kejadian pada Senin (22/9/2025). Namun, ia mengklaim, penanganannya lebih cepat dan baik berkat lebih banyak sokongan dan bantuan, baik berupa tenaga medis maupun sarana prasarana kesehatan. ”Sekarang lebih banyak tenaga medis dan bantuan, beda dengan hari Senin,” katanya.

Kendati saat Senin jumlah korban lebih sedikit, tambah Lia, pihaknya kewalahan karena keterbatasan tenaga dan alat, seperti tabung oksigen.

Infografik Sejumlah Kasus Keracunan akibat MBG

Terkait penyebab keracunan, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, sampel-sampel keracunan hari pertama dan kedua sudah dikirimkan ke laboratorium Badan Gizi Nasional (BGN). 

”Kami masih menunggu arahan dari BGN untuk mengambil langkah selanjutnya karena ini kebijakan nasional. Namun, kami akan tetap memberi masukan terkait pelaksanaannya di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Polres Cimahi Ajun Komisaris Besar Niko Adi Putra mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bandung Barat untuk menyelidiki kasus tersebut.  

Anak korban keracunan makanan bergizi gratis (MBG) dirawat di GOR Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (24/9/2025). Dalam tiga hari terakhir, tercatat hampir 1.000 siswa keracunan akibat sajian MBG.

Salah satu kegiatan adalah mengambil sampel muntahan dari korban, makanan MBG, serta memeriksa dan mengecek lokasi dapur MBG di Desa Neglasari, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

”Kami menurunkan tim dokter kesehatan hingga reserse untuk menyelidiki kasus ini,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto