Potret warga Palestina yang menikmati sore di gurun pasir Al-Zahra di Gaza.
08 Des 2025 12:21 WIB · Internasional
AP
Ahmed Abu Amra, pemuda berusia 23 tahun, warga Palestina, mengendarai sepeda motornya dan memamerkan keahliannya di sebuah bukit berpasir di wilayah Al-Zahra, Jalur Gaza tengah, Jumat (5/12/2025). Ia melakukan atraksi menarik, mengendarai motor dengan mengangkat ban depan di tengah gurun pasir.
Puluhan warga yang menonton terlihat antusias mengabadikan momen ini dengan dengan telepon genggam mereka. Masih di lokasi yang sama, seorang pemuda mengendarai kendaraan segala medan beroda tiga. Ia memacu kendaraannya meliuk-liuk di kemiringan gurun pasir.
Bukit pasir di kawasan Al-Zahra, Jalur Gaza tengah, kembali menjadi pusat berkumpulnya kaum muda Palestina. Sebelumnya, selama dua tahun, aktivitas ini berhenti total seiring terjadinya perang antara Hamas dan Israel yang dipicu serangan pada 7 Oktober 2023.
Suasana yang berbeda juga terlihat saat 54 pasang warga Palestina melangsungkan pernikahan massal beberapa hari lalu. Ribuan pasang mata menjadi saksi momen bahagia yang sempat hilang selama perang ini. Wajah-wajah bahagia mereka yang menikah menjadi awal kehidupan selanjutnya.
Pamandangan sekumpulan anak-anak yang mengenakan tas ransel dan berangkat ke sekolah juga menjadi hal yang bisa dilihat di berbagai sudut Gaza. Mereka menjalani proses belajar dengan senang hati di tengah berbagai keterbatasan yang ada.
Banyak gedung sekolah yang masih utuh digunakan sebagai tempat mengungsi. Ini membuat mereka berbagi dengan anak-anak yang akan menggunakan ruangan untuk bersekolah.
Di pagi hari, keluarga yang telantar dan tinggal di ruang kelas sekolah menyingkirkan tempat tidur dan barang-barang lainnya untuk memungkinkan anak-anak dan guru menggunakan ruang untuk belajar. Menjelang sore, mereka kembali menata tempat tidur untuk dipergunakan sebagai tempat beristirahat.
Dengan disepakatinya gencatan senjata tahap pertama yang dimulai pada 10 Oktober 2025, kehidupan ”normal” warga Palestina sedikit demi sedikit mulai kembali. Sesuai kesepakatan, kedua belah pihak saling bertukar tawanan.
Sejauh ini, Hamas telah mengembalikan 20 sandera hidup dan sisa-sisa jenazah sandera sebanyak 27 orang. Masih tersisa satu jenazah sandera yang teridentifikasi sebagai Ran Gvili, polisi Israel yang tewas saat serangan dua tahun lalu. Israel juga telah menyerahkan jenazah ratusan warga Palestina.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2025/12/08/0fe76794-04a6-4602-878c-5f0b12c31c20.jpg)
Saat ini sedang berlangsung perundingan untuk gencatan senjata tahap kedua yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Warga Palestina berharap tercapainya perdamaian total agar hidup mereka sepenuhnya normal. (AP/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto