Stephen Curry dan Tembakan Tiga Poin yang Merusak NBA

Animo penonton NBA terus menurun. Gaya permainan tembakan tiga angka dituding menjadi penyebabnya.

23 Feb 2025 13:22 WIB · Olahraga

Oleh Prasetyo Eko Prihananto

Jika bicara soal NBA dan tembakan tiga angka, yang pertama terpikir tentu saja adalah Stephen Curry. Pemain berusia 36 tahun ini memang identik dengan tembakan jarak jauhnya.

Point guard Golden State Warriors ini menjadi wajah NBA dan merupakan salah satu pemain terbaik dalam sejarah karena kemampuannya yang tak tertandingi dalam mencetak tembakan tiga poin. Curry adalah pemegang rekor tembakan tiga angka terbanyak dalam sejarah NBA, baik pada musim reguler, babak playoff, maupun final. Ia secara total telah melesakkan 3.952 kali tembakan tiga angka.

Karena tembakan tiga angka Curry, Warriors memenangi empat gelar NBA dan menjadi dinasti di kompetisi bola basket terbesar dunia itu. Kemampuan itu masih terus terlihat hingga musim ini.

Namun, selepas menjadi MVP All Star 2025, Curry harus menjawab soal tembakan tiga angka yang dianggap ”merusak” permainan bola basket sejak beberapa tahun terakhir. Tembakan jarak jauh membuat duel-duel dan kontak fisik di bawah ring menjadi lebih jarang, membuat pertandingan disebut kurang menarik.

Hal itu dianggap menjadi salah satu penyebab mengapa liga basket Amerika Serikat ini menghadapi masalah, yang berpuncak pada terus menurunnya animo penonton dan rating televisi. Sejak 2012, rating televisi turun hingga 48 persen.

SAN FRANCISCO, CALIFORNIA - FEBRUARY 16: Stephen Curry #30 of the Golden State Warriors and Shaq's OGs attempts a three-point basket against Ryan Dunn #0 of the Phoenix Suns and Candace's Rising Stars during the 74th NBA All-Star Game at Chase Center on February 16, 2025 in San Francisco, California. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement.   Ezra Shaw/Getty Images/AFP (Photo by EZRA SHAW / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Masalah itu sudah begitu mengemuka hingga Komisioner NBA Adam Silver menegaskan, mereka tengah berusaha mencari solusi mengatasi persoalan tersebut. Curry, sebagai ikon tiga angka, mau tak mau harus menghadapi kontroversi karena gaya permainan tersebut. Ia menyatakan mendukung permainan tiga angka, tetapi menambahkan bahwa para pemain juga harus bekerja keras.

”Merusak permainan, itu adalah tuduhan sekaligus tantangan. Saya tidak punya masalah dengan pemain dan tim yang banyak melakukan tembakan (tiga angka). Jelas itulah cara saya bermain dan saya menyukai faktor itu. Anda juga harus bekerja keras di belakang layar untuk bisa memanfaatkan sepenuhnya,” kata Curry.

Menurut Curry, tidak mudah menjadi seorang penembak jitu tembakan tiga angka. ”Jika Anda menyukai bola basket, untuk dapat menembak dan menjadi lebih baik serta memperluas jangkauan Anda… saya ingin Anda terinspirasi untuk melakukan hal itu, tetapi Anda harus berusaha,” tambahnya.

Tentu saja, meningkatnya permainan tim yang mengutamakan tembakan tiga angka di NBA bukan kesalahan Curry yang dianugerahi talenta dan kemampuan untuk itu. Berlanjutnya tren permainan tiga angka itu terlihat dari awal musim ini, salah satunya ketika dua tim yang bertemu pada final Wilayah Barat tahun lalu bertanding.

Saat Dallas Mavericks memenangi pertandingan melawan Minnesota Timberwolves awal musim ini, kedua tim secara total melakukan tembakan tiga angka sebanyak 78 kali. Itu menandai terus bertambahnya tembakan tiga angka yang musim ini tercatat sebagai tertinggi dalam sejarah NBA.

Golden State Warriors' Stephen Curry holds the MVP trophy as Klay Thompson holds the Larry O'Brien Trophy after Warriors won NBA Championship with a 103-90 win over Boston Celtics in Game 6 of NBA Finals at TD Garden in Boston Mass., on Thursday, June 16, 2022. (Scott Strazzante/San Francisco Chronicle via AP)

Musim ini, klub NBA rata-rata melakukan 37 kali tembakan tiga angka per gim, bertambah dua kali dari rata-rata musim lalu. Jumlah rata-rata musim ini adalah 10 tembakan lebih banyak dibanding delapan tahun lalu dan 15 tembakan lebih banyak dibandingkan 10 tahun lalu ketika Splash Brothers (duo Curry dan Klay Thompson) memenangi gelar NBA pertama mereka.

Duo Splash Brothers adalah penembak tiga angka terbaik NBA yang kini sudah terpisah, Curry masih di Warriors, sedangkan Thompson di Mavericks. Jika ditarik lebih jauh lagi, ketika LeBron James masih menjadi rookie 22 tahun lalu, tim NBA rata-rata hanya 14,9 kali melakukan tembakan tiga angka per gim.

Bukan Curry atau Warriors saja yang diuntungkan dari penggunaan tembakan tiga angka. Final NBA 2016 adalah buktinya, ketika guard Cleveland Cavaliers Kyrie Irving, yang kini bermain di Mavericks, melakukan tembakan tiga angka yang menjadi penentu kemenangan pada gim ketujuh melawan Warriors.

Mengapa gaya permainan tim kini lebih mengutamakan tembakan tiga angka? Jawaban sederhananya tentu saja: tiga poin lebih banyak dibanding dua poin. Tim ikut-ikutan mengutamakan tembakan tiga poin setelah mereka melihat bagaimana Warriors diuntungkan dengan tembakan tiga angka. Begitu juga ketika Boston Celtics menjadi pencetak tiga angka terbanyak saat menjadi juara NBA musim lalu, dan runner-up Mavericks, menjadi yang terbanyak kedua.

Rekor rata-rata tembakan tiga angka terbanyak masih dipegang Houston Rockets pada musim 2018/2019 dengan jumlah 45,38 kali per gim. Musim ini, dalam upaya mempertahankan gelar, Celtics melakukan tembakan tiga angka 51,4 kali per gim yang akan menjadi rekor tertinggi baru.

BOSTON, MASSACHUSETTS - JUNE 06: Jayson Tatum #0 of the Boston Celtics shoots the ball against Luka Doncic #77 of the Dallas Mavericks during the first quarter in Game One of the 2024 NBA Finals at TD Garden on June 06, 2024 in Boston, Massachusetts. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement. Maddie Meyer/Getty Images/AFP (Photo by Maddie Meyer / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Namun, gaya bermain cerdas bukan berarti permainan yang enak ditonton atau disukai penonton. Itulah kenapa muncul kritikan terhadap melonjaknya jumlah tembakan tiga angka yang dinilai merusak permainan basket NBA.

Banyak yang frustrasi ketika para pemain berusaha mengubah gaya bermainnya meniru Curry ataupun Klay Thompson ketika potensi terbaiknya sebenarnya bukan tembakan tiga angka. Jurnalis ESPN, Bomani Jones, menyebut perlu ada perubahan di NBA ketika ia melihat salah satu pemain dengan kemampuan atletik terbaik, Anthony Edwards, melakukan rata-rata 13,3 kali tembakan tiga angka per gim, yang dinilainya terlalu berlebihan.

”Ketika permainan membuat Anthony Edwards ingin bermain seperti Klay Thompson, sesuatu perlu diubah secepatnya,” kata Jones.

LeBron James juga menyampaikan rasa frustrasinya mengenai tembakan tiga angka jelang gelaran All-Star. ”Adalah masalah yang lebih besar. Bukan hanya All-Star, melainkan permainan (basket) secara umum. Permainan kita—begitu banyak tembakan tiga angka,” kata James.

Los Angeles Lakers' Luka Doncic, left, and LeBron James gesture during the first half of an NBA basketball game against the Indiana Pacers, Saturday, Feb. 8, 2025, in Los Angeles. (AP Photo/Mark J. Terrill)

Mantan pemain Shaquille O’Neal juga mengkritik gaya permainan tim NBA yang mirip satu sama lain saat ini, yaitu lebih banyak menembak tiga angka. ”Kita melihat hal yang sama. Semua orang melakukan permainan yang sama. Saya tidak masalah Golden State melakukan tembakan tiga angka, tetapi tidak semua tim mampu melakukannya,” ujar O’Neal.

Adam Silver mengatakan, NBA berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah tiga angka tersebut saat wawancara dengan Colin Cowherd. ”Sebagai penjaga permainan, Joe Dumars memimpin komite kompetisi kami di sini. Kami akan mengubahnya, kami akan memperbaiki masalah tersebut,” kata Silver dikutip dari laman SI.

Berbagai wacana solusi masalah tiga poin NBA ini pun mengemuka. Dari mulai usulan untuk langsung menghapus tiga poin, memundurkan garis tembakan tiga poin, hingga membatasi jumlah tembakan tiga angka yang bisa dilakukan tiap tim. Menurut Anda, apa solusi yang tepat? (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Editor:

Billy Khaerudin
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari