Solidaritas Internasional untuk Iran

Ribuan aktivis di sejumlah negara turun ke jalan mendukung pengunjuk rasa yang menentang Pemerintah Iran.

13 Jan 2026 14:35 WIB · Internasional

AP/Ebrahim Noroozi

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Dimulai dengan kemarahan akan perekonomian yang melemah dan daya beli masyarakat yang anjlok, pedagang di Grand Bazaar, Teheran, Iran, menggalang unjuk rasa. Aksi yang dimulai pada 28 Desember 2025 ini masih berlangsung hingga kini. Setidaknya 490 pengunjuk rasa tewas dan 10.600 lainnya ditangkap dan terancam hukuman berat.

Video yang beredar daring menunjukkan yang diduga puluhan jenazah di kamar mayat di pinggiran ibu kota Iran. Orang-orang yang mengetahui fasilitas tersebut dan kantor berita aktivis hak asasi manusia yang berbasis di AS mengatakan pada Senin (12/1/2026) bahwa video tersebut menunjukkan Pusat Kedokteran Forensik Kahrizak.

Polisi berjaga di depan Gerbang Brandenburg saat pengunjuk rasa berpartisipasi mendukung protes massal nasional di Iran terhadap pemerintah,  di Berlin, Jerman, Minggu (11/1/2026).

Terlihat orang-orang berjalan melewati mayat-mayat dalam kantong jenazah yang diletakkan di sebuah ruangan besar. Beberapa di antara mereka mencoba mengidentifikasi dengan membuka kantong jenazah.

Video lain, yang dibagikan secara luas oleh para aktivis, diduga menunjukkan orang-orang berkumpul di sekitar monitor televisi di kamar mayat, melihat gambar wajah-wajah jenazah. Di luar, terdengar orang-orang meratap dalam kesedihan. Rekaman tersebut sesuai dengan gambar-gambar lain dari fasilitas tersebut yang beredar secara daring.

Visual dari video ini diambil dari UGC pada 12 Januari 2026,  pertama kali muncul secara daring pada 10 Januari 2026, dan diverifikasi oleh tim AFPTV di Paris pada 11 Januari 2026, menunjukkan halaman Pusat Diagnostik dan Laboratorium Forensik Provinsi Teheran di Kahrizak dengan puluhan mayat di dalam kantong jenazah yang diletakkan untuk anggota keluarga. Setidaknya 192 pengunjuk rasa terbunuh dalam gerakan terbesar Iran melawan republik Islam dalam lebih dari tiga tahun. Protes, yang awalnya dipicu kemarahan atas kenaikan biaya hidup, sekarang telah menjadi gerakan melawan sistem teokratis yang ada di Iran sejak revolusi 1979 dan telah berlangsung selama dua minggu.
Visual dari video ini diambil dari  UGC pada 12 Januari 2026, dan pertama kali muncul secara daring pada 10 Januari 2026, dan diverifikasi oleh tim AFPTV di Paris pada 11 Januari 2026, menunjukkan halaman Pusat Diagnostik dan Laboratorium Forensik Provinsi Teheran di Kahrizak dengan puluhan mayat di dalam kantong jenazah yang diletakkan untuk anggota keluarga. Setidaknya 192 pengunjuk rasa terbunuh dalam gerakan terbesar Iran melawan republik Islam dalam lebih dari tiga tahun.
Visual dari video ini diambil dari  UGC pada 12 Januari 2026, dan pertama kali muncul secara daring pada 10 Januari 2026, dan diverifikasi oleh tim AFPTV di Paris pada 11 Januari 2026, menunjukkan halaman Pusat Diagnostik dan Laboratorium Forensik Provinsi Teheran di Kahrizak dengan puluhan mayat di dalam kantong jenazah yang diletakkan untuk anggota keluarga. Kelompok hak asasi mengatakan mereka adalah korban dari tindakan keras brutal otoritas Iran terhadap protes.
Foto yang diambil dari potongan video yang beredar di media sosial menunjukkan para pengunjuk rasa menari dan bersorak di sekitar api unggun saat turun ke jalan di Teheran, Iran, Jumat (9/1/2026).
Sebuah video yang dirilis oleh TV negara Iran menunjukkan kendaraan terbakar di tengah malam saat protes massal di Teheran, Iran, Kamis (8/1/2026).
Foto yang diambil dari video yang diperoleh AP di luar Iran menunjukkan orang-orang yang memblokade persimpangan selama protes di Teheran, Iran, Kamis (8/1/2026).
Sebuah foto yang diambil dari video menunjukkan orang-orang saat protes di Teheran, Iran, Jumat (9/1/2026).

Tindakan keras aparat keamanan ini mendapat perhatian kalangan internasional. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (11/1/2026) malam memperingatkan bahwa dirinya mungkin harus mengambil tindakan karena laporan kematian terus meningkat dan Pemerintah Iran terus menangkap para demonstran.

Iran tidak langsung menanggapi komentar Trump. Sebelumnya, Iran telah memperingatkan bahwa militer AS dan Israel akan menjadi ”target yang sah” jika Amerika menggunakan kekuatan untuk melindungi para demonstran.

Seorang pengunjuk rasa dengan bendera Iran menghadiri demonstrasi melawan pemerintah Iran di alun-alun Stephansplatz di Wina, Austria pada Minggu (11/1/2026).

China menyatakan menentang penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional dan menyatakan harapan bahwa pemerintah dan rakyat Iran ”mampu mengatasi kesulitan saat ini dan menjaga stabilitas nasional”. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan, pada Senin (12/1/2026), Beijing selalu menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain.

Sementara itu, Kanada menyatakan ”berdiri bersama rakyat Iran yang berani”. Dalam sebuah pernyataan di media sosial, mereka mengecam keras pembunuhan para demonstran selama protes besar-besaran yang telah mengguncang negara itu dalam dua minggu terakhir.

Para aktivis mengambil bagian dalam aksi unjuk rasa yang mendukung para pengunjuk rasa Iran di Lafayette Park, di seberang Gedung Putih, di Washington, AS, Minggu (11/1/2026).
Suasana unjuk rasa di depan Gerbang Brandenburg di Berlin, Jerman, untuk mendukung protes massal nasional di Iran melawan pemerintah, Minggu (11/1/2026).
Para pengunjuk rasa memegang poster saat aksi unjuk rasa untuk mendukung demonstrasi massa nasional melawan Pemerintah Iran di Paris, Perancis, Minggu (11/1/2026).
Muslim Syiah meneriakkan slogan saat protes terhadap Amerika Serikat dan menunjukkan solidaritas dengan Iran di Lahore, Pakistan, Minggu (11/1/2026).
Seorang wanita, dengan wajah yang dicat dengan warna bendera Iran, bergabung dalam demonstrasi kecil di Istanbul, Turki, Minggu (11/1/2026), untuk mendukung protes massa nasional di Iran melawan pemerintah.
Pengunjuk rasa berpartisipasi dalam demonstrasi di Berlin, Jerman, untuk mendukung protes massal nasional di Iran melawan pemerintah, Sabtu (10/1/2026).
Seorang pengunjuk rasa membakar gambar Ayatollah Ali Khamenei saat rapat umum yang diadakan di Whitehall di pusat kota London, Inggris, pada Minggu (11/1/2026). Mereka memprotes tindakan keras rezim Iran terhadap demonstran dan pemutusan akses internet.

Selain pemimpinnya, aksi mengecam tindakan Pemerintah Iran yang bertindak represif terhadap para demonstran juga dilakukan oleh para aktivis di sejumlah negara. Mereka membawa bendera nasionalnya dan berbagai poster yang menyuarakan kecaman terhadap Pemerintah Iran serta dukungan terhadap pengunjuk rasa di Iran. Di Perancis dan London, pengunjuk rasa membakar poster bergambar pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Seorang pengunjuk rasa membakar gambar Ayatollah Ali Khamenei saat rapat umum yang diadakan di Whitehall di pusat kota London pada Minggu (11/1/2026). Mereka memprotes tindakan keras rezim Iran terhadap demonstran dan pemutusan akses internet

Pada Senin (12/1/2026), Iran memanggil para diplomat di Teheran yang mewakili Perancis, Jerman, Italia, dan Inggris untuk menyampaikan keberatan atas dukungan negara-negara tersebut terhadap protes yang telah mengguncang republik Islam itu. Para diplomat diperlihatkan video kerusakan yang disebabkan oleh ”perusuh” dan diberi tahu bahwa pemerintah mereka harus menarik pernyataan resmi yang mendukung para demonstran. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Iwan Setiyawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul