Memberi lauk marinasi yang masih mentah dalam menu makan bergizi gratis, operasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi As-Salman di Kabupaten Pamekasan dihentikan.
13 Mar 2026 16:43 WIB · Kesehatan
BADAN GIZI NASIONAL
SURABAYA, KOMPAS - Badan Gizi Nasional menghentikan sementara operasionalisasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG As-Salman, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Ini terkait menu lele marinasi yang membuat heboh jagat maya beberapa waktu lalu.
Sebelumnya viral di media sosial tentang video penolakan paket makan bergizi gratis (MBG) di SMAN 2 Pamekasan. Dalam video diperlihatkan bagian dari menu ialah lauk marinasi berupa lele, tahu, dan tempe yang belum dimasak.
Hal itu memicu penolakan pihak SMAN 2 Pamekasan. Sebanyak 1.022 paket MBG yang disalurkan untuk kebutuhan Senin-Rabu, 9-11 Maret 2026, dikembalikan. Sekolah cemas hal itu hanya akan membahayakan para pelajar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/11/41d4fac7f8ea7182040ab68d7f54fe74-01KKBKMX0K1ZR8AN53JRHSQJ1H.png)
SPPG As-Salman melayani 3.329 penerima manfaat di Buddagan, Pademawu. Penerima manfaat ialah siswa siswi PAUD, TK, SLTP, SLTA, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II Badan Gizi Nasional (BGN) Albertus Dony Dewantoro dalam laman resmi yang diakses pada Jumat (13/3/2026) mengatakan, masalah itu dinilai telah menghambat proses distribusi MBG. Oleh karena itu, operasionalisasi SPPG Buddagan, Pademawu, Pamekasan, dihentikan sementara.
Dony menjelaskan, penghentian itu sebagai tindak lanjut evaluasi dan perbaikan dalam pengolahan dan penyajian MBG. Selama penghentian, BGN akan memaksimalkan pembinaan dan perbaikan sistem operasional SPPG As-Salman.
”Operasionalisasi SPPG akan kembali dibuka setelah proses evaluasi, pembinaan, dan perbaikan dinyatakan selesai oleh pihak berwenang. Pemerintah berharap perbaikan dapat memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada para siswa,” kata Dony.
Dengan keputusan ini, As-Salman termasuk dalam 788 SPPG di Jatim yang terkena penghentian operasi sementara. Jumlah itu menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa dengan total mencapai 1.512 SPPG.
Selain di Jatim, yang terkena kebijakan itu ialah 350 SPPG di Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta (208), Banten (62), Jawa Tengah (54), dan Jakarta (50).
Penghentian sementara karena SPPG belum memenuhi persyaratan dasar operasional. ”Salah satu temuan utama adalah belum terdaftarnya SLHS (sertifikat laik higiene sanitasi) pada banyak unit layanan,” ujar Dony.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/08/6759e0f0c1ec2432b731d96b072a9a82-20250508_Opini_Reset_Total_Program_MBG.jpg)
Dony merinci, SPPG yang belum mendaftarkan SLHS ada 1.043 unit. Selain itu, 443 SPPG belum memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan 175 SPPG belum menyediakan tempat tinggal atau mes bagi kepala, ahli gizi, dan akuntan.
BGN akan mendampingi dan memverifikasi SPPG agar segera melengkapi dan memenuhi persyaratan. ”Operasionalisasi SPPG yang dihentikan sementara akan dibuka kembali secara bertahap setelah seluruh persyaratan operasional dan standar yang ditetapkan telah dipenuhi,” ucap Dony.
Kepala SMAN 2 Pamekasan Mohamad Arifin mengatakan, penolakan itu karena khawatir dengan keamanan menu dan atau keselamatan siswa dan siswi jika mengonsumsinya. Saat itu, lauk marinasi berbau amis sehingga dikhawatirkan tidak tahan lama. Selain itu, para pelajar menolak menerimanya.
Kepala SPPG As-Salman Moh Ainur Rusli mengatakan, menu MBG yang disalurkan itu untuk penerima manfaat berbuka puasa selama tiga hari. Menunya berupa satu buah naga utuh, satu roti piza, dua telur rebus, dan satu susu kemasan. Selain itu, ada lauk marinasi berupa satu lele, dua tahu, dan dua tempe.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/11/27e00d036e533f8a3720589741211216-sppg.jpg)
”Kami mohon maaf dan siap memperbaiki sesuai saran sekolah,” kata Ainur dalam video klarifikasi yang juga viral di media sosial.
Ahli gizi SPPG As-Salman, Fikri Kuttawakil, menyatakan, penggunaan lele marinasi dalam menu karena pertimbangan gizi dan ketahanan. ”(Marinasi) Untuk mencegah berkurangnya gizi dan menambah protein di hari itu. (Saat) Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” ujarnya.
Penulis:
Ambrosius HartoEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul