Sulitnya Menjalani Babak Pertama Malaysia Terbuka

Raymond/Nikolaus kalah pada babak pertama turnamen bulu tangkis Malaysia Terbuka. Adapun Fajar/Fikri menang meski bermain tiga gim.

07 Jan 2026 15:59 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

 

KUALA LUMPUR, RABU — Babak pertama turnamen bulu tangkis BWF World Tour Super 1000 bukan fase yang mudah untuk dijalani semua peserta. Ganda putra Indonesia turut merasakan sulitnya tantangan laga pembuka pada turnamen Malaysia Terbuka.

Tiga ganda putra Indonesia menjalani babak pertama Malaysia Terbuka di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, pada Rabu (7/1/2026). Dua di antara mereka, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus berhadapan sejak awal. Adapun Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhadapan dengan pasangan Taiwan, Lee Fang Chih/Lee Fang Jen.

Tak ada yang mudah bagi mereka dalam babak awal turnamen BWF World Tour pertama pada 2026 ini. Raymond/Nikolaus menjalani laga berat ketika melawan Sabar/Reza, ganda putra ranking kedelapan dunia yang merupakan semifinalis All England dan finalis Indonesia Terbuka 2025. Raymond/Nikolaus pun kalah dengan skor 18-21, 9-21.

Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani memenangi babak pertama turnamen Malaysia Terbuka. Di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rabu (7/1/2026), mereka mengalahkan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Fajar/Fikri tak kalah kesulitan ketika untuk pertama kalinya melawan duet Taiwan peringkat ke-18 dunia. Ganda Indonesia ranking keenam dunia itu kehilangan gim pertama lalu menang 24-26, 21-4, 21-8 dalam pertandingan selama satu jam 13 menit.

Dalam debutnya pada turnamen Super 1000 ini, Raymond/Nikolaus belajar untuk bisa menjaga fokus, terutama pada momen kritis. Mereka bisa memberikan perlawanan ketat pada Sabar/Reza di gim pertama, tetapi kesulitan mengimbangi lawan pada gim berikutnya.

Raymond juga mengatakan bahwa dirinya dan Nikolaus harus belajar beradaptasi cepat dengan semua kondisi yang ada di lapangan. Laju kok saat latihan, misalnya, terasa berat, tetapi ini berbeda ketika pertandingan.

”Itu cukup menyulitkan dan kami tidak terbiasa. Jadi, kami harus belajar untuk cepat beradaptasi,” kata Raymond.

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin bertanding pada babak pertama Malaysia Terbuka di Kuala Lumpur, Rabu (7/1/2026). Mereka kalah dari Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.

Raymond/Nikolaus untuk pertama kalinya menembus turnamen Super 1000 berkat posisi mereka di peringkat ke-23 dunia. Posisi itu dicapai setelah mereka meraih enam gelar juara dari delapan final turnamen international series/challenge hingga Super 500 pada 2025. Gelar juara Australia Terbuka Super 500 didapat setelah mengalahkan tiga pasangan ranking sepuluh besar dunia, salah satunya Fajar/Fikri di final.

Berkat performa pada 2025, Raymond/Nikolaus mendapat kesempatan lebih besar pada 2026 karena bisa menjadi peserta turnamen BWF World Tour Super 300 hingga 1000. Akan tetapi, peluang itu setara dengan tantangannya.

Undian bisa mempertemukan mereka dengan pemain unggulan sejak babak awal seperti saat melawan Sabar/Reza, unggulan kedelapan di Malaysia Terbuka. Apalagi, persaingan ganda putra adalah persaingan paling merata dibandingkan nomor lain.

Meski demikian, Raymond/Nikolaus mendapat dukungan dari para seniornya, termasuk Sabar/Reza dan Fajar/Fikri. ”Mereka punya kepercayaan diri dan tenaga lebih. Mereka luar biasa. Kami berharap dari mereka dan yang lainnya, regenerasi ganda putra Indonesia bisa terus berkembang,” tutur Sabar yang akan melawan Kang Min-hyuk/Ki Dong-jung (Korea Selatan) pada babak kedua.

Fajar/Fikri jauh lebih berpengalaman dalam BWF World Tour dibandingkan Raymond/Nikolaus, tetapi mereka tak luput dari kesulitan. Babak pertama setiap turnamen memang selalu menjadi tantangan bagi setiap atlet meski mereka berulang kali mengikuti ajang yang sama. Selain lawan, kondisi lapangan, kok yang digunakan, arah angin, dan atmosfer kejuaraan berbeda dalam setiap penyelenggaraan. Setiap atlet pun harus beradaptasi kembali.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menjalani babak pertama turnamen Malaysia Terbuka di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Rabu (7/1/2026). Mereka menang atas Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen (Taiwan).

Selain itu, meski berada pada posisi ke-18 dalam pemeringkatan, Lee/Lee bukan lawan yang mudah dihadapi. Di ganda putra, pemain-pemain peringkat 20 besar dunia sangat mungkin untuk saling mengalahkan.

Fajar/Fikri kehilangan gim pertama setelah unggul 11-6. Mereka kehilangan empat game point, tiga di antaranya karena unforced error.

”Pasangan Taiwan bukan pemain yang biasa-biasa saja. Berbeda dengan ganda putra Taiwan lain yang terkenal dengan speed and power, yang ini berbeda. Mereka punya pertahanan baik dan jarang membuat kesalahan,” kata Fajar, menuturkan tantangan yang dia hadapi di babak pertama. Pada babak kedua, juara China Terbuka ini akan melawan pemain Taiwan lainnya, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh.

Babak pertama yang berlangsung sehari sebelumnya bahkan membuat unggulan keempat ganda putra tersingkir. Liang Wei Keng/Wang Chang (China) kalah dari Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang). Adapun pada tunggal putra, Christo Popov (6) disingkirkan Lee Cheuk Yiu.

Febriana Dwipuji Kusuma berusaha menjangkau kok pada babak pertama turnamen Malaysia Terbuka di Kuala Lumpur, Rabu (7/1/2025). Febriana/Meilysa Trias Puspitasari menang atas pemain India.

Pada persaingan ganda putri, satu-satunya wakil Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, juga melewati laga sulit. Mereka bermain tiga gim melawan Treesa Jolly/Gayatri Gopichand Pullela, 21-9, 21-23, 21-19.

Tantangan lebih berat akan dihadapi pada babak kedua dengan peluang besar bertemu pemain tuan rumah, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Febriana/Meilysa dikalahkan Tan/Muralitharan pada final SEA Games Thailand, Desember 2025, 16-21, 21-19, 17-21.

”Terakhir bertemu Pearly/Thinaah di final SEA Games, jadi kami akan anggap saja pertandingan besok itu final juga. Dukungan tuan rumah pasti untuk mereka, tapi saya tidak mau terpengaruh, mau fokus dengan pola main yang akan diterapkan saja,” kata Meilysa.

Selain pemain-pemain ganda, wakil Indonesia pada nomor tunggal menjalani babak pertama pada Rabu. Mereka adalah Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Putri Kusuma Wardani.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji