Skema bantuan yang dikelola GHF di Jalur Gaza sejalan dengan niat Pemerintah Israel untuk mengontrol penuh Jalur Gaza dan mengusir warga Palestina dari enklave itu.
07 Jul 2025 06:35 WIB · Tajuk Rencana
Lebih dari sebulan terakhir, Israel memasang jebakan bantuan kemanusiaan. Tak kurang 500 warga Gaza tewas. Tujuannya, mengusir bangsa Palestina dari Gaza.
Di tengah tekanan internasional yang mengecam keras blokade bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Israel pada akhir Mei 2025 menggulirkan skema baru penyaluran bantuan bagi warga enklave tersebut. Dikelola oleh lembaga bernama Gaza Humanitarian Foundation (GHF), skema itu menyingkirkan mekanisme penyaluran bantuan lembaga-lembaga internasional di Gaza, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Kontras dengan prinsip penyaluran bantuan lama—bantuan harus didistribusikan ke area-area paling membutuhkan—pusat-pusat bantuan GHF ditempatkan di lokasi-lokasi terjauh dari tempat tinggal warga Gaza, termasuk di ujung selatan enklave. Warga Palestina harus berjalan jauh untuk mengambilnya. Lokasinya dipagari kawat berduri, dijaga ketat aparat.
Koordinator lembaga amal Dokter Lintas Batas (MSF) di Gaza, Aitor Zabalgogeazkoa, mengungkapkan, akses ke lokasi distribusi bantuan hanya cukup untuk satu orang. Paket dan kotak makanan diletakkan di meja. Saat pintu pagar dibuka, ribuan warga berebutan. Jika ada yang datang terlalu cepat, ditembak. Begitu pula jika datang tepat waktu, tetapi berdesak-desakan, serta tiba terlambat.
Hampir setiap hari, penyaluran bantuan GHF diwarnai jatuhnya korban jiwa di kalangan warga Palestina. Dalam kondisi kelaparan, mereka ditembaki tentara Israel dan tentara bayaran justru saat berupaya mengambil bantuan itu.
Hanya dua pilihan warga Palestina di Gaza, begitu pernyataan bersama 171 organisasi internasional: kelaparan atau ditembak saat mencoba mengambil makanan (Kompas, 4/7/2025).
PBB memperingatkan, skema bantuan GHF—bentukan Amerika Serikat dan Israel—ini ditujukan untuk kian mempercepat pengusiran populasi warga Gaza.
Sungguh tak bisa dilukiskan lagi dengan kata-kata bentuk kekejaman yang menimpa warga Palestina di Gaza itu. Amnesty International, lembaga pegiat hak asasi manusia di London, Inggris, tegas menyebut skema penyaluran bantuan GHF sebagai cara Israel mengeksploitasi kelaparan warga sipil Palestina sebagai senjata perang dan bagian dari destruksi kehidupan warga Gaza di tengah genosida yang sedang terjadi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/06/bba5108bf67edae7fca6e16d37863553-PALESTINIAN_ISRAEL_CONFLICT_130803803.jpg)
PBB memperingatkan, skema bantuan GHF—bentukan Amerika Serikat dan Israel—ini ditujukan untuk kian mempercepat pengusiran populasi warga Gaza. Ada benang merah implementasi GHF dengan niat Pemerintah Israel untuk mengontrol penuh Jalur Gaza dan mengusir warga Palestina dari enklave itu (Max Rodenbeck, Foreign Affairs, 25/6/2025).
Dunia harus segera bersikap tegas mendesak penghentian skema bantuan GHF yang jelas-jelas melanggar hukum internasional dan tak sejalan dengan prinsip kemanusiaan itu. Pulihkan kembali mekanisme bantuan internasional bagi warga Gaza di bawah koordinasi PBB.
Penulis:
REDAKSIEditor:
Muhammad Samsul Hadi, Marcellus HernowoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti