Suara Atlet untuk Wamenpora Taufik Hidayat

Sebagai mantan atlet, Taufik Hidayat mengemban ekspektasi besar ketika menjadi Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga.

22 Okt 2024 18:00 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah, Yulia Sapthiani

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat memberikan sambutan dalam acara ramah tamah bersama jajaran Kemenpora dan awak media di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).

JAKARTA, KOMPAS —Dipilihnya Taufik Hidayat sebagai Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga menjadi harapan bagi insan olahraga Indonesia. Mereka menitipkan suara kepada Taufik, yang memiliki perjalanan sebagai atlet dari level klub hingga menjadi peraih medali emas Olimpiade, agar prestasi olahraga Indonesia di level internasional meningkat.

Taufik akan mendampingi Dito Ariotedjo yang dipilih kembali menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Sebelum menjadi Menpora untuk Kabinet Merah Putih di bawah pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Dito berada pada posisi yang sama sejak 3 April 2023 pada pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Dia menggantikan Zainudin Amali yang mengundurkan diri sebagai Menpora untuk menjadi Wakil Ketua Umum PSSI.

Taufik adalah salah satu tunggal putra terbaik dunia dengan puncak prestasi saat meraih medali emas Olimpiade Athena 2004. Sosok yang saat ini berusia 43 tahun itu melengkapi gelar tersebut dengan menjadi juara dunia pada 2005.

Pengalaman Taufik selama sekitar 17 tahun menjadi atlet nasional membuat atlet-atlet Indonesia menggantungkan harapan pada sosok yang terkenal karena backhand smash-nya itu. Mereka ingin prestasi olahraga Indonesia meningkat di level internasional. Publik Indonesia juga memiliki harapan serupa yang disampaikan melalui media sosial.

”Saya tentu senang dan bangga ada Taufik Hidayat yang menjadi Wakil Menteri Olahraga. Beliau pernah menjadi atlet, artinya pernah merasakan apa yang kami rasakan. Jadi, aspirasi, kebutuhan, dan kendala kami yang ada di lapangan setidaknya bisa lebih mudah ditindaklanjuti,” kata Odekta Elvina Naibaho, pelari putri untuk nomor jarak jauh, Selasa (22/10/2024).

Gagal--Pemain Jabar, Taufik Hidayat, gagal mengembalikan kok dari pemain Sumut, Wiempie Mahardi, pada pertandingan bulu tangkis beregu putra di GOR Dempo, Palembang, Rabu (1/9/2004). Taufik yang turun di tunggal pertama dikalahkan Wiempie dalam dua set (11-15, 15-17). Jabar akhirnya unggul atas Sumut 4-1. KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Halaman Nasional 01-09-2004

Atlet bulu tangkis putri Paralimpiade, Leani Ratri Oktila, juga menaruh harapan besar pada Taufik yang pensiun sebagai atlet pada 2013. ”Semoga adanya sosok Taufik, yang merupakan mantan atlet, di Kemenpora membuat olahraga Indonesia semakin maju. Semoga beliau bisa menyuarakan keinginan atlet, termasuk lebih memperhatikan atlet-atlet NPC Indonesia,” ujar Leani yang meraih tiga emas Paralimpiade dan enam gelar juara dunia bagi Indonesia.  

Guru Besar Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Surabaya Ali Maksum menilai, kehadiran Taufik adalah upaya untuk memperkuat olahraga prestasi. Apalagi, lanjut Ali, Presiden Prabowo juga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa. Hal itu bisa memberi warna baru dalam pengembangan olahraga di Tanah Air.

Tantangan besar

Harapan tersebut dinilai Taufik sebagai tantangan besar baginya. Apalagi, suara dari masyarakat yang menginginkan adanya sosok mantan atlet sebagai pemimpin bidang olahraga di pemerintahan telah lama terdengar.

”Ini tantangan berat buat saya dan tentunya Pak Menteri. Kami harus bersinergi untuk prestasi olahraga Indonesia yang lebih tinggi. Beri kesempatan pada kami untuk bekerja. Saya pernah merasakan menjadi atlet, jadi tahu kebutuhan mereka. Saya ingin membuktikan bahwa saya tidak hanya bisa juara di lapangan bulu tangkis,” ujar Taufik di Wisma Menpora, Jakarta.

Selain itu, Taufik juga menegaskan bahwa tugasnya untuk membantu meningkatkan prestasi olahraga akan memiliki target besar, yaitu Olimpiade Los Angeles 2028. ”Presiden menitip pesan agar Indonesia mendapat lebih dari dua emas di LA 2028. Jadi, kerja kami adalah pekerjaan jangka panjang. Sebelum itu memang ada SEA Games dan Asian Games, tetapi prioritas tetap harus ditentukan,” ujar Taufik kemudian.

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat menghadiri acara ramah tamah bersama jajaran Kemenpora dan awak media di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10/2024).

Mantan atlet yang menjadi bagian dari tim Indonesia saat menjuarai Piala Thomas 2000 dan 2002 itu, kemudian, menyebut target empat hingga lima emas di LA 2028 saat menemani Wapres Gibran meninjau proyek Cibubur Youth Elite Sport Center, Ciracas, Jakarta, Selasa siang. Kawasan ini akan dijadikan pusat pelatihan atlet elite muda nasional untuk persiapan menuju Olimpiade.

Untuk meningkatkan prestasi Indonesia di Olimpiade, setelah mendapat dua emas di Paris 2024, Dito menjanjikan bawah persiapan cabang olahraga Olimpiade akan dilakukan dengan baik. Dia menyebut beberapa faktor yang bisa memperbesar peluang mencapai target lebih tinggi di Olimpiade dan Paralimpiade, antara lain, mempersiapkan fasilitas pusat pelatihan, jaminan sosial, dan kesejahteraan atlet dengan baik.

Belajar dari negara maju

Prestasi olahraga Indonesia di ajang internasional menjadi sorotan Ali Maksum. Dia menyebut capaian Indonesia dengan istilah middle performance trap, yaitu suatu kondisi pembangunan olahraga ketika capaian yang dihasilkan stagnan pada level medioker.

Quote

Ali berharap, pemerintahan baru dapat belajar dari kesuksesan negara-negara maju, seperti Australia, Korea Selatan, dan Jepang.

Hal itu mengacu pada capaian Indonesia selama 32 tahun terakhir di Olimpiade. Perolehan dua medali emas di Olimpiade Paris 2024 yang sama dengan capaian Olimpiade Barcelona 1992 menunjukkan tidak ada kemajuan signifikan. Apalagi, pada Olimpiade London 2012, Indonesia gagal meraih emas.

Lifter Indonesia, Rizki Juniansyah, berpose dengan medali emas yang diraihnya pada cabang angkat besi kelas 73 kg Olimpiade Paris 2024 di Perancis, Jumat (9/8/2024) dini hari WIB.
Rizki Juniansyah berbaring sambil melepaskan emosinya setelah berhasil merebut medali emas pada cabang angkat besi kelas 73 kilogram putra Olimpiade Paris 2024.
Atlet Indonesia, Veddriq Leonardo, tampil di babak final panjat tebing nomor kecepatan Olimpiade Paris 2024 di Le Bourget, Perancis, Kamis (8/8/2024).
Peraih medali emas Veddriq Leonardo (tenga), berpose di podium bersama peraih medali perak Wu Peng dari China (kiri), dan peraih medali perunggu Sam Watson (Amerika Serikat) usai final panjat tebing nomor kecepatan Olimpiade Paris 2024 di Le Bourget, Perancis, Kamis (8/8/2024).
Peraih medali emas pada cabang panjat tebing, Veddriq Leonardo (kedua dari kiri); peraih medali perunggu pada cabang bulu tangkis, Gregoria Mariska Tunjung (tengah); peraih medali emas pada cabang angkat besi, Rizki Juniansyah (kedua dari kanan); beserta Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo dan atlet Indonesia lain yang berlaga di Olimpiade Paris, melintas di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Kamis (15/8/2024). Para atlet yang berlaga di Olimpiade Paris berangkat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga menuju Istana Negara untuk bertemu Presiden Joko Widodo. Indonesia berhasil meraih satu medali emas pada cabang panjat tebing, satu medali emas pada cabang angkat besi, dan satu medali perunggu pada cabang bulu tangkis. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 15-08-2024

”Jangankan di Olimpiade, di Asian Games dan SEA Games saja tidak ada peningkatan signifikan. Jadi, menurut saya, capaian prestasi olahraga Indonesia agak memprihantinkan. Kebijakan yang muncul hanya reaktif terhadap sesuatu, seperti karena status tuan rumah, padahal sebenarnya dari kebijakan belum terjadi perubahan yang signifikan,” tutur Ali.

Setelah menempati peringkat keempat di Asian Games Jakarta-Palembang 2018, misalnya, peringkat Indonesia di Hangzhou 2022 turun ke posisi ke-13. Saat menggelar Asian Games 2018, Indonesia mengandalkan cabang tuan rumah, yaitu pencak silat. Cabang ini memberikan 14 dari 31 emas. Maka, ketika pencak silat tak dipertandingkan di Hangzhou 2022, koleksi emas Indonesia turun menjadi tujuh.

Kondisi itu berbeda dengan China yang selalu menjadi juara umum dalam 11 Asian Games terakhir karena mereka menguasai cabang-cabang yang menyediakan banyak medali emas, antara lain, atletik, renang, dan senam. China bahkan konsisten di posisi tiga besar dalam tujuh Olimpiade terakhir dengan 26 hingga 40 emas.

Pada ajang multicabang internasional yang lebih rendah, yaitu SEA Games, Indonesia tak pernah lagi menjadi juara umum sejak 2011, itu pun dengan status tuan rumah. Pada enam SEA Games sebelum itu, Indonesia kalah bersaing, terutama dengan Thailand.

Ali berharap, pemerintahan baru dapat belajar dari kesuksesan negara-negara maju, seperti Australia, Korea Selatan, dan Jepang. Australia mendirikan Australian Institute of Sport pada 1981 sejak keterpurukan prestasi di Olimpiade Montreal 1976. Pusat latihan yang didukung pendekatan ilmiah tersebut lahir dari kajian ilmiah yang mendalam berbasis data yang menghasilkan semacam buku putih sebagai dasar kebijakan.

Hasilnya terlihat ketika Australia dapat menghasilkan tiga medali emas pada Olimpiade Seoul 1988. Empat tahun berikutnya, di Barcelona, perolehan mereka menjadi tujuh medali emas. Pada Olimpiade Paris 2024, Australia mendapat 18 medali emas (peringkat keempat) dan ini menjadi jumlah terbanyak sejak Australia menjadi peserta di Olimpiade Athena 1896.

Olahraga pendidikan dan masyarakat

Ali juga mengingatkan bahwa olahraga tidak sekadar berbicara prestasi. Dia mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang menjelaskan bahwa ruang lingkup olahraga juga meliputi olahraga pendidikan dan olahraga masyarakat.

Olahraga pendidikan berkaitan dengan penanaman nilai-nilai karakter, keterampilan, dan sikap yang dibutuhkan guna membangun gaya hidup sehat dan aktif. Adapun olahraga masyarakat berkaitan dengan pembudayaan aktivitas fisik, peningkatan kesehatan dan kebugaran tubuh, hingga pembangunan hubungan sosial dan ketahanan nasional.

Pada akhirnya, olahraga juga berkaitan dengan peningkatan produktivitas ekonomi nasional. Jika melihat kebugaran masyarakat yang mengacu pada laporan Indeks Pembangunan Olahraga Nasional pada 2023, olahraga masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah. Dalam laporan tersebut, 77,12 persen dari 1.578 anak usia 10-15 tahun memiliki tingkat kebugaran kurang hingga kurang sekali.

Siswa SMA Negeri 78 Jakarta tengah menjalani mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di lapangan sekolah, Jumat (19/7/2024).

Kondisi yang lebih memprihatinkan terjadi pada usia 16-30 tahun. Sebanyak 83,55 persen dari 3.820 pada kategori usia tersebut memiliki kebugaran jasmani kategori kurang dan kurang sekali. Hal itu tidak terlepas dari minimnya partisipasi masyarakat dalam berolahraga dan beraktivitas fisik. Hanya 2-3 dari 10 orang Indonesia yang berolahraga.

Ali menyoroti penyakit-penyakit tidak menular memakan biaya klaim terbesar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penyakit ini menyedot biaya hingga Rp 24,06 triliun dengan total 23,27 juta kasus sepanjang 2022.

”Ada korelasi yang cukup kuat antara rendahnya tingkat kebugaran masyarakat dan biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh negara. Upaya kuratif itu selalu lebih mahal dibandingkan upaya preventif. Inilah yang saya kira kadang-kadang kurang diperhatikan, bahwa olahraga tidak sekadar prestasi, tapi sebenarnya ada hal yang lebih penting, yaitu soal kebugaran fisik,” ucap Ali menjelaskan.

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono