Evakuasi Warga Rawan Terdampak Letusan Semeru Mulai Dilakukan

Awan panas guguran erupsi Semeru mencapai jarak 14 kilometer. Evakuasi warga terdampak mulai dilakukan.

19 Nov 2025 20:38 WIB · Lingkungan

PVMBG/Hadi Wijaya

Oleh Defri Werdiono

MALANG, KOMPAS — Evakuasi warga rawan terpapar dampak letusan Gunung Semeru mulai dilakukan. Di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, misalnya, Tim Reaksi Cepat mulai menyisir warga hingga membagikan masker.

Sejak Rabu (19/11/2025) sore, patroli dan evakuasi warga dilakukan Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang. Mereka, misalnya, menyisir warga di area Gunung Sawur yang rentan terdampak erupsi.

Sejumlah lokasi pengungsian juga sudah disiapkan. Warga disediakan tempat tinggal sementara di Balai Desa Oro-oro Ombo dan SD Oro-oro Ombo 03.

Tangkapan layar dari magma.esdm.go.id soal data kegempaan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, dalam 90 hari terakhir. Semeru mengalami erupsi cukup besar, Rabu (19/11/2025) sore.

Kepala BPBD Jatim Gatot Soebroto pada Rabu mengatakan terus berkoordinasi dengan petugas pengamatan Gunung Api Semeru dan BPBD Lumajang terkait perkembangan aktivitas Semeru.

Dia menyebutkan, hingga Rabu sore, awan panas masih terus berlangsung dengan amplitudo maksimal 34 milimeter dan cenderung mengarah ke utara. Sebelumnya, awan panas Semeru dilaporkan mencapai jarak 14 kilometer dari puncak gunung.

Selain itu, akses jembatan Gladak Perak di Kecamatan Candipuro, Lumajang, juga ditutup. Aroma belerang dilaporkan telah menyebabkan gangguan kenyamanan dan pernapasan bagi warga setempat.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan, dampak erupsi Semeru belum terjadi di Malang. Salah satu daerah yang menjadi perhatian utama adalah Kecamatan Poncokusumo.

”Kecamatan itu ada di paling timur Kabupaten Malang dan berbatasan dengan Lumajang. Kami masih berkoordinasi dengan rekan-rekan di lapangan terkait erupsi Semeru di wilayah Lumajang,” katanya.

Jembatan Gladak Perak pengubunh Kabupayen Lumajang dan Kabupaten Malang, diterjang awan panas, Rabu (19/11/2025) sore. Letusan Semeru pada pukul 16.00 membuat status Semeru naik dari Siaga menjadi Awas dalam jangka waktu hanya satu jam.

Menyikapi kejadian ini, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Rudijanta Tjahja Nugraha, menuturkan, pendakian Semeru melewati jalur Ranu Kumbolo dinyatakan ditutup.

Hal itu berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi di Badan Geologi terkait peningkatan status dan mempertimbangkan radius bahaya, yakni 8 kilometer dari puncak dan sektor 20 kilometer ke arah selatan-tenggara.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Defri Werdiono
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul