Diragukan karena kehilangan sosok manajer legendaris Juergen Klopp, Liverpool justru menjadi juara Liga Inggris bersama pelatih baru, Arne Slot.
30 Apr 2025 01:01 WIB · Opini
Ketika Klopp menyampaikan pidato pamitan setelah sembilan tahun menduduki kursi manajer di Anfield, 19 Mei 2024, ia meminta para suporter Liverpool untuk sepenuhnya mendukung pelatih penggantinya. Dari tengah lapangan Anfield, pelatih legendaris ini lantas menyanyikan lagu untuk penerusnya. ”Arne Slot, lala... lalala. Arne Slot, lala... lalala”.
Hampir setahun kemudian, Arne Slot membalas dengan memberikan apresiasi tertinggi untuk Klopp selepas mengantarkan Liverpool meraih gelar juara Liga Inggris 2024/2025, Minggu (27/4/2025). Ketika ditanya soal pendahulunya, Slot menjawab, ”Saya tidak ingin banyak bicara. Saya cuma ingin menyampaikan apresiasi untuk Juergen. Juergen Klopp, lala... lalala. Juergen Klopp, lala... lalala,” yang diikuti gemuruh seisi stadion.
Momen itu menggambarkan betapa mulusnya suksesi kepelatihan di Liverpool, yang menjadi salah satu kunci keberhasilan ”Si Merah” meraih trofi juara Liga Inggris musim ini. Bisa dikatakan, hanya di momen setahun lalu itulah, ”cawe-cawe” dilakukan Klopp terhadap rezim kepelatihan penerusnya, yaitu dengan meminta suporter untuk memberi dukungan penuh sejak hari pertama.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/26/b84d2486-e441-4e8c-8483-1a9cce3bed4c_jpg.jpg)
Setelahnya, Klopp move on. Ia tidak lagi beredar di seputar pusat ”kekuasaan” di Anfield. Dengan demikian, penggantinya bisa leluasa menjalankan tugasnya.
Slot pun fokus meneruskan apa yang ditinggalkan Klopp tanpa campur tangan pendahulunya itu meski dari sisi personal mereka kadang masih berkirim pesan untuk menyapa. Pelatih 46 tahun itu membawa staf kepelatihan sendiri, tidak ada sosok tersisa dari rezim sebelumnya. Klopp juga tidak menitipkan orang-orang dekatnya, apalagi keluarganya, agar mendapat jabatan. Warisan Klopp yang masih dipakai Slot hanyalah para pemain beserta kultur kerja keras dan kebersamaan mereka.
Pelatih asal Belanda itu membawa filosofi atau pendekatan permainan yang baru. Jika Klopp lebih banyak menerapkan skema 4-3-3 dengan gegenpressing, Slot berbeda. Mantan pelatih Feyenoord itu menggunakan skema 4-2-3-1 dengan dua gelandang sebagai jangkar di depan empat bek. Permainan Liverpool ala Slot tidak seatraktif gaya heavy metal milik Klopp, tetapi lebih terkontrol dan sangat efektif.
Slot kreatif memanfaatkan sumber daya yang ada. Ketika ia gagal mendapatkan pemain incaran, Martin Zubimendi, untuk mengisi posisi gelandang bertahan, Slot menemukan solusi pada sosok Ryan Gravenberch. Ia sukses mengubah pemain muda yang awalnya lebih sering berperan sebagai gelandang box to box itu menjadi gelandang bertahan yang tangguh.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/29/5ba3988aa80462dad9671180c9f95246-wires_photo_30_.jpg)
Untuk mengoptimalkan peran menyerang Mohamed Salah, ia mengurangi tugas bertahan Salah. Seperti diakui penyerang asal Mesir ini, hal itu membuatnya lebih efektif, terbukti dengan kontribusi 28 gol dan 18 asis dari 34 laga liga. Salah memimpin daftar pencetak gol terbanyak Liga Inggris musim ini.
Suksesi kepelatihan ala Liverpool ini bisa kita terapkan dalam banyak bidang kehidupan lain, seperti politik, sosial, ekonomi dan lain sebagainya. Ketika presiden, gubernur, atau CEO lengser, ya, tidak perlu cawe-cawe lagi yang bisa menimbulkan tafsir ”matahari kembar”. Biarkan pemimpin yang baru fokus bekerja sesuai gaya dan filosofinya.
Penulis:
RedaksiEditor:
RedaksiPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti