BPI Danantara akan dikelola sejumlah tokoh dari dalam dan luar negeri. Tokoh dari luar negeri akan menduduki jabatan di dewan penasihat.
05 Mar 2025 21:55 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Struktur lengkap pengurus Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau BPI Danantara akan diumumkan pekan depan. Tidak hanya tokoh nasional, struktur akan diisi juga oleh tokoh dunia. Presiden Prabowo Subianto menekankan agar seluruhnya adalah tokoh yang kompeten dan bisa dipercaya, bukan orang titipan dari kepentingan tertentu.
Nama sejumlah tokoh yang akan mengisi struktur kepengurusan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dilaporkan oleh Kepala Badan Pelaksana Danantara Rosan Roeslani, Kepala Pelaksana Bidang Operasional Danantara Dony Oskaria, dan Kepala Bidang Investasi Danantara Pandu Sjahrir kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/3/2025) sore. Tokoh-tokoh dimaksud tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga luar negeri.
Selain menyetorkan nama, kata Rosan, ia bersama Dony Oskaria dan Pandu Sjahrir juga menyertakan daftar riwayat hidup para kandidat kepada Presiden. Hal itu juga dilengkapi dengan respons dari para analis dan penilaian dari sejumlah penasihat mengenai tokoh-tokoh tersebut. Pandangan para analis dan penasihat itu dinilai penting karena Danantara harus diisi oleh tokoh-tokoh yang bisa dipercaya publik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/05/6fcb9c72c119b79bf423dfccfbb798c7-ef619a58_4658_46e0_97ba_ef77675ce87b.jpeg)
”Mungkin minggu depan akan kami umumkan nama-nama tersebut. Sehingga dari publik bisa melihat dan menilai bahwa nama-nama yang duduk sebagai pengelola dan manajemen di Danantara ini adalah orang-orang yang reputable, terbukti track record-nya, yang bersih dan memang expertise di bidangnya,” kata Rosan Roeslani seusai rapat tertutup dengan Presiden.
Ia menambahkan, Presiden pun menanggapi positif sejumlah nama yang dilaporkan itu. Hanya saja, Presiden berpesan agar pemilihan pengelola Danantara harus dilakukan dengan pertimbangan profesional.
”Bapak Presiden menyampaikan kepada kami, pilihlah orang-orang yang terbaik di dalam tim Danantara ini. Tidak boleh ada titipan-titipan. Tidak hanya di Indonesia, terbaik di dunia pun dimasukkan sebagai beberapa alternatif nama,” ungkap Rosan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/4296ccff-e812-4811-884b-fd2b68f42246_jpg.jpg)
Dony mengungkapkan, tokoh dunia yang akan menjadi bagian dari Danantara akan ditempatkan di dewan penasihat. Hal itu penting karena Danantara membutuhkan penasihat global untuk menjamin tata kelola badan investasi nasional itu berjalan dengan baik.
”Diharapkan dengan expertise-nya, mereka bisa memberikan nasihat bagaimana membuat dan membangun tata kelola yang baik di dalam pengelolaan investasi pemerintah ini,” katanya.
Selain mengambil tokoh dunia sebagai penasihat, lanjut Dony, Danantara juga akan memiliki sejumlah pengawas, antara lain, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. Pemilihan sejumlah pejabat itu menjadi garansi kepada masyarakat bahwa Danantara dibangun dengan memprioritaskan tata kelola yang baik.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menunjuk Rosan, Dony, dan Pandu di jajaran Danantara. Rosan, yang merupakan Menteri Investasi dan Hilirisasi di Kabinet Merah Putih, sebelumnya merupakan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/25/6124ceb9-3887-4680-b8d3-dd3fc75e8c66_jpg.jpg)
Pada periode sebelumnya, pengusaha pendiri Recapital Advisors dan pernah pula menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia (2015-2020) itu tercatat sebagai Wakil Ketua Umum Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.
Di masa pemerintahan Presiden Jokowi, Rosan mendapat jabatan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (2021-2023) dan Wakil Menteri BUMN (2023). Di masa pemerintahan Prabowo, Rosan mendirikan organisasi bernama Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
Adapun Pandu lahir pada 17 Mei 1979 dari pasangan Nurmala Kartini Pandjaitan dan Sjahrir. Nurmala adalah adik Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi di masa pemerintahan Presiden Jokowi dan kini Kepala Dewan Ekonomi Nasional. Tak hanya memegang jabatan di pemerintahan, Luhut juga senior Prabowo di TNI.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/19/a7de4483-d270-490e-9374-3ec42ef379f9_jpg.jpg)
Situs tbsenergi.com mencatat, Pandu merupakan Wakil Presiden Direktur di PT TBS Energi Utama Tbk sejak Juni 2021 setelah menjabat direktur pada 2010. Dia sejak 2021 menjadi Ketua Dewan Pengurus Harian Indonesia Fintech Association.
Sementara itu Dony Oskaria, yang kini menjabat Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), diangkat menjadi chief operating officer yang memimpin holding operasional Danantara. Dony yang lahir pada 26 September 1969 itu memulai karier dari bawah. Baru pada 2004, Dony dipercaya sebagai CEO di beberapa perusahaan CT Corp.
Dony pernah pula menjadi Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia. Di pemerintahan Presiden Jokowi, Dony menjabat Direktur PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney, perusahaan induk BUMN sektor aviasi dan pariwisata Indonesia, sejak 2021 sampai 2024.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/05d6d9e1-129f-47b9-a95f-abd337b0ded1_png.png)
Rosan tidak memungkiri, sejak Danantara diluncurkan pada akhir Februari lalu, respons para investor tidak terlalu menggembirakan. Hal itu terlihat dari anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan selama beberapa hari terakhir. Akan tetapi, menurut dia, itu tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di negara-negara lain se-Asia Tenggara.
Selain itu, kata Rosan, mulai Senin (3/3/2025), harga saham mulai naik kembali. Fundamental dari perusahaan dan bank-bank nasional pun dinilai kuat sehingga pihaknya tidak khawatir terhadap fluktuasi harga saham.
”Bapak Presiden pun tadi membicarakan seperti ini juga. Beliau percaya pada fundamental kita (yang) kuat. Jadi, kalau itu turun karena ada persepsi atau secara teknikal, itu adalah hal yang sangat wajar dan lumrah dari naik turunnya saham-saham kita,” ujarnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/24/5c01fe3e-042e-4bd7-85eb-c8a2b3636b72_jpg.jpg)
Mengenai sejumlah program yang akan didanai Danantara, Rosan melanjutkan, pihaknya tetap mengedepankan asas kehati-hatian. Danantara memiliki tim komite investasi yang akan menganalisis program yang akan didanai. Analisis itu tidak hanya didasarkan pada parameter keuntungan, tetapi juga penciptaan lapangan kerja, mengurangi impor, meningkatkan ekspor, serta meningkatkan daya saing.
Ia mencontohkan, sejumlah program yang akan didanai itu, antara lain, adalah hilirisasi, energi baru dan terbarukan, serta pengembangan pusat data. ”Yang paling penting adalah investasi kita mempunyai dampak positif ke depannya, terhadap anak cucu kita. Jadi kita bilang bahwa Danantara invest, ya, we invest for the future,” ujar Rosan.
Penulis:
Kurnia Yunita RahayuEditor:
A. Ponco Anggoro