Stadion Sudiang di Makassar mulai memasuki tahap lelang dengan anggaran Rp 674 miliar. Pembangunan diharapkan berjalan sesuai rencana dan persyaratan yang ada.
01 Okt 2025 13:30 WIB · Olahraga
MAKASSAR, KOMPAS — Stadion Sudiang di Makassar, Sulawesi Selatan, segera memasuki tahap pengerjaan pada November mendatang. Stadion berkapasitas 27.000 kursi ini sudah dianggarkan lebih dari setengah triliun rupiah. Pembangunan diharapkan berjalan sesuai jadwal, termasuk analisis mengenai dampak lingkungan yang kini belum selesai.
Setelah direncakan sejak 2024, pembangunan Stadion Sudiang kini telah memasuki tahap lelang.
Dalam dokumen Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE), stadion berkapasitas 27.000 kursi ini dianggarkan Rp 674,9 miliar. Penandatanganan kontrak direncanakan pada akhir Oktober dan mulai dikerjakan November 2025.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Sulsel Suherman menuturkan, setelah berproses beberapa waktu, pembangunan Stadion Sudiang telah memasuki tahap lelang. Semua proses perencanaan hingga pelaksanaan ditangani pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Pihak provinsi, tutur Suherman, bertugas menyiapkan lahan. Sebanyak 15 hektar disiapkan untuk pembangunan stadion dan fasilitas penunjang. Dari luas itu, 7 hektar di antaranya untuk bangunan stadion.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/01/8b19384389809f9baf6d7f1b14f8904f-IMG_8318.jpeg)
“Selain lahan, kami di Pemprov Sulsel bertanggung jawab menyelesaikan dokumen-dokumen,” kata Suherman, Rabu (1/10/2025).
Sejumlah dokumen pun telah tuntas dikerjakan. Saat ini, pihaknya fokus dalam percepatan penyelesaian dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).
Diupayakan, dokumen tersebut bisa tuntas di akhir Oktober ini. Ia menyebut penyusunannya tidak memiliki kendala. Namun, proses Amdal membutuhkan waktu tidak sebentar.
Wakil Gubernur Sulsel Fatmawaty Rusdi dalam pernyataan resminya mengungkapkan, pembangunan stadion ini akan berjalan selama 18 bulan dengan skema tahun jamak. Dimulai di November 2025, penyelesaian diharapkan pada pertengahan 2027 mendatang.
“Semua tahapan berjalan baik dan dipercepat, termasuk penyelesaian dokumen Amdal. Koordinasi juga dilakukan bersama Kementerian PU agar pembangunan berjalan sesuai rencana,” tambahnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/01/4cbff258c6f8ecba647fc5c3a20eedc4-IMG_8338.jpeg)
Stadion ini, ucap Fatmawaty, diharapkan menjadi stadion modern yang membawa semangat baru bagi dunia olahraga, khususnya sepak bola. Selain itu, menjadi simbol kemajuan pembangunan di Sulsel.
Persoalan stadion di Kota Makassar menjadi polemik selama beberapa tahun terakhir. Hal itu dimulai dari dibongkarnya Stadion Mattoanging pada Oktober 2020.
Saat itu, stadion yang pertama kali digunakan untuk perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-4 pada 1957 dibongkar hingga rata dengan tanah.
Stadion yang menjadi “rumah” bagi tim kebanggaan daerah Persatuan Sepakbola Makassar (PSM), klub kebanggaan Sulsel, itu tidak kunjung terbangun hingga saat ini.
Sebelumnya, saat Syahrul Yasin Limpo menjabat sebagai Gubernur Sulsel, sempat dilakukan pembangunan sebuah stadion di kawasan Barombong, Makassar. Namun, keterbatasan anggaran dan persoalan lahan yang sebagian belum tuntas membuat pembangunan stadion itu mangkrak.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, sebelumnya menjanjikan pembangunan stadion baru. Mantan Chief Executive Officer PSM itu menuturkan, stadion baru tersebut kemungkinan bakal dibangun di lahan milik Pemkot Makassar di daerah Untia, Makassar.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/01/71b0eaf41ee396c8168a37101dfbeaf2-IMG_8316.jpeg)
Pembangunan stadion di lokasi baru dipilih karena lahan Stadion Mattoangin merupakan milik Pemprov Sulsel. Di sisi lain, Munafri menyebut, stadion baru itu diharapkan tidak dibangun dengan APBD Makassar, tetapi melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
”Kami juga sudah berbicara dengan pihak ketiga. Harapannya, stadion ini tidak terbangun dengan biaya APBD. Jadi bisa menjadi investasi yang inovatif yang hadir di Kota Makassar,” kata Munafri (Kompas, 6/3/2025).
Penulis:
Saiful Rijal YunusEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan