Alur cerita ”Squid Game 2” lebih kompleks. Pergolakan batin dari berbagai sisi dipertontonkan sehingga memantik rasa penasaran menunggu musim selanjutnya.
12 Jan 2025 08:15 WIB · Hiburan
Squid Game 2, sebagaimana sesi sebelumnya, Squid Game, masih setia dengan isu uang, pertemanan, dan kemanusiaan. Kali ini konflik yang muncul lebih berlapis untuk menegaskan betapa uang berada di atas kemanusiaan.
Pamor Squid Game 2 belum surut meskipun telah dirilis sejak 26 Desember 2024. Film serial Korea Selatan itu masih bertengger di puncak film serial non-berbahasa Inggris global di Netflix. Hingga dua pekan tayang, film yang disutradarai dan ditulis Hwang Dong-hyuk tersebut telah ditonton 58,2 juta kali.
Squid Game 2 turut mendongkrak musim sebelumnya yang meraih kesuksesan pada 2021 di peringkat kedua, ditonton 13,6 juta kali. Peringkat ketiga yang diduduki miniseri La Palma masih jauh di bawah Squid Game dengan ditonton 8,3 juta kali.
Berbeda dengan musim sebelumnya yang lebih banyak berkutat pada permainan yang berujung pada kematian, kali ini Hwang Dong-hyuk lebih bereksplorasi dari berbagai sisi sudut pandang cerita. Mulai dari latar belakang peserta masuk ke dalam permainan hingga pertarungan batin untuk melanjutkan atau mengakhiri permainan.
Berawal dari keinginan pemenang musim pertama Seong Gi-hun (Lee Jung-jae) menghentikan permainan maut itu, ia memutuskan kembali ke arena dengan misi yang berbeda. Dia tidak lagi mengejar uang hasil permainan karena telah menimbulkan banyak korban jiwa.
Seong Gi-hun bekerja sama dengan seorang polisi bernama Hwang Jun-ho (Wi Ha-joon) yang mencari kakaknya bernama Hwang In-ho (Lee Byung-hun). Hwang In-ho merupakan Front Man yang menjadi pemimpin permainan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/10/87fcde50e6fdfda9d722a4c96494a2b6-20250110_PDS02.png)
Dalam misi ini, Seong Gi-hun justru terjebak ke dalam permainan karena pelacak sistem pemosisi global (GPS) yang dipasang pada giginya telah dicopot. Alhasil, dia harus menghadapi setiap permainan dengan segala persoalannya.
Ada berbagai sudut pandang yang diceritakan pada musim ini. Selain upaya Seong Gi-hun untuk menghentikan permainan, sisi eksekutor juga diceritakan. Lika-liku Hwang Jun-ho untuk bisa menemukan lokasi permainan juga diekspos.
Karakter peserta permainan di musim kedua juga lebih beragam dan kuat antara protagonis dan antagonis. Seong Gi-hun yang ingin menghentikan permainan terus mendapatkan perlawanan dari Thanos atau Choi Su-bong (Choi Seung-hyun), seorang rapper yang mempunyai banyak utang.
Thanos cukup menyebalkan karena ingin memenangi permainan secara licik. Sejak awal, ia konsisten melanjutkan permainan dan berusaha membawa uang sebanyak-banyaknya.
Peserta yang ingin melanjutkan permainan menekan tombol O, sedangkan yang ingin mengakhirinya menekan tombol X. Pengambilan suara dilakukan setiap permainan usai. Mereka bisa memilih pulang dengan hadiah uang yang terakumulasi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/10/7c34f4a6f2be703005e226cf134e2c54-20250110_PDS03.png)
Proses pengambilan suara ini selalu dipenuhi dengan ketegangan. Bahkan, setelah pengambilan suara seusai permainan ketiga terjadi keributan karena jumlah suara imbang. Mereka pun saling bunuh.
Ketika situasi semakin memanas, Seong Gi-hun mengambil kesempatan untuk melawan penyelenggara permainan. Namun, tidak semua peserta berani bergabung dengannya.
Drama kehidupan
Squid Game 2 banyak menyuguhkan drama kehidupan. Salah satunya, saat mereka memilih melanjutkan permainan demi mendapatkan uang sebanyak-banyaknya atau mengakhiri permainan agar bisa keluar dengan selamat. Tak sedikit dari mereka yang hanya memikirkan uang yang bisa mereka peroleh tanpa memedulikan kematian yang sudah menanti.
Drama pengkhianatan juga banyak dimunculkan. Namun, ada yang kembali bersekutu setelah berkhianat. Bahkan, ada orang yang justru berpihak kepada musuh tanpa diduga oleh Seong Gi-hun dan Hwang Jun-ho. Penonton bisa menerka-nerka dari ekspresi wajah mereka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/10/f8936cc139c7d46af1d4825d6c570435-20250110_PDS04.png)
Front Man yang menjadi pemimpin pengawas bergabung dalam permainan dengan nomor 001. Ia berpura-pura berada di pihak Seong Gi-hun dengan menggunakan nama Oh Young-il. Bahkan, ia ikut bergabung dengan Seong Gi-hun dalam upaya perlawanan untuk menemukan lokasi pimpinan. Oh Young-il yang menghancurkan rencana Seong Gi-hun.
Begitu juga dengan Hwang Jun-ho yang tidak menyadari bahwa Kapten Park (Oh Dal-su) yang dipercaya sebagai nakhoda kapal berkhianat. Kapten Park membunuh salah satu anggota tim Hwang Jun-ho.
Pengkhianatan tersebut semakin membuat penonton penasaran apakah Seong Gi-hun berhasil menghentikan permainan atau tidak. Hwang Dong-hyuk kepada The Hollywood Reporter mengungkapkan bahwa pertikaian antara kubu O dan X terjadi karena dikendalikan dan didominasi oleh sistem.
Pertentangan itu mencerminkan realitas saat ini. Banyak konflik, perpecahan, dan perang yang terjadi karena ada begitu banyak cara untuk memecah belah.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/02/b7e4cd65-6a29-40b4-a621-d40c8a2cf5f4_png.png)
”Kita pikir semua orang adalah musuh kita. Semua orang adalah orang yang kita lawan. Di sisi lain, saya pikir kita tidak banyak bertanya tentang sistem fundamental yang membuat kita berperilaku seperti ini dan menciptakan lingkungan seperti ini. Saya ingin pertarungan antarmanusia mencerminkan hal itu,” jelas Hwang Dong-hyuk.
Ia membutuhkan pemain nomor 001 baru sehingga terpikir ide untuk membawa Front Man ke dalam permainan. Hwang Dong-hyuk melihat karakter Front Man dan Seong Gi-hun memiliki kemiripan. Mereka masuk ke Squid Game setelah mengalami kekejaman, melihat sisi kemanusiaan dan kekecewaan. Front Man pun menghormati Seong Gi-hun.
Saat ditanya harapan bagi Front Man, Hwang Dong-hyuk mengatakan jawabannya ada di musim ketiga. ”Anda dapat melihatnya di musim ketiga. Ada jawaban untuk pertanyaan itu,” ucapnya.
Hwang Dong-hyuk menceritakan bahwa dirinya menulis Squid Game musim kedua dan ketiga secara berurutan. Saat ini, musim ketiga sedang dalam tahap pascaproduksi dan akan muncul sekitar tahun 2025. Musim ketiga akan mengeksplorasi rasa kehilangan dan kegagalan. Begitu juga dengan rasa bersalah yang membebani Seong Gi-hun.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/10/29/SKOREA-TELEVISION-SOCIAL-SQUIDGAME-HWANG_99860979_1635480927_jpg.jpg)
Secara pribadi, Hwang Dong-hyuk melihat musim ketiga sebagai akhir cerita yang ingin dia sampaikan ke masyarakat melalui karakter Seong Gi-hun. Jika ingin kembai ke dunia Squid Game, ia akan menggunakan karakter dengan alur cerita yang berbeda.
”Semacam spin-off, mungkin. Misalnya, para penjaga bertopeng. Bagaimana mereka bisa sampai di sini? Apa yang mereka lakukan di waktu senggang? Mungkin seperti itu,” ungkap Hwang Dong-hyuk.
Tentu menarik menantikan Squid Game musim ketiga yang sedang digarap. Atau, justru sudah tidak sabar menunggu film dengan cerita dari sisi lain yang bakal dibuat Hwang Dong-hyuk? Mari kita nantikan bersama-sama.
Pada musim pertama dan kedua, permainan masih fokus pada isu betapa uang dapat mengubah pendirian dan cara pandang seseorang. Pada musim kedua ini, jelas sekali bahwa pengkhianatan dan kematian itu akibat uang. Uang berada di atas pertemanan dan kemanusiaan.
Penulis:
Prayogi Dwi SulistyoEditor:
Moh. Hilmi Faiq