Survei Litbang ”Kompas”: Saat Pertimbangan Publik Bergeser

Pertimbangan publik Sumatera Utara dalam menentukan pilihan calon gubernur bergeser pada variabel lainnya, seperti usia dan kinerja para kandidat.

06 Nov 2024 06:10 WIB · Politik & Hukum

Oleh Budiawan Sidik A - [email protected]

Pemilihan Gubernur Sumatera Utara 2024 menghadirkan kandidat yang sama-sama memiliki pengalaman sebagai kepala daerah. Pertimbangan publik dalam menentukan pilihan pun bergeser ke variabel lain seperti usia dan kinerjanya.

Survei Pilkada Sumut 2024 yang diselenggarakan Litbang Kompas pada 22-28 Oktober 2024 menunjukkan, elektabilitas pasangan calon Muhammad Bobby Afif Nasution-Surya untuk sementara mengungguli paslon Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala.

Pasangan Bobby-Surya unggul dengan 44,9 persen suara dari paslon Edy Rahmayadi-Hasan Basri yang meraih dukungan 28,0 persen suara. Di luar pilihan keduanya, ada 27,1 persen responden yang belum menentukan pilihan (undecided voters).

Hasil survei tersebut menggambarkan kecenderungan pilihan publik Sumut untuk saat ini lebih mengarah pada Bobby Nasution dibandingkan dengan Edy Rahmayadi. Padahal, tingkat pengetahuan dan kesukaan pada sosok figur yang berlaga relatif tidak berbeda jauh. Tingkat pengetahuan publik Sumut terhadap kedua pasangan kandidat tergolong tinggi, yakni masing-masing di atas 65 persen. Pun demikian dengan tingkat kesukaannya, setiap paslon masing-masing disukai oleh publik Sumut lebih dari 70 persen.

Namun, ada sejumlah hal yang menjadi penilaian publik Sumut yang mengesankan bahwa paslon Bobby Nasution-Surya cenderung unggul dibandingkan dengan pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri. Pertama adalah terkait kinerja dan pengalamannya. Aspek ini dianggap sebagai kelebihan yang mendapatkan citra positif dari publik Sumut yang mencapai 23,6 persen. Kelebihan dalam bidang pengalaman kinerja kepala daerah ini mengungguli pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri yang sebesar 17,1 persen.

Kinerja dan pengalaman paslon Bobby Nasution-Surya dinilai lebih tinggi bisa jadi karena kedua tokoh ini sama-sama memiliki latar belakang sebagai kepala daerah. Bobby Nasution menjabat Wali Kota Medan sejak 2021 hingga sekarang dan Surya merupakan Wakil Bupati Asahan dua periode sejak 2010.

Infografik Persepsi Publik Terhadap Kelebihan Pasangan Muhammad Bobby Afif Nasution-Surya

Surya menjabat Wakil Bupati Asahan selama dua periode, yakni 2010-2015 dan 2016-2019. Selanjutnya, ia terpilih sebagai Bupati Asahan periode 2020-2024. Peran Surya yang menjabat kepala daerah cukup lama kian menguatkan posisi Bobby Nasution yang kali ini maju sebagai kandidat gubernur Sumut.

Kondisi tersebut relatif berbeda dengan pasangan Edy Rahmayadi- Hasan Basri, yang cenderung relatif kurang menonjol penilaian kinerja dan pengalamannya dari responden di Sumut. Bisa jadi, pengalaman Edy Rahmayadi yang menjabat Gubernur Sumut 2018-2023 kurang didukung oleh pengalaman pasangannya, yakni Hasan Basri yang belum pernah menjabat sebagai kepala daerah.

Gambaran pendukung

Dengan berbekal kinerja dan pengalaman itu membuat basis dukungan setiap paslon gubernur yang berlaga menjadi sedikit timpang. Paslon Bobby Nasution-Surya cenderung didukung oleh publik yang sukunya sangat beragam seperti responden bersuku Toba, Karo, Mandailing, Simalungun, Nias, Aceh, dan Jawa. Berbeda dengan paslon Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala yang variasi pendukungnya berdasarkan suku masih tergolong minim, yakni mayoritas dari suku Pakpak, Melayu, dan sebagian Jawa.

Selain itu, dari segi usia, pasangan Bobby Nasution-Surya tampaknya mendapatkan keuntungan dalam kontestasi kali ini. Dengan usia Bobby Nasution yang saat ini sekitar 33 tahun berpeluang meraih dukungan simpati publik, terutama para generasi muda.

Hasil survei menunjukkan, paslon Bobby Nasution-Surya menjadi rujukan pilihan bagi semua tingkatan usia responden. Sebagian besar kelompok usia, mulai dari generasi Z (17-27 tahun), generasi milenial (28-43 tahun), generasi X (44-57 tahun), hingga baby boomers di atas 58 tahun lebih memilih paslon ini. Pemilih pasangan ini mayoritas memang berada pada rentang gen Z dan milenial yang kemungkinan besar merujuk pada usia Bobby Nasution yang relatif masih muda.

Infografik Persepsi Publik Terhadap Kelebihan Pasangan Edy Rahmayadi-Hasan Basri Sagala

Namun, uniknya pemilih yang lebih senior pun tetap cenderung memilih pasangan Bobby Nasution-Surya dibandingkan dengan Edy Rahmayadi-Hasan Basri. Populernya pasangan Bobby Nasution-Surya bisa jadi disebabkan oleh sosok Surya yang saat ini berusia hampir 70 tahun. Meskipun berusia cukup lanjut, Surya memiliki pengalaman berkiprah memajukan daerah yang dipimpinnya. Kombinasi antara generasi muda dan senior ini kemungkinan besar menjadi kolaborasi yang menarik bagi publik Sumut untuk memilihnya pada pilkada kali ini.

Meskipun sejumlah hal mengarah para kemenangan Bobby Nasution-Surya, tetap tak mengecilkan peluang kemenangan bagi paslon Edy Rahmayadi-Hasan Basri. Pengalaman Edy Rahmayadi yang menjadi petahana memimpin Sumut menjadi modal kuat untuk meraih dukungan publik.

Banyak kemajuan yang diraih Sumut sepanjang kepemimpinan Edy Rahmayadi. Pertumbuhan ekonomi Sumut 2018-2023 terus meningkat dengan kualitas pembangunan yang relatif baik. Pengangguran dan kemiskinan susut, ketimpangan pendapatan menipis, serta kualitas kehidupan masyarakat meningkat. Prestasi ini menjadi catatan penting bahwa Edy Rahmayadi pun memiliki kapabilitas untuk meneruskan estafet kepemimpinannya di Sumut. (LITBANG KOMPAS)

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Group - Politik & Hukum ”Survei Pilkada Serentak 2024”. Melalui grup tersebut, Kompas akan mengirimkan rekomendasi bacaan terkait Survei Pilkada Serentak 2024. Klik di sini untuk mendaftar dan bergabung.


Kerabat Kerja

Penulis:

Budiawan Sidik A
 | 

Editor:

Andreas Yoga Prasetyo