LKG BRI Indonesia memastikan satu tiket ke babak 128 besar kategori B15 Piala Gothia 2025. Ambisi meraih kemenangan terjaga untuk gim-gim selanjutnya.
16 Jul 2025 01:09 WIB · Olahraga
GOTHENBURG, KOMPAS - Babak penyisihan Grup 29 Piala Gothia 2025 dijalani LKG BRI Indonesia dengan positif. Kemenangan 6-1 atas duta Inggris, Prep Schools District, Selasa (15/7/2025) sore waktu setempat atau malam WIB, memastikan raihan enam poin pada dua gim.
Pada pertandingan kategori B15 (Boys15) yang digelar di Lapangan Vallhamra, Gothenburg, Swedia, koleksi positif "Laskar Kera Sakti" ditentukan oleh sumbangan gol dari brace atau dua gol oleh Oksal Kristian Gani (9' dan 19'). Kemudian, masing-masing satu gol disumbangkan Abdalrahman Yakoub (5'), Muhammad Akbar Ramadhan (10'), Rayina Pamungkas (21'), serta M Fauzan Alhadar (27').
Prep Schools District mendapat gol hiburan dari eksekusi penalti Alexander Tirvengadum. Wasit menunjuk titik putih akibat kiper LKG BRI Indonesia, Fazil Darvesh, menekel pemain lawan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/16/cfe9bb9eba18f05753a80cb01ad324e0-IMG_7050.jpeg)
Dengan koleksi enam poin, LKG BRI Indonesia sudah mengunci tiket ke babak gugur, tepatnya fase 128 besar. Meski begitu, tempat di posisi puncak masih harus ditentukan pada laga pamungkas menghadapi Ojersjo IF, Kamis (16/7/2025) pukul 15.00 WIB, di Lapangan Kviberg 15.
Dari persaingan Grup 29, Laskar Kera Sakti adalah satu-satunya yang sudah mengemas enam poin. Dua tim terdekat memiliki tiga poin, yaitu Prep Schools District dan AFC Eskilstuna.
Pada laga lain, Selasa, Eskilstuna memenangkan derbi Swedia di Grup 29. Mereka kalahkan Ojersjo 3-0. Alhasil, Ojersjo merupakan satu-satunya tim nirpoin pada grup itu.
LKG BRI Indonesia cuma butuh tidak kalah pada gim terakhir untuk bertahan di pucuk klasemen akhir. Adapun penentuan peringkat bagi tim dengan jumlah poin setara pada babak penyisihan Piala Gothia 2025 dihitung berdasarkan urutan berikut, yakni selisih gol, produktivitas gol, dan rekor pertemuan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/16/d48e87045d2743ee5b38ee7be8f4a818-IMG_7008.jpeg)
Setelah gim kedua, Laskar Kera Sakti mengoleksi selisih 10 gol dengan mencetak 11 gol dan kemasukan sebuah gol. Adapun dua tim di bawah Indonesia miliki catatan selisih gol minus.
Eskilstuna dengan -2 dan Prep Schools District mencatatkan selisih gol -4. Dengan kondisi itu, maka hanya kemustahilan yang membuat Laskar Kera Sakti melepas posisi puncak klasemen. Kekalahan super telak dari Ojersjo yang masih nirpoin, lalu salah satu dr Eskilstuna atau Prep Schools District menang mutlak dengan kemenangan sangat besar lebih dari 10 gol, yang menyebabkan LKG BRI Indonesia turun ke posisi kedua.
Pelatih LKG BRI Indonesia Tb Wahyudin Syah mengapresiasi konsistensi timnya untuk menjaga performa. Meskipun sudah unggul lima gol pada babak pertama, anak asuhannya tidak mengendurkan tekanan setelah turun minum yang berjalan sekitar 17 menit. Wasit memutuskan untuk menunda pelaksanaan babak kedua akibat hujan deras dan petir yang hadir di sekitar lapangan.
”Anak-anak sudah enak mainnya. Mereka berusaha untuk terus menekan lawan dalam kondisi unggul. Momentum positif ini harus kita jaga,” tutur Wahyu seusai laga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/16/e80a9c193a671e37ca5c2593be2382d8-IMG_6985.jpeg)
Seperti pertandingan pertama, skuad Laskar Kera Sakti tidak mendapat tekanan sama sekali dari lawan. Kecuali, satu kesalahan Fazil yang berusaha mengadang lawan dalam situasi satu lawan satu, tetapi pada situasi itu justru menekel lawan di dalam kotak penalti sendiri.
Peluang penalti pada pengujung babak kedua adalah satu-satunya tembakan yang dihasilkan tim asal Inggris itu pada gim di Vallhamra. Sementara itu, LKG BRI Indonesia tidak menunjukkan kekurangan yang cukup terlihat dalam pertarungan berdurasi 2 × 25 menit.
LKG BRI Indonesia tampil amat dominan di babak pertama. Itu disajikan dengan kreasi empat gol dan lima gol dalam babak pertama, pada dua gim Grup 29. Namun, efektivitas serangan jauh menurun setelah turun minum.
Pada laga menghadapi Eskisltuna, misalnya, tim hanya menambah dua tembakan tepat sasaran dibandingkan enam tembakan mengarah ke gawang pada babak pertama. Adapun kontra Prep Schools District, tujuh tembakan mengarah ke gawang hanya bisa diulangi menjadi dua tembakan tepat sasaran gawang lawan.
Selain dalam aspek menyerang, Laskar Kera Sakti masih kerap kecolongan menghadapi umpan jauh diagonal lawan. Eskilstuna melepaskan dua tembakan berkat strategi itu. Sedangkan, Prep Schools District mendapat peluang penalti berkat kehadiran umpan jauh yang membelah pertahanan LKG BRI Indonesia.
”Kekurangan itu menjadi bahan evaluasi tim pelatih untuk membantu pemain meningkatkan penampilan secara individu dan tim,” kata Wahyu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/16/b0b628c052df73bf6fe2e42e9959b525-IMG_7004.jpeg)
Dalam laga kedua, Wahyu dan asisten pelatih, Eddy, mencoba salah satu taktik yang sempat disiapkan pada pemusatan latihan di Ciseko, Jawa Barat, Juni lalu. Taktik itu dengan menempatkan bek tengah, Puma Nandhito, sebagai pemain nomor sembilan alias penyerang tengah. Puma menjalani peran itu pada lima menit terakhir babak pertama.
Di sisi lain, laga kedua juga menjadi ajang penebusan ”dosa” penyerang sayap, M Fauzan Alhadar, yang mencetak gol pada awal babak kedua. Penetrasi perdana Fauzan berbuah hadiah penalti akibat ditekel bek lawan.
Fauzan sempat gagal mengeksekusi penalti akibat tembakannya ditepis kiper. Namun, bola muntah mampu dikendalikan oleh Dimas Anggara, kemudian Dimas memberikan umpan silang kepada Fauzan yang tinggal menyontek bola untuk menggetarkan jala gawang Prep Schools District untuk keenam kalinya.
”Alhamdulillah, saya bisa memberikan kontribusi kemenangan tim melalui gol. Motivasi berlipat untuk bermain lebih baik pada pertandingan berikutnya,” kata Fauzan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/16/24f22aa649502188eeee184e801cc76e-IMG_7042.jpeg)
Terlepas dari dua kemenangan, LKG BRI Indonesia pun harus berbenah karena selalu mendapatkan kartu kuning dalam dua laga. Fauzan kontra Eskilstuna. Sedangkan, Fazil menerima hukuman peringatan itu melawan Prep Schools District.
Penulis:
Muhammad Ikhsan Mahar dari Gothenburg, SwediaEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto