PERANG TIMUR TENGAH

Sri Lanka Bantu Awak Kapal Iran yang Ditorpedo Kapal Selam AS di Samudra Hindia

Pentagon mengungkap serangan torpedo kapal selam AS terhadap kapal perang Iran di Samudra Hindia. Menhan Hegseth menyebut, serangan ini pertama kali sejak PD II.

04 Mar 2026 23:01 WIB · Internasional

AFP/Ishara S. KODIKARA

Oleh Muhammad Samsul Hadi, Nur Hidayati

DUBAI, RABU  — Hingga hari kelima perang, Rabu (4/3/2026), Amerika Serikat bersama Israel dan Iran terus saling serang. Sementara AS dan Israel meningkatkan serangan udara ke wilayah Iran, kapal selam AS dilaporkan telah menenggelamkan kapal perang Iran, IRIS Dena, di Samudra Hindia. Kapal ini disebut berawak 180 orang.

Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath menyampaikan kepada parlemen bahwa angkatan lautnya mendapat informasi tentang kapal Iran yang tengah kandas dihantam torpedo. Sri Lanka lantas mengirim kapal dan pesawat angkatan udara untuk misi penyelamatan tersebut.

Otoritas Sri Lanka mengatakan, sebanyak 32 orang diselamatkan dari kapal perang Iran. Angkatan Laut Sri Lanka menyebutkan, mereka menemukan 87 jenazah dari laut. Sementara 61 orang masih hilang.

”Operasi pencarian masih terus berlangsung,” ujar seorang pejabat Angkatan Laut Sri Lanka yang tak mau disebut identitasnya kepada AFP.

Menurut Herath, sebanyak 32 pelaut Iran yang berhasil diselamatkan kini dirawat di Galle, kota pantai di sebelah barat daya Sri Lanka. Di kota itu, wartawan AFP melihat puluhan jenazah dibawa ke sebuah rumah sakit, Rabu malam.

Healthcare workers carry the bodies of Iranian sailors who died in a US torpedo attack on their frigate IRIS Dena off Sri Lanka's southern coast, at the mortuary of the Karapitiya hospital in Galle on March 4, 2026. A US submarine sank an Iranian warship in the Indian Ocean, Defense Secretary Pete Hegseth said on March 4, touting the strike as evidence of America's global reach in its war on Iran. Nearly 150 sailors were missing and several dead after the frigate IRIS Dena sank off Sri Lanka. (Photo by Ishara S. KODIKARA / AFP)

Jubir Angkatan Laut Sri Lanka, Buddhika Sampath, mengungkapkan, kapal perang Iran mengeluarkan panggilan pertolongan darurat pada Rabu petang. Namun, kapal perang Iran itu telah tenggelam sepenuhnya saat kapal penyelamat tiba di lokasi 1 jam setelah menerima panggilan pertolongan darurat.

Kapal perang Iran itu dilaporkan sedang pulang dari mengikuti latihan angkatan laut di Visakhapatnam, kota pelabuhan di India timur, dekat Teluk Benggala, 18-25 Februari 2026. Serangan terhadap kapal Iran itu berlokasi sekitar 40 kilometer selatan Galle.

Quote

Kapal perang Iran itu dilaporkan sedang pulang dari mengikuti latihan angkatan laut di Visakhapatnam, kota pelabuhan di India timur, dekat Teluk Benggala, 18-25 Februari 2026.

Sampath mengatakan, respons Sri Lanka pada panggilan pertolongan darurat itu sudah sesuai dengan ketentuan maritim. ”(Lokasi tenggelamnya kapal Iran) itu di area dalam jangkauan pencarian dan penyelamatan kami,” ujarnya kepada AFP.

Sri Lanka menegaskan tetap netral dalam perang Iran versus AS-Israel dan berulang kali menyerukan dialog untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.

Gabungan foto tangkapan video yang dirilis Departemen Pertahanan AS, Rabu (4/3/2026), ini memperlihatkan momen-momen saat kapal perang Iran dihantam serangan torpedo kapal selam AS hingga tenggelam di Samudra Hindia.

Di Virginia, Amerika Serikat, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, seperti dilaporkan Associated Press, Rabu (4/3/2026), mengatakan, kapal selam AS menembakkan torpedonya untuk menenggelamkan kapal perang Iran di perairan internasional Samudra Hindia.

”Kapal selam Amerika (Serikat) menenggelamkan kapal perang Iran yang (awak kapalnya) berpikir, mungkin aman berlayar di perairan internasional,” kata Hegseth di Markas Besar Pentagon, Virginia, AS. ”(Kapal) itu tenggelam akibat tembakan torpedo. Kematian yang pelan-pelan.”

Ia menyebut, serangan dengan cara itu adalah yang pertama kali dilakukan AS sejak Perang Dunia II. ”Seperti pada Perang (Dunia II) itu, kami bertempur untuk menang,” kata Hegseth.

Iran belum mengeluarkan komentar mengenai tenggelamnya kapal perangnya di Samudra Hindia. Duta Besar Iran untuk Sri Lanka, Alireza Delkhosh, belum memberikan pernyataan saat diminta tanggapannya. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Samsul Hadi, Nur Hidayati
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto