Struktur Tanggul Pengaman Pantai Jakarta Masih Kokoh

Pemprov Jakarta sudah membangun 11,675 kilometer tanggul pengaman pantai (National Capital Integrated Coastal Development) dari target 28,279 kilometer.

08 Des 2025 12:08 WIB · Metropolitan

KOMPAS/FRANSISKUS WISNU WARDHANA DANY

Oleh Fransiskus Wisnu Wardhana Dany

JAKARTA, KOMPAS — Meskipun terjadi rembesan air laut akibat kebocoran, struktur tanggul pengaman pantai atau National Capital Integrated Coastal Development disebut masih kokoh. Saat ini dilakukan penanganan darurat menggunakan karung pasir sembari penguatan permanen dengan beton.

Koordinasi di antara pemangku kepentingan terkait juga akan dilakukan. Sebab, National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) menjadi tanggung jawab Pemprov Jakarta, pemerintah pusat, dan swasta.

Salah satu titik rembesan air laut terjadi di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Area ini bahkan sudah lebih rendah dari permukaan laut. Dinas Sumber Daya Air Jakarta mencatat terjadi penurunan muka tanah 8-10 sentimeter.

Pasukan biru dari Dinas Sumber Daya Air Jakarta telah memasang ratusan karung pasir hingga Senin (8/12/2025). Penanganan darurat ini dilakukan pada kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sementara segmen lainnya masuk dalam kawasan Pelindo. Status lahan inilah yang mengharuskan koordinasi antarpemangku kepentingan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Jakarta Ika Agustin Ningrum menuturkan, struktur tanggul untuk mitigasi rob itu masih kokoh, tetapi memerlukan pemeliharaan karena terjadi kebocoran.

Saat ini sedang berlangsung pengerjaan di area hilir pada segmen Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman sepanjang 400 meter. ”Kenapa di Nizam Zachman dahulu karena ini yang langsung menghadap laut. Jadi, tanggulnya lebih dihantam ombak,” ujar Ika di sela-sela peninjauan lokasi.

Pengerjaan di lapangan menggunakan metode shotcrete. Pasukan biru mula-mula menggali sisi dalam tanggul selebar 3 meter. Kemudian, melapisi tanggul dengan beton jenis K500 yang biasa digunakan untuk konstruksi berat, seperti jembatan, tiang pancang, landasan pacu pesawat, dan jalan tol, karena mampu menahan beban ekstrem.

Pekerjaan sepanjang 400 meter ini ditargetkan tuntas sampai akhir tahun 2025. Dinas Sumber Daya Air Jakarta lalu melanjutkan pekerjaan serupa sampai 1 kilometer di tahun 2026.

Selain itu, akan ditambahkan pelindung tanggul dari beton. Targetnya meliputi area sepanjang 2 km hingga tahun 2028.

”Kalau seandainya tanggul-tanggul ini belum terbangun, pasang air laut akan jauh lebih besar,” kata Ika.

Pasukan biru dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mengecek kondisi tanggul pengaman pantai atau National Capital Integrated Coastal Development/NCICD di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (8/12/2025). Sejumlah bagian tanggul bocor sehingga air laut merembes ke daratan yang posisinya lebih rendah dari laut.

NCICD

NCICD dibagi menjadi tiga fase, yaitu A, B, dan C. Fase A terletak di pinggir pantai sehingga disebut tanggul pengaman pantai. Sementara dua fase lain ada di luar pantai. Inilah yang dinamakan tanggul laut raksasa atau giant sea wall.

Fase A dikerjakan terlebih dahulu untuk melindungi Jakarta sambil menunggu proyek giant sea wall berjalan. Progres pembangunan NCICD oleh Pemprov Jakarta per November 2025 meliputi segmen Kamal Muara sepanjang 0,765 km Muara Angke terbangun 1,802 km dari target 5,265 km, kawasan Pluit di Pantai Mutiara terbangun 0,390 km dari target 5,550 km, dan terdapat lokasi kritis baru sepanjang 4,043 km berdasarkan nota kesepakatan tahun 2025.

Segmen lainnya di Muara Baru-Pantai Timur terbangun 4,008 km. Selanjutnya area Sunda Kelapa terbangun 1,200 km dari target 2,805 km yang dikerjakan PT Pelindo II, kawasan Ancol terbangun 1,925 km dari target 2,070 km, Marunda terbangun 1,585 km dari panjang 4,556 km, dan Tanjungan akan dibangun sepanjang 3,260 km dengan lokasi kritis baru berdasarkan nota kesepakatan tahun 2025.

Pasukan biru dari Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta mengecek kondisi tanggul pengaman pantai atau National Capital Integrated Coastal Development/NCICD di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara pada Senin (8/12/2025). Sejumlah bagian tanggul bocor sehingga air laut merembes ke daratan yang posisinya lebih rendah dari laut.

Secara keseluruhan sudah terbangun tanggul sepanjang 11,675 km dari target 28,279 km.

Gubernur Jakarta Pramono Anung seusai peninjauan tanggul di Muara Angke menyampaikan bahwa pemerintah daerah harus hadir meskipun pembangunan tanggul menjadi kewenangan banyak pihak.

”Intinya adalah koordinasi itu perlu dilakukan di lapangan,” ujar Pramono.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fransiskus Wisnu Wardhana Dany
 | 

Editor:

Siwi Yunita Cahyaningrum
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan