Umat Katolik dari penjuru dunia yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, merayakan kegembiraan terpilihnya Paus Leo XIV.
09 Mei 2025 08:08 WIB · Foto
Pukul 18.15 waktu Roma, langit masih cerah. Kawasan Eropa yang telah memasuki musim panas membuat senja masih jauh tiba. Lapangan Santo Petrus di Vatikan tiba-tiba bergemuruh dengan sorakan ketika cerobong asap di Kapel Sistina mengeluarkan asap putih. ”Habemus Papa” yang ditulis di sebuah poster diangkat oleh seorang umat. Habemus Papam yang berarti ”kita memiliki Paus” adalah kalimat pertama yang diucapkan setelah proses konklaf berakhir dan telah terpilih Paus, pemimpin umat Katolik di dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/09/5bc411c816bef166db924676b283960c-AP25128605784308.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/09/661f5c387aa961bde706d9d610bed76d-AP25128608566210.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/09/9ec1478aa52376fa1cc6828007f5e2c1-000_44Z63NG.jpg)
Umat Katolik dari seluruh penjuru dunia telah hadir di alun-alun yang berada di depan Basilika Santo Petrus, tempat Paus menyapa umat. Mereka dengan sabar menunggu sejak konklaf dimulai pada Rabu (7/5/2025) sore. Dua kali asap hitam dari cerobong yang muncul sebelumnya tidak menggoyahkan semangat mereka. Bagi umat yang hadir di lapangan tersebut, hadir untuk menyaksikan Paus baru adalah sebuah ziarah sekali seumur hidup.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/09/ecc210aa782c94ef871021dc2c0073a4-000_44YN7PP.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/09/c12a66aeae29dd61c3938f7ee756f754-AP25128665245956.jpg)
Seketika setelah kabar asap putih menyebar luas, puluhan ribu umat berkumpul memadati Lapangan Santo Petrus untuk menjadi saksi munculnya Paus baru yang untuk pertama kalinya menyapa umat. Warga meninggalkan aktivitasnya dan sesegera mungkin hadir di alun-alun untuk menyatukan energi kegembiraan atas terpilihnya pemimpin baru mereka.
Beberapa jam setelah asap putih muncul, tirai di Basilika Santo Petrus dibuka dan Paus baru muncul melambaikan tangan ke umat. Kardinal Robert Francis Prevost (69) dari Amerika Serikat ditetapkan sebagai Paus baru. Beliau memilih nama Paus Leo XIV.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/09/71004b95d72cd5e3c4eb9ff836a39e28-000_44YN7QT.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/09/22f670a2f31f1007eb07e6a3ef6503dc-AP25128698951753.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/09/f706dcc0a9351b14e9b591694366139f-AP25128669555103.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/09/65af99aecd79212938831af21185b5b3-AP25128663671026.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/09/3ae50ce89b2f39f601734dae6df8c95f-AP25128797059897.jpg)
Dari balkon Basilika Santo Petrus, kalimat pertama Leo XIV adalah ”Damai sejahtera bagi kalian semua,” ujarnya sembari melambai ke ribuan orang di Alun-alun Santo Petrus.
Ia menyebut kalimat itu sebagai salam pertama dari Kristus yang bangkit. ”Gembala yang baik yang telah menyerahkan hidupnya bagi Tuhan. Saya juga ingin salam damai ini masuk ke dalam hati kita dan keluarga kita,” ujar imam kelahiran AS yang lalu jadi warga negara Peru itu.
Ia juga menyinggung pendahulunya, Paus Fransiskus. ”Paus yang memberkati Roma, memberikan berkatnya kepada seluruh dunia pada pagi Paskah itu. Izinkan saya untuk menindaklanjuti berkat itu. Tuhan mengasihi kita. Tuhan mengasihi semua orang. Kejahatan tidak akan menang,” katanya.
Penulis:
Yuniadhi Agung, kris madaEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .