Apkrindo Surabaya Sediakan Ratusan Gerai Makan Gratis Seusai Coblosan

Apkrindo Surabaya bekerja sama dengan penyelenggara pemilu akan membagikan makan gratis untuk para pemilih setelah mencoblos.

19 Nov 2024 14:35 WIB · Politik & Hukum

Oleh Agnes Swetta Pandia

SURABAYA, KOMPAS — Masyarakat Kota Surabaya bisa menikmati makan gratis di ratusan gerai, setelah menggunakan hak pilih di tempat pemungutan suara masing-masing, Rabu (27/11/2024). Program ini diharapkan bisa ikut menyukseskan penyelenggaraan pilkada.

Program Wani Nyoblos Nang TPS, Mangan Wareg yang diinisiasi oleh Asosiasi Pengusaha Kafe dan Resto Indonesia (Apkrindo) berkolaborasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu) Kota Surabaya. Cara ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pilkada serentak.

Acara peluncuran Wani Nyoblos Nang TPS, Mangan Wareg digelar di Plaza Gedung Internatio, Kota Lama, Surabaya, Senin (18/11/2024) malam. Dihadiri Ketua Apkrindo Surabaya Ferry Setiawan, Penjabat Sementara (PJs) Wali Kota Surabaya Restu Novi Widiani, Ketua KPU Surabaya Suprayitno, Ketua Bawaslu Surabaya Novly Tysen, serta perwakilan pemilik gerai.

Ketua Apkrindo Surabaya Ferry Setiawan yang dihubungi Selasa (19/11/2024) mengatakan, ada 100.000 porsi makan gratis yang disediakan dalam program ini. Makanan tersebut bisa didapatkan di 1.000 gerai dari 100 brand yang ikut berpartisipasi.

”Syaratnya, dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP) dan kelingking bertanda biru (bukti sudah nyoblos) pada hari pelaksanaan pilkada,” katanya.

Pemilih menunjukan jari yang telah dicelupkan ke dalam tinta  saat simulasi Pemilu 2019 di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).  Sejumlah pusat perbelanjaan, toko dan tempat-tempat wisata menggelar program diskon khusus bagi  warga yang menggunakan hak pilih mereka pada Pemilu 2019 nanti.KOMPAS/RADITYA HELABUMI06-04-2019

Ferry menambahkan, program makan gratis setelah nyoblos ini, juga diterapkan ketika berlangsung Pilpres 2024 dengan tagline Maknyos MakBleG Mari Nyoblos Mangan Wareg. Kali ini, untuk pilkada serentak bertajuk Wani Nyoblos Nang TPS, Mangan Wareg. 

Menurut Ferry, program kedua ini lebih banyak diikuti oleh anggota Apkrindo dan diperuntukkan untuk seluruh masyarakat Kota Surabaya tanpa batasan usia. ”Silakan yang ber-KTP Surabaya tanpa dibatasi usia, setelah nyoblos langsung datang ke outlet yang berkerja sama dengan di program ini," katanya.

Selain makan gratis, pemilih yang telah menggunakan hak pilih di TPS juga bisa menikmati diskon menarik di setiap gerai. Apabila kuota makan gratis yang disediakan habis, masyarakat bisa mendapatkan diskon menarik lainnya. 

Program makan gratis ini diharapkan juga bisa menarik minat pemilih datang ke TPS sehingga bisa mengurangi angka golongan putih (golput).

Kontribusi untuk rakyat

Program makan gratis seusai nyoblos langsung beredar dengan cepat melalui grup Whatsapp (WA) dengan beragam komentar. ”Lha, semua gerainya berlokasi di Kota Lama, ya pasti gak kebagian, TPS-nya di dekat rumah,” begitu komentar Kiky Ernawati (65), warga Wiguna Surabaya.

Padahal, menurut Ferry, tidak ada batasan gerai untuk menukarkan tanda nyoblos dengan makan gratis. Selama persedian masih ada, masyarakat bisa datang ke lebih dari satu gerai yang memiliki tanda khusus mengikuti program ini. 

Program ini diikuti 1.000 gerai dari 100 brand yang bergabung, baik di dalam maupun di luar mal yang ada di Surabaya. ”Satu brand bisa memiliki 10 sampai 70 gerai,” kata Ferry.

Ferry menegaskan, program ini dibuat sebagai bentuk kontribusi Apkrindo untuk menyukseskan pilkada serentak 2024. Harapannya lewat program ini tingkat partisipasi pemilih di Kota Surabaya bisa mencapai 80 persen dari 22 juta pemilih.

Alat peraga kampanye dipasang di Jalan Basuki Rahmat di Jalan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis(26/9/2024). Dua hari sejak dimulainya masa kampanye Pilkada 2024, alat peraga kampanye belum terlihat marak di Surabaya. Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu mengatakan, pada Pileg dan Pilpres sebelumnya jumlah TPS mencapai 8.167. maka pilkada ini tinggal 3.964 TPS, dengan 3 di antaranya TPS khusus di Liponsos Keputih, Griya Wreda Jambangan dan di Karangpilang.

Quote

Silakan yang ber-KTP Surabaya tanpa dibatasi usia, setelah nyoblos langsung datang ke outlet yang berkerja sama dengan di program ini.

Pengurangan jumlah TPS tersebut disebabkan oleh perubahan jumlah pemilih per TPS yang kini berkisar antara 500 hingga 600 orang. Jumlah tersebut berbeda dengan Pileg dan Pilpres 2024 yang 300 orang per TPS.

Mengantisipasi lokasi TPS dengan potensi partisipasi rendah menurut Maria, terus digencarkan sosialisasi hingga tingkat rukun tetangga (RT).

Sugiharto mengecek hasil sablonan kaos pilkada di Konveksi Moesa 99, Surabaya, Kamis (12/9/2024). Menurut pemilik konveksi,Sugiharto, pemesanan untuk kampanye Pilkada serentak terus meningkat. Kebutuhan tersebut berupa kaos, tumbler, payung dan lainnya. Memanfaatkan media sosial membuat pemesanan konveksi banyak datang dari luar pulau. Kompas/Bahana Patria Gupta (BAH)


Kerabat Kerja

Penulis:

Agnes Swetta Pandia
 | 

Editor:

Maria Susy Berindra