Survei 100 Hari Prabowo-Gibran: Kepuasan Publik 80,9 Persen, Pemerataan Jadi Tantangan

Sekalipun penilaian belum merata di setiap kelompok sosial ekonomi masyarakat, berbagai upaya yang dilakukan pemerintahan Prabowo-Gibran menuai apresiasi tinggi.

20 Jan 2025 02:02 WIB · Riset

Oleh Bestian Nainggolan

Berdasarkan hasil survei opini publik yang dilakukan Litbang Kompas, 4-10 Januari 2025, mayoritas masyarakat mengungkapkan apresiasi mereka terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Tidak kurang dari 80,9 persen responden yang tersebar di 38 provinsi negeri ini menyatakan rasa puas terhadap kinerja pemerintah. Sebaliknya, hanya sebesar 19,1 persen yang menyatakan tidak puas.

Tingginya derajat kepuasan publik yang terekspresikan dalam 100 hari jalannya usia Kabinet Merah Putih ini terbilang istimewa. Pasalnya, sepanjang sejarah penyelenggaraan survei opini publik, yang secara khusus dilakukan untuk memotret penilaian publik terhadap kinerja pemerintahan, baru pada kesempatan kali ini mencatatkan apresiasi publik setinggi ini.

Sebagai pembanding, survei 100 hari pemerintahan Presiden Joko Widodo yang diselenggarakan pada Januari 2015, misalnya, mencatatkan derajat kepuasan publik sebesar 65,1 persen. Sebaliknya, sebanyak 34,9 persen publik merasa tidak puas. Begitu pula penilaian kepuasan periode selanjutnya, bahkan hingga periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Apa yang ditorehkan kabinet pemerintahan saat ini mendulang apresiasi yang lebih besar.

Presiden Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabumin Raka menyalami para menteri saat sidang kabinet paripurna di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/12/2024). Rapat kabinet paripurna diikuti menteri, wakil menteri, dan kepala badan setingkat menteri. Dalam kesempatan tersebut Presiden Prabowo menyampaikan hasil lawatannya ke luar negeri, penanganan bencana alam letusan Gunung Lewotobi Laki-laki serta persiapan pemerintah menjelang libur Natal dan tahun baru. Kompas/Hendra A Setyawan (HAS)

Alasan rasa puas

Jika ditelusuri, ada beragam alasan mendasari rasa puas yang terekspresikan publik. Dalam benak mereka, antara lain, terkait dengan pola kepemimpinan dan hasil kerja yang dijalankan pemerintah dalam 100 hari kabinet berjalan.

Dari sisi pola kepemimpinan, misalnya, penilaian bahwa  kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bersama wakilnya, Gibran Rakabuming Raka, yang cenderung berorientasi pada rakyat dinyatakan oleh bagian terbesar responden. Terlebih, pola kepemimpinan yang merakyat ini dinilai publik menjadi makin berdaya guna dengan paduan karakter ketegasan sikap yang ditunjukkan Presiden Prabowo.

Pola kepemimpinan yang dijalankan Prabowo-Gibran menopang capaian terhadap program kerja Kabinet Merah Putih yang dibentuknya. Dalam mewujudkan tuntutan masyarakat, pemerintahan Prabowo-Gibran telah menyiapkan 17 program prioritas yang harus dituntaskan. Selain itu, terdapat pula delapan program hasil terbaik cepat (quick win) yang digagas.

Infografik Perbandingan Derajat Kepuasan terhadap 100 Hari Kinerja Pemerintahan

Program kerja Prabowo-Gibran

Publik yang merasa puas beralasan setiap program yang telah dicanangkan itu mulai dijalankan. Terbaru, realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diwujudkan sejak 6 Januari 2025. Sebelumnya, pembatalan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12 persen menjadi pembatasan pengenaan pajak hanya untuk barang premium dilakukan.

Begitu pula, sejak November 2024, berbagai program merakyat sudah dilakukan. Upaya pemerintah melanjutkan program bantuan sosial (bansos) pada kelompok lapisan bawah masyarakat dan adanya kebijakan penghapusan piutang macet perbankan pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, kelautan, serta UMKM lainnya.

Bahkan, Februari 2025 mendatang, para guru dan aparatur sipil negara dipastikan menikmati kenaikan gaji ataupun tunjangan. Masyarakat pun akan menerima pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan saat berulang tahun.

Tingginya derajat kepuasan dan beragam alasan yang diungkapkan publik terhadap kinerja pemerintahan sekaligus mengecilkan jarak perbedaan antara ekspektasi atau harapan publik yang tersampaikan dan realisasi dari kinerja yang dijalankan pemerintah sepanjang 100 hari usia kerja pemerintahan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi foto bersama dengan para murid SLBN 5 dan SDN 15 Jakarta, Selasa (19/11/2024). Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau uji coba program makan bergizi gratis di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 5 Jakarta dan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 15 Slipi, Jakarta Barat. Sebanyak 565 paket makan bergizi gratis dibagikan di dua sekolah itu. Makanan itu disiapkan oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional. Satu porsi makanan bergizi gratis tersebut berporsi Rp 15.000. Satu porsi makanan bergizi gratis terdiri dari nasi, telur, tumis labu tempe, jeruk, dan susu. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 19-11-2024

Berdasarkan hasil survei, saat ini sebanyak 89,4 persen publik berekspektasi dan sekaligus meyakini pemerintahan dalam kendali kepemimpinan Presiden Prabowo mampu mewujudkan beragam program kerja yang sudah dicanangkan. Kecilnya jarak perbedaan yang terbangun di antara harapan publik dan kepuasan terhadap realitas kenyataan yang dihadapi mengindikasikan kepercayaan publik yang besar terhadap pemerintahan saat ini.

Tidak heran pula, dengan capaian kepuasan dan keyakinan publik yang terbangun saat ini, citra positif kepemimpinan Prabowo-Gibran dalam benak publik menjadi semakin tinggi. Pada survei kali ini, tak kurang dari 94,1 persen publik menganggap ”sangat baik” ataupun ”baik” citra Presiden Prabowo.

Dibandingkan dengan survei sejenis yang dilakukan pada periode sebelumnya, September 2024, Presiden Prabowo mendapatkan lonjakan hingga 10 persen. Kondisi yang relatif sama juga terjadi pada Wapres Gibran, yang mendapatkan surplus peningkatan positif dari sebelumnya 71,1 persen menjadi 79,9 persen yang menilai ”sangat baik” dan ”baik” citranya.

Apabila dielaborasi lebih jauh, besarnya derajat kepuasan publik, kepercayaan, ataupun citra yang terbangun pada pemerintah saat ini tidak terlepas pula dari karakteristik pola dukungan dan strategi kebijakan politik yang dibangun pemerintahan Prabowo-Gibran.

Presiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai memimpin rapat terbatas bersama beberapa menteri di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (29/11/2024). Rapat membahas rencana kenaikan upah minimum nasional tahun 2025. Pemerintah berencana menaikkan upah minimum nasional sebesar 6,5 persen pada tahun 2025. Hadir dalam rapat terbatas Menteri Koordinator (menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Tenaga Kerja Yassierli, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Kompas/Hendra A Setyawan

Loyalnya pemilih

Dari sisi pola dukungan, misalnya, masih terbilang loyalnya para pemilih pasangan Prabowo-Gibran dalam Pemilu Presiden 2024 menjadi salah satu modal penopang tingginya apresiasi publik. Dengan mengacu pada hasil survei, tidak kurang dari 87,9 persen responden yang mengaku menjadi pemilih pasangan Prabowo-Gibran dalam Pemilu Presiden 2024 menyatakan puas  terhadap kinerja presiden pilihannya. Hanya tersisa 12,1 persen yang mengungkapkan ketidakpuasan.

Menariknya, di sisi lain, kehadiran pemerintahan Prabowo-Gibran sepanjang 100 hari usia pemerintahannya justru cenderung mereduksi resistensi kelompok publik yang berseberangan langkah pilihan politik. Hasil survei menunjukkan, hampir tiga perempat bagian responden yang tidak memilih Prabowo-Gibran dalam pemilu lalu justru turut menyatakan rasa puas dan keyakinan mereka terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

Presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menggelar konferensi pers setelah menerima surat penetapan sebagai presiden dan wakil presiden dari Komisi Pemilihan Umum pada Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Pemilu Tahun 2024 di Gedung KPU RI, Jakarta, Rabu (24/4/2024). Penetapan paslon presiden dan wakil presiden terpilih Pemilu 2024 ini dilakukan setelah rangkaian persidangan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 usai. Acara penetapan presiden dan wakil presiden terpilih ini dihadiri juga para paslon lain dalam Pilpres 2024, yaitu Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. Paslon Ganjar Pranowo-Mahfud MD tidak hadir dalam acara ini. Selain itu, para ketua parpol pengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Koalisi Indonesia Maju juga hadir dalam acara ini. KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO 24-4-2024

Resistensi politik rendah

Pemandangan yang sama tergambarkan dalam pilihan partai politik para pemilih. Dalam survei ini, kepuasan dan keyakinan publik yang tinggi tidak hanya diutarakan oleh responden pemilih Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat, dan beberapa partai politik lain yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju dalam pencalonan Prabowo-Gibran. Hampir semua pemilih partai politik lainnya, termasuk PDI-P, turut menyatakan rasa puas terhadap kinerja pemerintah. 

Kondisi semacam ini terbilang berbeda dengan penilaian kinerja kepemimpinan presiden sebelumnya. Di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, penilaian publik terhadap kinerja kabinet relatif masih terbilang bias pada sosok pasangan presiden dan wakil presiden pilihan responden pemilih. Apresiasi publik yang tinggi lebih banyak dinyatakan oleh para pemilih Presiden Joko Widodo ataupun partai-partai politik yang menjadi bagian dari pendukung pemerintahan ketimbang yang berseberangan pilihan politik.

Terbilang rendahnya resistensi politik yang terbangun pada pemerintahan kali ini selaras dengan strategi kebijakan politik Prabowo-Gibran. Sampai sejauh ini, upaya menempatkan posisi pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai kelanjutan kerja pemerintahan sebelumnya, sementara di sisi lain juga membuka ruang kerja sama dengan kekuatan politik yang sebelumnya berseberangan langkah terbilang efektif. Terbukti, sepanjang 100 hari jalannya pemerintahan, apresiasi dari beragam latar politik terbangun.

Akan tetapi, apresiasi publik yang tinggi dalam survei kali ini tidak semuanya merata diekspresikan. Pada pemilahan kelompok masyarakat berdasarkan lapisan sosial ekonomi, masih terbilang kurang merata dirasakan, yang sekaligus mencirikan kecenderungan arah kebijakan populis pemerintah.

Becermin pada hasil survei, kecenderungan makin rendah status sosial dan ekonomi responden, maka makin tinggi kepuasan yang diekspresikan signifikan tergambarkan. Tidak kurang dari 84,7 persen responden berstatus ekonomi bawah menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah. Sebaliknya, derajat kepuasan yang relatif lebih rendah dinyatakan oleh sekitar 67,9 persen responden berstatus sosial ekonomi atas ataupun sekitar 70 persen kalangan berpendidikan tinggi. (LITBANG KOMPAS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Bestian Nainggolan
 | 

Editor:

Marcellus Hernowo
 | 

Infografik:

Ismawadi .
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .